Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Yenny Martiani

belajar untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk masyarakat/ Ingin berkarir menjadi penulis/ dengan tulisan qt selengkapnya

‘Kontroversi Hati’ dan Artis Dangdut Kita

OPINI | 22 September 2013 | 14:16 Dibaca: 348   Komentar: 2   0

Bismillah..

Mulai lagi nih belajar nulisnya, sedari lama keinginan untuk menulis sebenarnya sudah ada, namun selalu tertunda dengan alasan pekerjaan dan prioritas

Sekaranglah waktunya, memulai lagi..semoga pembaca bisa memberi masukan dan kritiknya

Berawal dari pemberitaan mengenai kasus penipuan seorang “Vicki” yang akhirnya menyeret banyak nama artis dangdut “jadi-jadian”…saya merasa terpanggil untuk berkomentar, sebab merasa sedih, prihatin, lucu, dan berkali-kali mengucap Istigfar…sambil garuk2 kepala dan bertanya, “koq bisa ya??”

sebenernya saya asalnya tidak tahu, mengenai kehebohan berita ini, maklum jarang nonton acara gosip..(hehehe)

saya awal kali tau kasus ini, dari orang rumah yang ramai berkomentar tentang kasus “Vickinisasi”, seorang awam yang berlagak intelek, wajah biasa, tidak kaya, tapi ajaibnya bisa berhasil mengelabui banyak artis dangdut..sampai bisa melamar seorang pedanggut pendatang baru yang trend dengan nama Sazkia GOTHIC…alias Sazkia yang punya kemampuan bergoyang seperti itik.. (ya kurang lebih begitu pemaknaannya..)

makin diperhatikan di TV, pemberitaan itu makin ramai, dan banyak acara talk show yang akhirnya mengundang para artis, dan keluarga Vicki. Hingga satu malam saya melihat acara talk show Deddy Corbuzier, “Hitam Putih” yang membahas mengenai kasus ini.

saat itu Deddy mengundang empat orang penyanyi dangdut, yang katanya telah ditipu oleh Vicki, dan serunya dalam acara itu pun dihadirkan pengacara keluarga Vicki. singkat kata mereka penyanyi dangdut merasa dirinya ditipu, dan si pengacara hanya menertawai sebab jelas-jelas tidak satu orang pun dari mereka yang dirugikan secara materil..sehingga, keempat artis itu malah bisa dituntut balik dengan pasal pencemaran nama baik atau firnah..(klo ada, maklum saya bukan orang hukum)

sembari mencermati pembicaraan setiap narasumber yang kadang ga jelas arah pembiacaraannya, saya berpikir… (assseeek…)

saya sepakat dengan si pengacara, sebab jelas-jelas keempat artis ini memang tidak ada yang rugi secara material. Jika rugi perasaan mungkin bisa jadi, sebab jelas-jelas mereka sendiri yang tidak kritis,..ga berpikir panjang, dan yang paling parah, penyebab utama mereka bisa dikelabui adalah karena mereka itu SANGAT MATERIALISTIS..bahkan bisa jadi menjadi ISME alias materialisme..

sebab pandangan hidup mereka benar2 didasarkan pada segala hal yang bersifat MATERIAL..

Cara mereka menilai orang hanya dari apa yang orang itu miliki.. memang mereka beralasan itu kan wajar namanya juga PEREMPUAN.. (hellooo… saya juga perempuan, tapi ga segampang itu tuh). Pengakuan salah satu dari mereka ada yang sampai menerima ajakan orang tidak dikenal -Vicki-, untuk datang ke bali, dan selama 2 hari berada di hotel yang sama-parahnya kamar yang sama…pengakuan yang selainnya, dia pernah masuk ke kamar apartemen Vicki, yang baru dikenalnya melalui bbm-an saja.. WOW..separah itukah akhlak para artis dangdut kita?

benar-benar jadi-jadian…

sebentar menjadi penyanyi..sebentar menjadi penghibur para laki-laki berduit, anak pejabat tinggi, tinggal di apartemen bergengsi, mengendarai ferrari, dan tawaran operasi mempercatik diri.. (itu iming-iming yang dikatakan Vicki pada mereka)

hmm.. hanya dengan ucapan, diperlihatkan gambar lewat bbm , tanpa pikir panjang mereka langsung bersedia memberikan segalanya…

hufth… memang sebagian besar dari mereka memiliki pendidikan yang tidak terlalu tinggi,..tapi setidaknya bisa ingat rambu-rambu agama, dan norma susila..

ehm, tapi ragu juga sih, apa mereka tahu itu juga atau tidak..

Dunia..dunia….benar-benar memperdaya..

Ingat ah pembaca, kita masih punya masa setelah kita di dunia.. WASPADALAH!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Miss Sarah Ballard, Guru Inggris Madrasah …

Eddy Roesdiono | | 18 September 2014 | 12:24

Kritik kepada Mahfud MD …

Hendra Budiman | | 18 September 2014 | 13:21

Memperluas Keterbacaan Kompasiana Melalui …

Pepih Nugraha | | 18 September 2014 | 15:37

Tidak Ada Porter di Australia …

Roselina Tjiptadina... | | 18 September 2014 | 10:45

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 9 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 9 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Bawang putih, Penangkal Setan dan Halusinasi …

Mawalu | 7 jam lalu

Mengkritisi Struktur Kabinet Jokowi-JK …

Rusdianto Sudirman | 7 jam lalu

Bahagiaku …

Zahrah Al Syitaa | 8 jam lalu

Mendukung Pilkada Langsung untuk Pembangunan …

Muhammad Rezanda Al... | 8 jam lalu

Amnesti Bersyarat, Pemerintah Akan Lebih …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: