Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Anazkia

Mantan TKW Malaysia| Blogger yang lagi belajar nulis | suka motret #Aspret | koordinator Blogger selengkapnya

Prabuhi (Pramuka Buku Hidup)

REP | 09 November 2013 | 07:52 Dibaca: 309   Komentar: 8   8

Ini saya lupa nama teman-teman ini :( kayaknya udah dicatat di hape tapi nggak ada (maafkan)

Teman-teman blogger masih rajin baca buku? Males baca buku? Mau dibacain? Nah, kalau mau dibacain bisa, tuh ama teman-teman Prabuhi :). Eh kalau saya pribadi jujur meskipun kadang males baca buku, saya nggak mau dibacain. Beneran, nggak enak aja gitu apa rasanya dibacain buku. Ini bukan didongengin ya, tapi dibacain hehehehe. Sama malasnya ketika saya misalnya diminta membacakan buku untuk orang lain, tapi terkecuali anak-anak, ya? :) Kalau untuk anak-anak, Insha Allah siap aja.

Nah, buat teman-teman yang malas baca buku, ini rupanya ada komunitas yang bersedia membacakan buku. Beneran lho. Saya baru tahu ada komunitas ini kira-kira dua minggu lalu. Jadi, siang itu ceritanya kami (saya, Kak Ria dan Hesti) lagi pada nongkrong di pinggir danau UI sambil menikmati segarnya segelas cincau. Tiba-tiba ada yang mendekati kami. Tiga orang remaja, mereka menyapa kami dengan ramah. Sedikit memperkenalkan diri mereka, katanya mereka dari komunitas Prabuhi.

What the meaning is Prabuhi? Prabuhi is, Pramuka Buku Hidup. Di mana komunitas ini terbentuk dari teman-teman Pramuka. Kenapa dinamakan buku hidup? Karena mereka yang membacakan, siapa saja yang mau dibacakan. Foundernya katanya orang Bandung, tapi saya juga lupa namanya. Aaaaakkk… Ini catatan di hape kenapa ilang, sih? :(

Kegiatan Prabuhi ini sering mendatangi tempat-tempat ramai, mereka berkelompok di mana dibagi lagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyapa kerumunan orang di tengah keramaian. Setelah menyapa, mereka akan memperkenalkan diri dan bertanya buku apa yang hendak dibacakan oleh mereka. Surprise, ini bikin saya bengong! Ini bukan mengajak membaca buku, tapi membacakan buku. Ini sungguh dibutuhkan mental yang besar, melawan malu dan pastinya adalah penolakan dari orang yang didatang. Pastinya, tak semua orang mau dibacakan buku. Semangat! buat teman-teman Prabuhi :)

Salut! Angkat dua jempol untuk komunitas ini! Pesan saya, untuk koleksi buku mohon koleksinya dilebihkan, misalnya ada beberapa pilihan, buku remaja, anak-anak dewasa dan lain-lain. Karena membaca itu urusan selera, bukan tidak mungkin ketika mendengar dibacakan pun ingin yang sesuai dengan yang pendengar suka :)

Teman-teman Prabuhi serius membacakan :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

Ahokrasi, Tepat dan Harus untuk Jakarta …

Felix | 10 jam lalu

Norman K Jualan Bubur, Tampangnya Lebih Hepi …

Ilyani Sudardjat | 10 jam lalu

Suparto, Penjahit Langganan Jokowi …

Niken Satyawati | 13 jam lalu

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 14 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: