Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Ulil Abshor

always learning

Pengalaman Shalat Taraweh

REP | 19 July 2013 | 22:10 Dibaca: 171   Komentar: 0   0

Ramadhan 1434 H datang lagi. Alhamdulillah masih di beri panjang umur untuk bisa merasakan nikmatnya menjalankan ibadah2 di bulan istimewa ini. Saya ingin sekali bercerita tentang pengalaman saya shalat taraweh di beberapa tempat. Dan inilah kesan-kesan saya.

Saya mulai dari tempat paling barat yang pernah saya kunjungi. Kota Pekalongan. Di kota ini saya berkesempatan ikut jamaah shalat taraweh di masjid agung Kota pekalongan. Di sini shalat taraweh di pimpin oleh 2 orang imam seperti di Arab Saudi. Imam pertama membaca setengah awal sebuah juz. Selesai setengah juz di lanjutkan imam kedua. Saya sangat kagum dengan kemampuan hafalan kedua imam tersebut. Sepanjang juz tak sekalipun saya jumpai beliau berdua salah hafalan. Yang unik di sela-sela pergantian dari 2 rakaaat, ada yang memimpin membaca shalawat yang di lagukan dengan sangat indah sekali layaknya musik qosidah yang sering saya dengar di CD.

Pengalaman berikutnya di Masjid agung Semarang. Pertama kali mendengar suara Imam, saya sangat kaget suaranya seperti suara imam taraweh di masjid agug pekalongan?ternyata orangnya sama. Bedanya kalau di Semarang beliau menjadi Imam tunggal. Dari cerita yang saya dengar, dulu sang imam sering sekali di undang menjadi Imam di malaysia karena berkah bagusnya suara dan hafalan quran beliau.

Ke timur lagi saya shalat taraweh di Masjid Agung kota Kediri. Bacaan Juz alquran di sini sudah di mulai saat shalat Isya. Kemudian di lanjutkan dengan shalat taraweh. Dari segi hafalan, Imam di masjid agung kediri benar-benar memukau. Jika biasanya di masjid lain shalat taraweh 1 Juz, di sini bahkan sampai satu setengah juz. Saya kurang paham apakah artikulasi ataukah kualitas soundnya ataukah keduanya, saya sangat kesulitan mengikuti bacaaan imam. Bacanya cepat sekali dan cenderung berdengung. Tapi apapun hafalan beliau benar2 super lanyah alian lancar bin nglontok.

Di Kota malang saya shalat taraweh di masjid Agung Blimbing. Di sini imamnya masih sangat muda namun suara dan hafalannya sangat bagus. memang sesekali imam kadang lupa, tapi saya melihat di belakang belaiu ada teman-temannya yang saya yakin juga seorang hafidz quran membawa quran kecil di sakunya. Salut untuk Mas imam.

balik ke barat saya shalat taraweh di Trenggalek. Di sini saya salut sekali dengan kefasihan bacaan Imam. Shalat taraweh di pimpin o;eh dua orang imam. Bedanya di sini menggunakan surat2 pendek di rokaat awal dan surat al ikhlas di rokaat kedua. Dari lagu tidak ada yang istimewa tapi kefasihan beliau berdua benar2 membuat saya larut menikmati shalat taraweh.

Demikian pengalaman shalat taraweh saya. Pengalaman anda?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

Danau Linow Masih Mempesona …

Tri Lokon | | 21 April 2014 | 07:01

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 16 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 18 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 18 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 20 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: