Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Goezfadli

Mencoba mengasah otak lewat coretan kecil || tinggal di Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah ||

Etika Bertamu ke Rumah Teman

REP | 07 November 2013 | 20:09 Dibaca: 305   Komentar: 5   0

Jam 17.35 Wib habis mandi sore dan lagi  santai menunggu adzan Maghrib, tiba tiba ada bbm dari teman yang ingin berkunjung kerumah. Teman saya tanya apakah saya saat ini berada di rumah atau di luar rumah, saya pun menjawab saya lagi dirumah. Membaca balasan bbm dari saya, teman pun mengirimkan bbm lagi dan bermaksud akan main. Saya tanya posisi ada di mana, jawab teman saya ada di balai desa.  Waduh sudah dekat batin saya berkata, karena jarak antara balai desa dan rumah saya cuma 5 menit jika naik kendaraan bermotor. Agak bingung, tapi saya kembali membalas bbm teman dengan jawaban singkat ‘ok”. Beberapa menit kemudian suara deru motor sudah tiba di halaman rumah saya.

Batin saya menolak karena waktu untuk berkunjung yang kurang tepat, pas waktu menjelang maghrib. Apalagi ini hari kamis, hari dimana saya dan keluarga biasanya melaksanakan puasa sunah hari kamis. Tapi apa daya hal itu cuma bisa saya sembunyikan di dalam batin saya. Karena temen saya sudah datang dan kurang etis jika saya menolak kunjungannya.

Teman saya bekerja di lapangan, dan memang kadang sering berkunjung kerumah jika dia sedang mengunjungi nasabah yang rumahnya tidak begitu jauh dengan rumah saya. Katanya sekalian pengen mampir. Sebagai  teman sayapun mengiyakan jika posisi saya memang ada di rumah dan dalam keadaan santai. Bahkan kemarin lalu pernah datang kerumah tetapi siang hari, karena saya di luar rumah maka teman saya hanya ketemu dengan bapak saya.

Kembali kenapa saya bingung, karena saat teman saya datang bertepatan dengan waktu maghrib dan saya hendak berbuka puasa sunah. Dan memang waktu berkunjung kurang tepat. Teman saya cuma  ngobrol ngalor ngidul sekedar curhat mengenai pekerjaan dia selama ini. Saya pun sekedar mendengarkan dan sesekali menimpali apa yang di bicarakan. Tapi saya tidak berkata kalau mau buka atau makan dulu, kami sekeluarga tetap menghormati teman saya sebagai tamu yang sedang berkunjung.

Akhirnya saya pun menunda makan untuk menghormati kedatangan teman dan hanya meminum dan makan cemilan ala kadarnya bersama teman saya, yang kami sajikan sebagai hidangan. Kebiasaan di tempat saya, kalau ada teman atau saudara datang berkunjung pasti tuan rumah menyajikan minuman dan cemilan yang sekiranya pantas untuk di nikmati.

Jam 19.00 Wib menjelang isya, teman saya pun berpamitan. karena memang sudah dari tadi kita ngobrol ngalor ngidul sekedar mendengarkan dia curhat. Akhirnya saya bisa bernafas lega. Lega karena dari tadi menahan lapar, diajak makan bareng teman saya tidak mau. Saya mau meninggalkan dia sejenak untuk makan, sepertinya kurang sopan ya jadinya menahan sementara untuk menghormati dia berkunjung.

Dari peristiwa ini maka saya dapat menyimpulkan ada etika etika sendiri yang wajib kita patuhi untuk berkunjung kerumah teman, walaupun teman yang kita kunjungi sudah kenal akrab atau kenal lama. Diantaranya:

1.Jangan bertamu atau berkunjung di waktun maghrib alasannya setiap keluarga punya rutinitas sendiri ketika waktu maghrib menjelang, apalagi untuk sekedar cerita atau curhat yang kurang penting.

2.Jika terpaksa maghrib menjelang mendingan mampir ke mushola terdekat untuk sekedar sholat terlebih dahulu, setelah waktu waghrib selesai baru berkunjung saya yakin tuan rumah pasti lebih bisa menerima kedatangan teman.

3. Jika berkunjung di hari senin atau kamis usahakan menggali informasi terlebih dahulu, apakah tuan rumah sedang melaksanakan puasa sunah atau tidak.

4. Jangan berkunjung pada pagi hari, karena tuan rumah masih sibuk dengan kegiatan pagi hari yang terkadang meribetkan.

5. Waktu yang pas untuk berkunjung ya jam 10 pagi atau sore selepas ashar, untuk kunjungan sekedar untuk ngobrol santai, curhat atau yang tidak punya kepentingan khusus. Atau jika malam hari ya sehabis isya.

Sedikit pengalaman di kunjungi teman di waktu yang kurang pas untuk bertamu. Tapi untuk penghormatan terkadang harus menahan kepentingan pribadi terlebih dahulu.

Salam

Comal, 07 November 2013  20.10

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 11 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 12 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 12 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 13 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Walikota Kota Bogor Bima Arya Sugiarto …

Hakeem Elfaisal | 8 jam lalu

Guru (di) Indonesia …

Inne Ria Abidin | 8 jam lalu

“Remember Me” …

Ruby Astari | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menguntungkan atau Malah …

Ian Wong | 9 jam lalu

Dua Oknum Anggota POLRI Terancam Hukum …

Inne Ria Abidin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: