Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Zen_sitorus

Nimbrung di sela aktivitas sebagai Lawyer (Peradi)

Menjajal Prosedur Penerbitan SIM C di POLRES Bekasi

OPINI | 24 September 2013 | 16:11 Dibaca: 1310   Komentar: 0   1

1380016528386926408

Uji Prakek SIM C, Foto Koleksi Pribadi

Kemarin, Anton, ponakan ikut tes tertulis dan tes praktek SIM C di POLRES Bekasi. Pagi-pagi sekali sudah parkir di samping PN Negeri Bekasi. Baru saja markir motor udah  didatangi calo2 SIM menawarkan jasa pengurusan. Ada yang nawarkan jasa dengan biaya Rp. 500 ribu rupiah untuk pengurusan SIM C yang baru. Anton menolak tawaran itu. Pengen lalui prosedur normatif  di Bekasi.

Anton langsung masuk ke kantor  POLRES dan mulai tes kesehatan, bayar  Rp. 25 ribu. Lalu ke loket bank bayar biaya Rp. 100 ribu, loket berikut bayar Rp. 30 ribu untuk biaya asuransi kecelakaan sepeda motor selama 5 tahun. Kemudian isi formulir. Terima no pendaftaran, lalu masuk ke ruang ujian teori SIM C. Daftar dulu, dipanggil, tanda tangan log book, terima soal dan lembar jawaban. Selama 30 menit mengerjakan 30 soal pilihan ganda, dengan tipe soal yang menanyakan pengetahuan (C1 kalo di sekolahan), memerlukan logika (C2 kalo di sekolahan) dan analisa (C3 kalo di sekolahan, kayaknya). Sayang di antara soal yang bergambar, no gambarnya kecil sekali di bawah font 8 pt. Agak susah jadinya menentukan pilihan jawaban.

Singkat cerita dinyatakan lulus ujian teori. Syarat lulus ujian teori minimal benar 18 soal dari 30 soal. Menuju ujian praktik. Mendaftar lagi di lokasi uji praktek. Kemudian menunggu giliran dipanggil. Anton memperhatikan apa yang diujikan. Rupanya peserta wajib melewati jalur yang udah disiapkan. Melewati jalur yang membentuk angka 8 dan melewati jalur zig zag. Di antara jalur  diberi pembatas tonggak kayu setinggi sekitar 60 cm. Ada sekitar 13 tonggak kayu…klo gak salah. Ketentuan ujian,  kaki tidak boleh menyentuh aspal dan tidak boleh bikin jatuh tonggak kayu di area uji praktek.  Dari 10 orang peserta ujian praktik hanya lulus 1 orang saja. Kebanyakan gagal. Gagal karena kaki menyentuh aspal.

Salut sama petugas uji, karena lebih dulu memberi contoh. Contoh praktiknya gak tanggung2. Pertama mengendarai motor dengan kedua tangan di stang motor. Ini biasa. Kedua lepas tangan kiri melewati jalur dengan rintangan angka 8 dan zig zag. Contoh ketiga  tangan kiri ke belakang punggung, hanya satu tangan di stang motor. Hebat juga Pak Polisinya.

Anton cukup lama menunggu, udah tengah hari baru giliran tiba. Memakai rompi POLRI, mengambil ancang-ancang. Kesempatan pertama minta  izin nyoba dulu. Tapi saying nyoba aja tidak lulus karena kaki menyentuh aspal. Pada kesempatan kedua, tahap ujian, untung saja Anton dinyatakan lulus. Terima tanda lulus ujian praktik, menuju loket  foto SIM. Gak lama nunggu, nama dipanggil diserahkan SIM C yang sudah jadi dengan foto. Mantap. Untuk  yang perlu adaptasi soalnya boleh copas antara lain di link ini:http://asze25.blogspot.comhttp://taqdire.blogspot.com/2013/04/soal-ujian-teori-sim-c_233.html. Contoh soal tersebut direview lagi karena ada satu dua jawaban yang salah. Saran, pelajari juga UU Lalin dan Peraturan Kapolri tentang SIM. Moga bermanfaat. Salam Kompasianer…!

Titik Balik Klienku dan vs bukopin kav50-51

Menelisik Integritas Ahok Soal Tuntutan Kenaikkan Upah Buruh

Ahok dan Teori Abraham Lincoln

Demo Buruh KASBI Tidak Egois

Perihal Klaim Asuransi

Advokat Korup: lalu bagaimana?

BIN:Waspadai-Penembakan-Anggota-POLRI

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 13 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 14 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 15 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 17 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Hujan Gol Warnai Kemenangan AS Roma dan …

Febrialdi | 7 jam lalu

“Tarian” Ahok dengan Derek …

Bhayu Parhendrojati | 8 jam lalu

Kita dan Lingkungan Hidup …

Alfarizi | 8 jam lalu

Gara-gara Anak Mencuri,Suami-Istri Dipecat …

Andi Akhmad Yusuf | 8 jam lalu

Memahami Cara Kerja Jurnalis …

Sugiyanto Hadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: