Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Kartika Dewi

"Dream, Do, Make it true"

Opini :Anak Kecil Diajak Sholat Berjamaah

OPINI | 12 July 2013 | 11:15 Dibaca: 279   Komentar: 4   1

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh setiap muslim di dunia. Bulan yang istimewa karena penuh berkah, dimana Allah SWT membuka pintu ampunan sebesar-besarnya kepada seluruh umat. Banyak orang berlomba-lomba untuk mencari pahala, yang tadinya jarang ke masjid kalau Ramadhan jadi rajin ke Masjid berjama’ah, yang tadinya membaca Al-Quran jarang kalau Ramadhan tiba memperbanyak bacaan dan hafalan, yang tadinya tidak bisa mengendalikan hawa nafsu kalau bulan Ramadhan mau gak mau harus menjaga setiap perkataan dan perbuatan.

Nah, tulisan kali ini sekedar opini mengenai anak kecil yang diajak berjamaah solat di masjid. Pasti teman-teman sering menjumpai dan sering menjadi perbincangan kalau ada anak kecil suka ribut waktu sholat. Ada aja tingkah anak kecil waktu orang tuanya solat, ada yang lari-larian di atas sajadah orang lain bolak-balik, ada yang membunyikan mainannya sampai suaranya keras, ada yang suka melihat orang dewasa lain dari bawah waktu solat, ada yang naik ke punggung, ada yang bertengkar sama temannya dllsb..Namanya juga anak kecil…

Yang pertama, memperkenalkan anak kecil sejak dini mengenai agama merupakan hal dasar yang harus dilakukan setiap orang tua. Membiasakan membaca doa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, belajar kisah-kisah Nabi, diajarkan membaca Al-Quran, menghafal surat-surat pendek perlu dilakukan sejak dini, karena otak anak yang sedang berkembang sangat mudah sekali menerima suatu pelajaran. Termasuk diajak ke masjid untuk ikut berjamaah menurut saya bisa juga mengajarkan anak bagaimana itu sholat dan belajar memperkenalkan mana itu imam, dan menjadi makmum harus bagaimana agar kalau sudah dewasa terbiasa ke masjid untuk berjamaah. Setiap sholat Rasul juga mengajak buah hatinya untuk ikut berjamaah dan tidak melarang jika ada ibu-ibu mengajak serta putra-putrinya yang masih kecil waktu berjamaah..

Kedua, sering kali menjadi masalah jika anak-anak kecil membuat tidak nyaman orang dewasa lain saat beribadah. Lari-lari, gaduh, kadang menghilang yang membuat orangtuanya tidak konsentrasi waktu beribadah. Dan terkadang jugai, takmir masjid sampai harus mengingatkan berulang-ulang suapaya orangtua yang membawa anak kecil memperhatikan anaknya agar tidak gaduh waktu ibadah sedang berlangsung..

Nah, ini ada juga pendapat dari teman saya agar sisi postif dan negatif membawa anak kecil ke masjid bisa teratasi. Waktu jaman Rasul yang saya tahu, beliau sampai harus menggendong putranya waktu sholat, ini bisa juga dicontoh. Sebelum berangkat ke masjid anak harus berjanji gak boleh ramai di masjid nanti kalau ramai ada hukuman sendiri di rumah. Trus diusahakan si anak tidak jadi satu dengan temannya yang juga anak-anak karena jika sudah ketemu pasti si anak akan gaduh bahkan bermain dengan temannya. Diusahakan tidak membawa mainan yang menimbulkan bunyi-bunyian. Memakaikan pampers kalau-kalu di tengah ibadah anak minta diantar ke kamar mandi. Membawa botol minuman soalnya anak kecil sering kali kehausan, dan diberitahu kalau waktu sholat tidak boleh ramai. Bisa juga orangtua mengajarkan anak berjamaah di rumah dengan anggota keluarga yang lain, kalau memang si anak tidak bisa diajak kompromi :D

Tulisan ini sekedar opini, mungkin kalau ada yang kurang berkenan mohon koreksi..

Surabaya, 12 Juli 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 5 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 6 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | 8 jam lalu

Mendaki Gunung Merapi Tanpa Harus Cuti …

Mcnugraha | 8 jam lalu

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | 8 jam lalu

KIS Adaptasi KJS atau Plagiat JKN …

Aden Rendang Sp | 8 jam lalu

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: