Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Sri Isnaini

Guru matematika SMPN 1 Kauman

Dengan Alat Peraga yang Abstrak menjadi Nyata

REP | 14 September 2013 | 05:50 Dibaca: 1006   Komentar: 0   0

Alat peraga dalam pembelajaran dapat ,Memudahkan memahami suatu konsep matematika, menjadi terampil dengan konsep matematika yang dikuasai, dapat memotivasi ketertarikan konsep matematika pada siswa, dan bias sebagai sumber belajar.

Misalnya kita belajar teorema Pythagoras dengan alat peraga sebagaimana materi diklat online kali ini

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, peserta diharapkan mampu:

1. mengetahui dan memahami bukti-bukti Teorema Pythagoras

2. mengenal contoh-contoh alat peraga Teorema Pythagoras dan cara penggunaannya

3. membuat alat peraga Teorema Pythagoras

4. membuat LKS untuk pembelajaran matematika SMP pada KI 3 KD 3.8 kelas VIII

Salah satunya dengan menggunakan alat peraga Pythagoras 3-4-5 seperti dibawh ini

Alat peraga model ini menggunakan segitiga siku-siku dengan ukuran 3 satuan, 4 satuan, dan 5 satuan atau kelipatannya.

Berikut ini adalah alternatif strategi pembelajaran dalam memanfaatkan alat peraga Teorema Pythagoras

1. Pada proses pembelajaran, guru hendaknya berperan sebagai fasilitator. Peserta didik harus aktif dalam mengaitkan antara fenomena yang terdapat pada alat peraga Teorema Pythagoras dengan Teorema Pythagoras

2. Guru hendaknya menyiapkan dan membuat alat peraga Teorema Pythagoras serta bahan-bahan penunjang yang diperlukan (misalnya Lembar Kerja/LK). Contoh LK terlampir

3. . Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok mendiskusikan satu alat peraga Teorema Pythagoras dan mengerjakan LK

4. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil yang diperoleh

5. Guru membantu menyimpulkan hasl diskusi dengan menggunakan pertanyaan yang mengarah

Selain alat peraga Teorema Pythagoras yaitu dengan tangram

Mengenal tangram dan variasinya, sehingga terinspirasi untuk menggunakan tangram dalam pembelajaran matematika di SMP sesuai dengan kurikulum 2013

Sesuai dengan kurikulum 2013, Tangram dan variasinya dapat dimanfatkan pada pembelajaran Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sebagai berikut.

Kelas 1

3.1 Memahami sifat-sifat bangun datar dan menggunakannya untuk menentukan keliling dan luas

4.7 Menyelesaikan permasalahan nyata yang terkait penerapan sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat, dan layang-layang

Kelas 2

3.6. Memahami unsur, keliling, dan luas dari lingkaran

3.7. Memahami hubungan sudut pusat, panjang busur, dan luas juring

3.8. Memahami Teorema Pythagoras melalui alat peraga dan penyelidikan berbagai pola bilangan

4.5. Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menyelesaikan berbagai masalah

4.6. Menyelesaikan permasalahan nyata yang terkait penerapan hubungan sudut pusat, panjang busur, dan luas juring

Kelas 3

3.6. Memahami konsep kesebangunan dan kekongruenan geometri melalui pengamatan

4.5. Menyelesaikan permasalahan nyata hasil pengamatan yang terkait penerapan kesebangunan dan kekongruenan

Tulisan ini saya tulis sebagai jurnal kegiatan Matematika materi “alat Peraga”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ajari Anak Makan Pagi yang Harmonis dan …

Gaganawati | | 27 February 2015 | 16:41

Mempertanyakan Kewenangan DPRD DKI Jakarta …

Hendra Budiman | | 27 February 2015 | 11:40

Peribahasa Indonesia yang Perlu Digugat …

Gustaaf Kusno | | 27 February 2015 | 15:40

6 Tahun, Kompasiana Sudah Jadi Apa? …

Hendra Wardhana | | 27 February 2015 | 15:22

Seramnya Jembatan Merah di Sleman, …

Mas Ukik | | 27 February 2015 | 13:18


TRENDING ARTICLES

Ingin Makzulkan Ahok, DPRD Malah ‘Gali …

Shendy Adam | 5 jam lalu

Inilah Anggaran UPS yang Buat Ahok Marah …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu

Ketika Ahok “Diangketin” DPRD …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Nasib Ahok vs DPRD, Akankah Seperti Risma? …

Ilyani Sudardjat | 10 jam lalu

Boikot Bali Blunder Terbesar Australia …

Rizky Febriana | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: