Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Ramadhan 1434H Hari #1

OPINI | 10 July 2013 | 07:09 Dibaca: 89   Komentar: 0   0

Semenjak baligh, sudah sekitar 13 kali bulan Ramadhan aku lalui. Bulan yang sebenarnya sangat powerful untuk perbaikan dan pengembangan diri. Namun jujur, 13 kali Ramadhan yang sudah lewat itu tidak aku manfaatkan secara maksimal. Padahal aku tahu kalau waktu yang berlalu itu tidak mungkin terulang. Padahal aku tahu kalau pribadi yang berkualitas itu terbentuk dari proses secara konsisten untuk memanfaatkan waktu dalam hal – hal yang positif. Dan padahal aku pun tahu kalau Ramadhan adalah momentum yang sangat kondusif dalam pembentukan pribadi berkualitas itu.

Namun Alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan kepadaku untuk bertemu dengan Ramadhan 1434H ini. Aku tidak ingin Ramadhan 1434H ini berlalu sia – sia tanpa aku manfaatkan secara maksimal. Akan aku jadikan Ramadhan 1434H ini sebagai momentum untuk perbaikan dan pengembangan diriku. Dan aku tidak ingin jatuh lagi setelah grafik kualitas diriku naik.

Sebagai bukti aku berhasil menjalani Ramadhan 1434H dengan sukses, ada beberapa target dan program yang aku tetapkan untuk diriku, yakni:

1. Qiyamullail setiap malam tanpa bolong. Entah itu dengan shalat tarawih di mesjid secara berjama’ah atau pun shalat malam sendiri di kos – kosan.

2. Hafal Alquran juz 30. Ini adalah target yang aku tetapkan pada ramadhan sebelumnya dan belum bisa aku penuhi. Mudah-mudahan pada Ramadhan 1434H ini targetku untuk hafal juz 30 terpenuhi. Dan waktu untuk menghafal aku alokasikan di pagi hari setelah sahur sebelum adzan subuh.

3. Shalat shubuh berjama’ah di mesjid setiap hari tanpa bolong. Biasanya waktu antara sahur dan adzan subuh adalah waktu yang enak sekali untuk tidur. Program shalat subuh berjama’ah di mesjid ini juga bermanfaat untuk melatih kekuatan tekad dan kedisiplinanku.

4. Menjaga kesadaran, kebahagiaan dan lisan. Tiga hal ini menurutku merupakan hal yang penting dalam pembentukan kepribadian yang berkualitas. Dengan menjaga kesadaran kita akan merasakan anugerah kehidupan itu sendiri. Sadar akan kondisi saat ini dan di sini (now and here). Dengan menjaga kebahagiaan sebenarnya kita menunaikan hak asasi pribadi kita dalam hidup, bahwa semua yang kita kerjakan dalam hidup muaranya adalah supaya kita bahagia. Bahagia itu sebenarnya bisa kita dapatkan saat ini juga tanpa perlu syarat tertentu terpenuhi. Dan itu yang ingin aku latih. Adapun kemampuan mengelola lisan itu mencerminkan kualitas diri kita. Dan itu juga yang ingin aku latih.

5. Berlatih bahasa inggris dengan menjawab soal TOEFL minimal 1 jam setiap hari. Targetku adalah setelah Ramadhan 1434H ini, ketika aku mengikuti tes TOEFL PBT, aku mendapatkan skor minimal 550. Dan waktu yang bisa aku gunakan untuk berlatih TOEFL di bulan Ramadhan ini adalah sehabis shalat subuh sebelum berangkat ke kantor. Karena biasanya kegiatanku sehabis shalat subuh adalah tidur, maka latihan ini juga sangat berguna untuk mengganti kebiasaan burukku itu. Jujur aku akui selama ini aku terlalu banyak tidur. Dan itu yang ingin aku rubah.

6. Latihan fisik sebelum tidur malam. Tujuannya adalah untuk menjaga kebugaran tubuhku, dan, membentuk tubuhku supaya lebih atletis.

Mudah – mudahan apa yang aku targetkan dan program yang aku canangkan di Ramadhan 1434H ini bisa terpenuhi. Sebenarnya masih banyak program dan target yang ingin aku tetapkan di Ramadhan 1434H ini, tapi kalau 6 target itu saja bisa aku penuhi, itu merupakan pencapaian yang luar biasa dan starting point yang sangat bagus bagiku untuk lebih meningkat lagi kualitas kepribadiannya. Aku juga berharap, agar Allah mempertemukanku dengan belahan jiwaku di bulan suci ini, seseorang yang akan menjadi patner kehidupanku dunia akhirat, dalam ikatan suci yang diridhoi-Nya. Amiin…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: