Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Hidayat Husnul

Belajar seumur hidup.

Logo HUT ke-68 Republik Indonesia Masih Monoton

OPINI | 01 August 2013 | 15:49 Dibaca: 949   Komentar: 0   0

Tidak terasa di akhir ramadhan ini kita memasuki bulan agustus. Di bulan ini kita akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tercinta yang jatuh setiap tanggal 17 agustus. Pada 17 Agustus 2013 nanti, negara kita akan tepat berusia 68 tahun. Bicara soal perayaan tentunya tidak terlepas dari sosialisasi oleh pemerintah, salah satunya melalui logo. Pemerintah RI melalui Sekretariat Negara telah merilis logo resmi perayaan HUT 68 RI. Logo tersebut dapat dilihat pada gambar berikut:

13753430341422360980

http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=6966&Itemid=202

Melihat logo tersebut, saya jadi teringat dengan buku @maswaditya yaitu Sila ke 6: Kreatif Sampai Mati. Pada salah satu babnya, ia mempersoalkan logo perayaan HUT RI yang dinilai tidak kreatif. Ada benarnya juga. Sudah 9 tahun kita memperingati HUT RI dengan tampilan logo yang mirip-mirip dari tahun ke tahun. Dari HUT ke-60 hingga HUT ke-68, logo perayaan selalu memuat 3 unsur utama yaitu: angka umur dengan jenis huruf dan posisi yang sama; tulisan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tipe huruf dan posisi yang sama; lukisan bendera Indonesia dengan bentuk yang sama.

1375343649800516703

http://www.kaskus.co.id/post/000000000000000739645491

Yang berbeda dari 9 logo tersebut hanya angka tahun, dan jumlah bendera yang setiap tahun selalu ditambah. Entah apakah jumlah bendera itu nantinya bakal terus ditambah setiap tahun hingga mencapai belasan, saya tidak tahu. Kalau saya mengibaratkan logo tersebut dengan kue ulang tahun, berarti yang diganti hanya angka lilinnya saja. Kuenya tetap sama XD

Yang jelas dengan logo-logo tersebut ada kesan bahwa atmosfer negara kita kurang kreatif, kaku, dan membosankan. FIFA yang mengurusi sepakbola sejagat pun mengadakan piala dunia dengan logo acara yang selalu berubah. Begitu pula dengan perayaan hari kemerdekaan Singapura dan Malaysia. Setiap tahun dirayakan dengan logo baru dan semangat baru. Namun untungnya, sepengetahuan saya belum ada kepala negara sahabat yang iseng-iseng mempertanyakan logo HUT RI selama 9 tahun terakhir ini.

Saya bukannya tidak menghargai logo HUT ke-68 RI ini. Konsep angka-bendera ini sebenarnya bagus dan simpel. Hanya saja ketika konsep ini dipakai terus selama 9 tahun, ya lama-lama eneg juga melihatnya. Seolah-olah tidak ada surprise dari pemerintah kepada rakyatnya. Seolah-olah untuk urusan logo perayaan istimewa saja tidak dikerjakan dan dipersiapkan dengan sepenuh hati. Seolah-olah tidak terselip harapan akan perubahan positif dari tahun ke tahun. Pada akhirnya persoalan logo versi monoton ini ditanggapi oleh sebagian masyarakat Indonesia melalui Kementerian Desain Republik Indonesia (belum/tidak sah) yang mengadakan sayembara logo HUT ke-68 RI. Ada 2 logo yang jadi favorit saya:


1375344899679102462

Maknanya sederhana, 68 tahun bangga berbangsa Indonesia. Dan yang kedua yang  menurut saya lebih keren adalah:

13753450002127583414

Menurut saya logo kedua ini mirip-mirip dengan logo Visit Indonesia yang lebih meriah dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Kata pembuatnya, susunan 13 lidah api membentuk angka 68, dan angka 6 membentuk siluet kepala burung garuda yang menjadi lambang republik ini (walaupun menurut saya paruhnya kurang garang sehingga jadi mirip kepala ayam. Tapi okelah :D). Untuk logo karya peserta-peserta lainnya dapat Anda lihat di sini.

Semua logo tersebut boleh didownload dan dikomersialkan secara bebas. Entah dijadikan hiasan meja, casing hp, stiker, pin, baliho caleg, spanduk partai, foto profil facebook, twitter, dll, yang jelas logo-logo tersebut harus disebarkan seluas-luasnya. Ini semacam bentuk “perlawanan” sebagian rakyat Indonesia terhadap kemonotonan negeri ini. Jika sebenarnya banyak pilihan logo perayaan yang bisa dibuat, lantas mengapa logo resmi perayaan kali ini harus sama dengan tahun kemarin? Saya dan juga mereka berharap agar tahun-tahun berikutnya logo resmi HUT RI dari pemerintah tidak lagi hanya sekedar copy-paste-edit konsep angka-bendera tersebut agar bisa lebih dibanggakan dan disenangi rakyat. Dirgahayu Indonesiaku, semoga kita semua menjadi bangsa yang kreatif!

Tags: hut 68 ri logo

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 2 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 7 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 9 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: