Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Ruslan

Mahasiswa psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Memahami Sensasi, Persepsi dan Atensi

OPINI | 30 September 2013 | 21:36 Dibaca: 759   Komentar: 0   0

Pembahasan minggu ini mengenai sensasi, persepsi dan atensi. Pembahasan tentang sensasi dan persepsi memang sudah tidak lazim lagi kita dengar. Pasalnya, kedua materi tersebut telah dipelajari di materi Psikologi Umum. Akan tetapi, untuk lebih mendalam lagi pemahaman kita terkait dengan pembahasan sensasi, persepsi dan atensi, kita akan mengkaji lebih dalam lagi pembahasan pada tulisan ini.

Apakah anda sudah tahu, lebih dulu mana pemprosesan antara sensasi dan persepsi?. Jika anda telah memahami perbedaan antara keduanya, mungkin anda tidak terlalu kesulitan untuk menjawab pertanyaan yang saya ajukan diatas. Apabila anda menyebut sensasi terjadi sebelum persepsi maka jawaban anda benar, jika sebaliknya, maka jawaban anda salah. Ya, sensasi terjadi atau ada sebelum persepsi. Sensasi tidak lain merupakan kesan pertama anda.

Bila anda melihat suatu gambar, kesan pertama anda melihat gambar itulah yang disebut dengan sensasi. Sedangkan persepsi merupakan sudut pandang anda tentang gambar tersebut. Perlu diketahui bahwa persepsi terjadi karena adanya stimulus, stimulus inilah yang akan mempengaruhi persepsi kita. Tidak hanya stimulus, posisi juga mempengaruhi persepsi kita.

Ketika kita disuruh melihat gambar dari sudut pandang atau posisi yang berbeda, terkadang juga kita mempersepsikan gambar yang berbeda pula. Terkadang, apabila kita melihat dari satu sisi kita melihat bahwa gambar itu berbentuk “A” sedangkan disatu sisi yang lainnya gambar itu berbentuk “B”. Itu merupakan contoh dari perbedaan dari persepsi dari sudut pandang yang berbeda.

Adapun perbedaan yang sangat signifikan dari sensasi dan persepsi yakni “sensasi” lebih mengacu pada hubungan antara dunia fisik dan penginderaannya melalui sistem sensorik, sedangkan “persepsi” melibatkan kognisi tingkat tinggi dalam penginterpretasikan sinyal-sinyal sensorik (Solso, Dkk. Hal 115).

Dalam proses mempersepsi juga melibatkan proses-proses penyimpanan sensori, diantara penyimpanan ikonik dan ekhoik. Penyimpanan ikonik penyimpanan kesan-kesan visual sedangkan penyimpanan ekhoik yakni kemampuan penyimpanan input auditorik.

Sedikitnya terdapat dua faktor gangguan yakni gangguan ilusi dan halusinasi. Ilusi merupakan kesalahan persepsi karena pengaruh indra. Sedangkan halusinasi yakni mempersepsi stimulus secara salah, dalam kata lain, terjadi kesalahan dalam memahami stimulus, sepertinya, ada stimulus akan tetapi tidak ada stimulus.

Sedangkan Atensi merupakan pemusatan pikiran (perhatian). Ketika kita berupaya melihat atau mendengar suatu obyek, baik bentuknya audio atau visual terdapat pemusatan objek. Perlu disadari, tanpa adanya atensi otak manusia tidak mampu menampung semua informasi yang didapat dari sensori dalam menangkap objek.

Dari pembahasan diatas, telah jelas pemahaman sensasi, persepsi dan atensi diatas. Diharapkan anda akan lebih mengerti dan memahami terkait perbedaan dari sensasi, persepsi dan atensi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 3 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 5 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 9 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 11 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: