Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Naeni Basri

Assalamu Alaikum Wr Wb Selamat pagi, Ketika anda membuka dan membaca tulisanku, mungkin ditempat anda bisa selengkapnya

Keutamaan Ramadhan

OPINI | 10 July 2013 | 06:35 Dibaca: 272   Komentar: 2   2

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirahim.
Segala puji bagi Allah Tuhan  semesta alam .  Salawat   dan salam terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad  SAW,  dan  seluruh  keluarga dan para sahabatnya serta ummatnya sampai akhir  zaman.

Alhamdulillah Allah  telah memberi kesempatan kepada kita sekalli lagi menjalani  bulan suci  Ramadhan, bulan  penuh berkah dan ampunan, serta  kemuliaan dari  Allah SWT, semoga  kita bisa memaksimalkan dan konsisten beribadah selama bulan Ramadhan ini.

Di sini penulis ingin  berbagi sedikit pengetahuan yang  kami punyai pada  pembaca tentang istiqomah ramadhan dengan  harapan kita dapat istiqomah melakukan ibadah sebulan  penuh.
Agar istiqomah melakukan  ibadah di bulan ramadhan, kita harus  melaksanakan dan mentaati  dasar–dasar ibadah.

Adapun dasar-dasar  ibadah adalah sebagai  berikut

1. Cinta Kepada Allllah
2. Takut kepada Allah
3. Keinginan keras mendapat pahala dan surga dari Allah SWT

Setelah menjalankan dasar-dasar beribadah, insya  allah kita  dapat  beristiqomah di  jalanNya.

Ada beberapa pengetahuan tentang  ramadhan yang  penulis  ketahui  yakni  tentang  keutamaan ramadhan dan berpuasa di bulan ramadhan.
Sebelum kita membicarakan tentang  keutamaan puasa di bulan ramadhan,  terlebih dahulu mengetahui tentang syarat-syarat  berpuasa:

Syarat Berpuasa :
Muslim
Baligh
Berakal.

Keutamaan Ramadhan.
Puasa bagi seorang muslim adalah wajib hukumnya  dan termasuk salah satu dari  rukun islam setelah Sholat  lima waktu

Di dalam  Surat al-Baqoroh tertulis :

Hai orang-orang  yang beriman diwajibkan atasmu berpuasa  sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar  kamu bertaqwa (QS:2:183)

Dari  Abu Haerah R.A. ,  Rasulullah bersabda.  Barang siapa berpuasa di bulan ramadhan karena  iman dan penuh taqwa,  akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa yang sholat malam pada  bulan puasa akan diampuni dosa-dosanya yang  telah lalu. (Bukhari dan Muslim)

Dari  Abu Haerah R.A,   Rasulullah bersabda. :  Apabila daatang bulan  pusa , dibuka  pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu  neraka. (Bukhari  dan Muslim)

Shaum Ramadhan
Istilah shaum (puasa) adalah menahan dari syahwat, yaitu mulut  dan kemaluan, tidak boleh makan maupun minum berhubungan suami istri,  menjaga angggota  badan dari perbuatan maksiat mulai dari terbit  fajar sampai terbenam matahari.

Puasa bukan saja  menahan lapar dan haus  saja  tetapi menahan perbuatan yang tidak baik  atau sia-sia dan perkataan kotor.

Seperti ditulis  pada hadist  HR Hakimi  : Puasa bukan hanya(menahan) makan dan minum saja, akan tetapi puasa juga (menahan)dari perbuatan sia-sia dan  perkataan kotor

Mari berpuasa di bulan ramadhan ini dengan istiqomah mentaati  perintahNya  menjauhi laranganNya.
Dan bersahurlah karena sahur itu adalah akhir  dari sepertiga  malam dan banyak berkahnya.

Makna Sahur

dari Anas  Abdukl Malik  Rasulullah bersabda. : Makan sahurlah  kalian, karena  sesungguhnya dalam makan sahur itu ada  berkahnya. (Muttafaq  Alaihi)

Pada  bulan ramadhan ini, selain berpuasa  sebaiknya kita menambah pahala dengan menyempurnakan ibadah , dan beramal seperti mengulang membaca Alqur’an dan bersedekah,  seperti apa yang  telah dillakukan oleh Rasululllah  SAW

Dari  Hadist  HR Bukhari : Rasulullah  SAW  adalah orang  yang dermawan. Beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.  ketika Jibril  menemuinya setiap malam di bulan ramadhan,  beliau sedang  mengulang membaca  Alqur’an.

Jadi kesimpulan dari keutaman ramadhan ialah :

Menahan lapar dan dahaga (haus)
Menahan nafsu birahi  (berbuat  maksiat)
Menahan mata dari hal-hal yang membatalkan puasa
Menahan amarah, menahan  mulut dari perkataan kotor
Sedikit catatan mengenai batalnya puasa seseorang menurut Syafi`iyah, yaitu:

Pertama:
Orang yang lupa, (di-)terpaksa, atau tidak tahu bahwa hal-hal tersebut bisa membatalkan puasa, maka puasanya tidak batal -meski yang dimakan itu banyak atau sedikit. Jadi kriteria batal menurut Syafi`iyah adalah adanya unsur kesengajaan dalam melakukan hal-hal yang membatalkan puasa tersebut.

Kedua:
Orang yang batal puasa tanpa udzur (halangan) harus tetap meneruskan puasanya hingga waktu buka.

Demikianlah sedikit apa yang penulis ketahui tentang  keutamaan Ramadhan,  semoga bemanfaat.
Wassalamualaikum Wr Wb

Marhaban Ya Ramdhan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Kinerja Warga Kubangwungan …

Roselina Tjiptadina... | | 21 December 2014 | 22:08

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Drama Proyek Jembatan Linggamas …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 12:32

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 1 jam lalu

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Ibu Melemparku ke Tiga Benua …

Sunaryoadhiatmoko | 13 jam lalu

Hari Ibu Selow Aja …

Ifani | 13 jam lalu

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: