Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Kupret El-kazhiem

Pelarian, Pengangguran, Soliter, Serabutan, Penduduk Bumi

Indahnya Tanpa FPI: Warung Tetap Buka Siang Hari dan Kami Tetap Puasa

OPINI | 11 July 2013 | 15:19 Dibaca: 2245   Komentar: 25   4

Di daerah kontrakan saya sekarang ternyata tidak terintimidasi oleh FPI. Mungkin bukan tidak, tapi belum. Ya, FPI dan FUI belum masuk ke lingkungan kami untuk mengintimidasi orang-orang yang membuka usaha rumah makan dan buka ketika siang hari. Padahal, tak jarang saya melihat orang-orang yang makan di siang bolong bulan Ramadhan. Tapi apakah itu artinya mereka tidak menghormati orang yang bulan puasa? Ternyata orang-orang di lingkungan kami sudah pada berakal dan tercerahkan, bahwa berpuasa dan tidak berpuasa adalah kewajiban pribadi serta tidak boleh memaksa orang lain untuk ikut berpuasa, terlebih memaksa dengan menggunakan kekerasan. Semoga memang tidak pernah ada FPI dan FUI di lingkungan kami.

Puasa adalah urusan pribadi-pribadi, dan orang-orang yang berpuasa di tempat kami juga tidak terbakar emosinya ketika ada orang-orang yang makan minum, atau merasa tidak dihormati. Mengapa bisa demikian? Karena tempat kontrakan saya terletak berdekatan dengan banyak kampus dan universitas sehingga orang-orangnya tidak lemah otak sehingga bisa asal main hakim sendiri, atau menggunakan dalil amr ma’ruf nahi munkar seenaknya.

Dalam surat Al-Baqarah: 217, “Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah….”

Kalau perang dalam bulan Ramadhan saja adalah dosa besar maka bagaimana dengan aksi kekerasan (Walaupun dibalut dengan dalih membasmi kemungkaran). Apalagi, negara sedang krisis dan warga pusing mikir sembako pada naik harganya, lalu ada orang sok jago bertindak seolah wakil Tuhan. Ada cerita dari seorang tetangga saya yang kebetulan non-muslim, di tempatnya dulu sangat susah mencari warung untuk makan siang. Akan tetapi, di tempat tinggalnya sekarang justru amat mudah. Dia tak perlu stok beras atau mie instan selama bulan Ramadhan. Andaikan seluruh warung nasi di lingkungan kami tutup di siang hari, pasti dia harus melakukan itu semua.

Karena saya orang baru di lingkungan ini, tadinya saya sempat berpikir bahwa lebih baik orang-orang pergi ke Bali kalau pas bulan puasa. Karena menurut saya cuma di daerah itu saja yang bebas dari aksi gerebek sana-sini selama bulan Ramadhan seperti yang dilakukan FPI-FUI. Namun ternyata di lingkungan ini syukurlah tidak ada FPI-FUI. Justru apa yang dikatakan sebagai hubungan timbal balik saling menghormati antara yang berpuasa dan tidak berpuasa sungguh terjadi.

Andaikan tiap daerah seperti ini maka kondisi selama Ramadhan tetap benar-benar aman tenteram. Sesama sipil dilarang saling merazia atas alasan apapun. Siapa saja yang menjalankan shaum tetap tulus dan tidak perlu ikut maksa orang-orang bershaum. Inilah wujud keberhakan setiap individu untuk menjalankan ajaran agama atau keyakinannya dengan bebas. Termasuk bagi orang-orang yang tidak menjalankan ajaran agama juga bernapas lega karena tidak adanya intimidasi. Perbedaan itu yang indah.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ke Mana Jati Jepara? …

Hany Jufri | | 26 January 2015 | 10:25

Jokowi dan Falsafah Jawa Ronggowarsito …

Daniel H.t. | | 26 January 2015 | 08:48

Belajar dan Uji Kemampuan Berbahasa Asing …

Ryan M. | | 26 January 2015 | 10:32

Kasian sama Selingkuhan Si Itu Tuh… …

Ifani | | 26 January 2015 | 08:20

[Video Promo] Selamat Datang di …

Kompasiana | | 09 January 2015 | 02:18


TRENDING ARTICLES

Tedjo Sindir Presiden Joko Widodo …

Muhammad Armand | 5 jam lalu

Jokowi vs PDI-P; Akankah Menghasilkan …

Ellen Maringka | 10 jam lalu

Inilah Lurah Cantik Sri Terlibat Dalam …

Edi Abdullah | 10 jam lalu

Jokowi Berkunjung ke Kudus, Tak Takut …

Masluh Jamil | 11 jam lalu

Membongkar “Kemunafikan” Pimpinan KPK …

Sang Pujangga | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: