Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Perbedaan Antara Pemenang dan Pecundang

REP | 05 November 2013 | 20:43 Dibaca: 100   Komentar: 0   0

Ketika ada Pemenang (Winner) di dunia ini, tentu dilain pihak ada Si Pecundang (Loser), bagaikan sepasang sepatu yang selalu bersama tapi tak sama.

Pemenang dapat diartikan sebagai seorang yang dapat mengalahkan dan menguasai dirinya dengan baik, sebelum berlanjut kepada orang lain, sedangkan Pecundang menurut KBBI adalah orang yang menghasut dan orang yang menipu.

Lalu apa yang membuat seseorang menjadi pemenang dan lainnya menjadi pecundang ?

13836546161807338782

(Sumber: Andrewspenceonline.com)

Ya Perbedaan antara Si Pemenang (Winner) dan Si Pecundang (Loser) terletak pada sikap, pandangan serta pola pikir yang dimiliki. Lebih jauh lagi menurut buku Mindset Revolution karya Mario Seto, beberapa perbedaan antara Winner Mindset (W) dan Loser Mindset (L), antara lain sebagai berikut

  • W: Berpikir positif, L: Berpikir Negatif. selalu melihat suatu hal dari sisi yang positif sedangkan yang lainnya dari sisi yang negatif, sikap negatif akan mengalahkan diri sendiri. Kita tidak akan bersemangat untuk mengahadapi tantangan kehidupan.
  • W: Berani mengambil resiko, L: Takut mengambil resiko. Mengambil resiko mungkin memang berbahaya tetapi tanpa mengambil resiko, ada bahaya yang lebih besar, yaitu kita tak aka pernah maju.
  • W: Antusias, L: Apatis,Antusiasme. Antusias merupakan bahan bakar yan mendorong orang-orang sukses untuk mengambil tindakan yang diperlukan sehingga dapat mencapai tujuan, orang yang kurang antusias biasanya pasif,menyalahkan segala sesuatu dan semua orang untuk keadaan mereka dan banyak alasa untuk tidak melakukan sesuatu.
  • W: Think Big, L: Think Small. Orang – orang dengan winner mindset tahu bahwa mereka harus berpikir besar untuk mencapai tujuan mereka karena tujuan mereka juga besar. Berpikir besar akan membawa mereka pada ide-ide besar, rencana besar dan kesuksesan besar.
  • W: Fokus Pada Solusi, L: Fokus Pada Masalah. Fokus pada solusi berarti akan segera mencari jawaban dari pertanyaan – pertanyaan untuk mencarisolusi terbaik, yaitu apa yang sedang terjadi, mengapa terjadi, bagaimana memperbaikinya, dan bagaimana mencegah masalah serupa di masa depan.
  • W: Bertanggung Jawab, L: Menyalahkan kondisi atau orang lain. Menyadari kenyataan bahwa hanya diri kita sendirilah yang 100 % bertanggung jawab atas hidup kita sendiri adalah titik awal dari semua kesuksesan besar.
  • W: Selalu Bersyukur, L: Selalu Mengeluh. Orang yang bersyukur memang tidak selalu puas dengan apa yang mereka peroleh sehingga mereka akn terus dan terus bekerja keras mencapai lebih baik lagi, tetapi mereka mensyukuri apa yang sudah mereka peroleh dan tidak mengeluhkannya. Alasan mengapa orang selalu mengeluh karena lebih mudah mengeluh daripada mencari solusi dan melakukan tindakan untuk mengatasi apa yang dikeluhkan.
  • W: Percaya Diri, L: Rendah Diri. Orang – orang yang percaya diri yakin kalau mereka mampu mencapai apapun yang mereka inginkan, dan mereka hidup dengan penuh keyakinan. Mereka yakin mereka memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan keadaan dan kehidupan mereka.
  • W: Pantang Menyerah, L: Mudah Menyerah. Pantang menyerah berarti yakin jikalau sukses adalah sebuah proses, mungkin banyak tantangan yang akan menghadang, jalan berliku dan penuh hambatan, pantang menyerah berarti mambu membuat pilihan yang lebih baik setiap kali mengalami kegagalan dan kemudian memulai usaha lagi.
  • W: Selalu Belajar, L: Merasa Sudah Tahu Segalanya. Rahasia kehidupan adalah selalu belajar dan jangan pernah menganggap tahu tentang segala hal.Perubahan akan selalu terjadi. Orang sukses adalah pribadi pembelajar yang selalu belajar dari kesalahan dan kegagalan. Kesalahan dan kegagalan merupakan bagian dari proses pendewasaan karakter dan pendewasaan emosi

Semoga Bermanfaat, Salam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | 8 jam lalu

Takut Pada Presiden Jokowi, Malaysia Bongkar …

Febrialdi | 8 jam lalu

Melihat dari Film II …

Nilam Sari Halimah | 8 jam lalu

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 8 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: