Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Arimbi Bimoseno

http://arimbibimoseno.com

Seni Menulis Novel: Judul

OPINI | 07 July 2013 | 17:01 Dibaca: 504   Komentar: 13   6

1389379514291689811

Desain Logo by Arimbi Bimoseno

-

Lupakan perkara baik-buruk atau salah benar. Tidak ada judul yang baik atau judul yang buruk, begitupun tidak ada judul yang salah atau judul yang benar. Tidak ada judul yang menarik atau judul yang tidak menarik. Buat saya pribadi, saya mengikuti rasa nyaman saya dalam membuat judul. Rasa nyaman ini penting sebab menulis novel itu membutuhkan napas panjang, waktu yang panjang. Rasa nyaman akan membuat penulis betah berlama-lama menari dalam liukan kata-kata. Perkara menarik atau tidak menarik, biarkan sidang pembaca yang mengadilinya. Tugas penulis adalah berkarya dengan perasaan nyaman dan damai.

Hancurkan segala macam hambatan psikologis yang menyumbat kreativitas. Singkirkan segala macam hantu ini dan itu yang selama ini memasung kebebasan imajinasi. Pastikan rasa nyaman kita dalam berkreativitas. Kalau kita nyaman dengan karakter bahasa yang lembut misalnya, berjalanlah dengan itu. Tidak perlu pura-pura tampil dengan karakter bahasa yang bukan diri kita. Apa adanya saja. Nothing to lose.

Judul dalam sebuah novel bisa disebut kunci. Sebuah kunci yang akan membuka pintu masuk ke dalam ruang-ruang sebanyak ruang yang dibangun di dalam “rumah”. Judul adalah kata kunci yang didalamnya sudah terkandung konsep apa siapa mengapa dimana kapan dan bagaimana yang akan diterjemahkan dalam keseluruhan cerita.

Itulah mengapa, judul sebuah novel bisa juga disebut satu titik yang meledakkan segalanya. Dari satu titik judul, seorang penulis siap memasuki hutan belantara, membangun sebuah kehidupan baru di dalamnya.

Kapan menentukan judul sebuah novel, apakah di depan sebelum memulai menulis novel, di pertengahan dalam perjalanan penulisan, atau di akhir setelah sebuah novel selesai ditulis?

Ada yang namanya judul besar, judul kecil, judul alternatif atau apapun istilahnya. Tentu saja ketika mau menulis novel, di kepala penulis sudah tergambar sebuah judul, itulah yang namanya judul besar yang akan memandu perjalanan sang penulis. Dalam perkembangannya ketika dirasa menemukan judul yang lebih kuat, lebih relevan, lebih menarik, lebih menambah rasa nyaman, lebih berbobot, atau dalam bahasa bisnisnya lebih menjual, judul baru ini bisa disematkan.

Selamat berkarya dalam perasaan suka cita yang mendalam.

-

SENI MENULIS NOVEL

Novel Ditolak Penerbit Itu Bukan Masalah | Learning by Doing | Pertama Kali Bikin Novel | Kalau Mood Menulis Novel Lagi Ngedrop | Lebih Jauh tentang Tokoh dan Karakter (Watak) | Durasi | Siasat Mati Gaya | Emosi sebagai Bahan Bakar Kreativitas | Outline | Timeline | Jangan Mau Didikte Opini Publik | Ingatan adalah Perpustakaan | Melepas Kedirian | Tokoh versus Karakter | Faktor Kebetulan, Sad Ending, Happy Ending | Dari Napas Pendek Menuju Napas Panjang | Satu Titik Judul Membuka Kehidupan Baru | Filosofi mindhEARt bagi Penulis Novel

13731911781703368148My Page: mindhEARt - Seni Menulis Novel

-

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Rame-Rame Minum Air Sungai Cisadane …

Gapey Sandy | | 18 September 2014 | 23:42

Lebaynya Guguk-Guguk di Jepang …

Weedy Koshino | | 19 September 2014 | 07:39

Masukan Untuk Petugas Haji Indonesia …

Rumahkayu | | 19 September 2014 | 07:37

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Kita Nikah Yuk Ternyata Plagiat? …

Samandayu | 3 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 4 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 20 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Lari Pagi di Makati di Jalur yang Manusiawi …

Dhanang Dhave | 8 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Kita Nikah Yuk Ternyata Plagiat? …

Samandayu | 10 jam lalu

Lebaynya Guguk-Guguk di Jepang …

Weedy Koshino | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: