Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Icha_nors

Berhenti melihat jam/waktu dan mulai melihat dengan mata

Sukses Bisnisku Berawal dari Hobi

REP | 27 September 2013 | 00:00 Dibaca: 1014   Komentar: 57   28

Awalnya sekedar menuruti keinginan ibu dan kakak. Kata ibu, perempuan itu harus cerdas, karena kelak menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Harus terampil, cekatan agar kelak tidak menjadi beban bagi orang lain. Harus kuat lahir batin melebihi laki-laki karena kelak bertanggung jawab mengurus rumah tangga.

Begitulah adanya. Pesan ibu yang sederhana menjadi pemicu buat saya untuk menekuni berbagai keterampilan yang semula hanya sekedar hobi menjadi suatu profesi.

Hobi adalah suatu kegiatan rekreasi yang dilakukan untuk menyenangkan pikiran. Dapat diartikan bahwa makin banyak hobi makin banyak kesenangan yang didapat. Asyiik…Dan lebih asyik lagi jika hobi ini dikelola dengan baik menjadi mesin uang. Kata siapa? Kata saya.

Beberapa hobi yang sampai saat ini saya tekuni antara lain menjahit/ mendisain baju, menulis, memasak, membuat aksesoris, menyulam dan lain-lain. Inilah cerita tentang bisnis saya yang berawal dari hobi.

Bisnis Menjahit Tak Ada Matinya

Terdorong keinginan untuk selalu tampil modis dengan biaya murah, maka terpikirlah oleh saya untuk berusaha mendesain dan menjahit sendiri baju-baju yang saya pakai. Hasilnya? Wow, eksklusif dan cantik. Biasanya orang akan mengira baju yang saya pakai buatan butik dan mahal. Padahal rancangan dan jahitan sendiri yang bahannya saya dapat dari hasil blusukan ke toko kain “kiloan.”

13802112221695499022

Menerima kunjungan Bupati di TPKU

1380211629704873472

Bersama anak-anak setelah mendapat kunjungan studybanding dari propinsi Jambi

Dari hobi menjahit mengantarkan saya menjadi instruktur kursus menjahit di LPK yang saya dirikan sendiri, menjuarai berbagai lomba merancang busana, membuka rumah jahit yang selalu kebanjiran order dan menjadi guru mapel tata busana di sebuah Sekolah Menengah Atas sampai sekarang.

13802109721921316734

lomba rancang busana

13802111211155894541

Bisnis rumah jahit sungguh tak ada matinya. Sepanjang masyarakat masih sadar berbusana order akan jalan terus. Dan dari sekian banyaknya pelanggan yang datang memanfaatkan jasa kita, tak satupun yang menawar harga yang telah kita patok, berapa pun besarnya. Asal servis memuaskan.

Memasak/Membuat Kue Untungnya Selangit

Hobi yng satu ini benar-benar menggiurkan. Laba yang kita peroleh dari pembuatan kue kering misalnya bisa mencapai 60% dari modal semula. Bisnis ini merangsang kita terus berinovasi menemukan bentuk-bentuk baru yang menarik, memadukan dan memodifikasi resep sehingga tercipta citarasa baru yang khas. Intinya, semakin beda dari yang lain semakin menarik.

13802145171928243670

Bisnis Kuker labanya selangit

Kue-kue basah juga demikian, asal bisa mempertahankan mutu dan rasa, dijamin tak akan sepi order. Apalagi yang berada di perkotaan, perkantoran, sekolah atau berada di kawasan masyarakat yang doyan “hajatan,” Bener lho. Bayangkan saja dalam satu semester (setengah tahun) saja sudah berapa acara yang membutuhkan jasa boga ini.

1380213983686926061

Serabi buatanku banyak disuka

Di sebuah sekolah dan perkantoran misalnya, ada semesteran, workshop, ujian, milad, syukuran kenaikan jabatan, peringatan-peringatan hari besar dan masih banyak lagi.

Acara-acara pesta perkawinan, hajatan, syukuran, pengajian atau sekedar arisan di kalangan masyarakat juga tak ada habisnya. Sepanjang tahun terus berlangsung. Belum lagi untuk keperluan konsumsi pribadi setiap hari.

Kurang yakin? Tengok sja bisnis chiffon cake yang pernah saya posting di sini: http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2013/01/13/berbisnis-pandan-chiffon-cake-labanya-selangit-523912.html Menggiurkan bukan?

Dari hobi memasak ini pula saya beberapa kali diminta menjadi juri dalam ajang lomba Tata Boga.

Menulis Membikin Tabungan Makin Gemuk

Hobi menulis yang semula hanya saya gunakan sebagai ladang ibadah, media belajar dan berbagi, mempertajam otak, menyehatkan, mencegah kepikunan, menghasilkan ide-ide baru, tak disngka-sangka ternyata juga membikin tabunganku menjadi gemuk.

Beberapa kali masuk freez cetak dan baru-baru ini 4 judul artikelku juga dibukukan oleh Kompasiana. Buku “ Cinta Indonesia Setengah Hati” yang merupakan karya komplisai dari beberapa Kompasianer yang membuatku makin bersemangat untuk menekuni dunia kepenulisan ini.

13802130391165578248

Dok. Kompasiana

O ya, baru-baru ini karya kerajinan tanganku juga laku terjual dalam pameran pendidikan di Jakarta. Berupa APE dan beberapa kerajinan clay. Padahal semula hanya iseng sekedar menyalurkan hobi lho.

Yuk, tekuni hobi kita. Banyak entrepereneur sukses berawal dari hobi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 5 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 7 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Daffa (2thn) Atlit Cilik Taekwondo …

Muhammad Samin | 7 jam lalu

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | 8 jam lalu

Anak Muda Haruskah Dipaksa? …

Majawati Oen | 8 jam lalu

Gigi berlubang Pada Balita …

Max Andrew Ohandi | 8 jam lalu

Sosialisasi Khas Warung Kopi …

Ade Novit | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: