Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Harya Sengkuni

Kapan kita akan melakukan revolusi, Kawan Bejo?

10 Tanda Datangnya Bulan Ramadhan (di Indonesia)

REP | 06 July 2013 | 07:45 Dibaca: 645   Komentar: 10   3

Bulan Ramadhan (puasa) sebentar lagi datang. Bulan yang dinanti-nanti oleh umat Muslim di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Tetapi ada yang unik di Indonesia terutama tanda-tanda khusus yang menandai datangnya bulan Ramadhan.

1. Makin intensifnya iklan (terutama) sirup, bahan pembuat makanan (margarin, tepung, gula, keju, kecap, bumbu penyedap rasa), kue (terutama biskuit), sandal, dan sarung. Bukan berarti di bulan-bulan lain tidak ada iklan-iklan produk tersebut. Cuma menjelang bulan puasa iklannya jadi lebih intensif, lebih sering, dan tentunya dikemas dengan tema ramadhan. Yang paling khas adalah iklan sirup yang dibuat seperti cerita berseri mulai dari awal puasa, tengah-tengah puasa, dan akhirnya lebaran minumnya sirup itu terus (gak bosen apa??). Dan ditambah iklan promo bonus-bonusan selama bulan Ramadhan dari provider seluler. Anehnya kalau pas bulan biasa bonusnya dari jam 17.00-24.00 (pas orang pada istirahat, tidur), tapi pas Ramadhan malah dibalik dari jam 06.00-17.00 (pas orang-orang pada sibuk kerja atau pada tidur yang katanya ibadah itu). Harusnya pas Ramadhan justru kasih bonusnya tengah malam itu, waktu pada habis tarawih dan sahur. Niat kasih bonus gak sih? Kepruk sisan malah.

2. Makin banyaknya stasiun televisi yang menayangkan sinetron atau FTV bertema religi. Isinya ya standar lah, kalau gak tentang orang menderita yang berjuang dan akhirnya jadi bahagia ya tentang azab-azab gitu. Misalnya Tukang Siomay Naik Pesawat Liburan Ke Arab, Azab Suami Penjudi, Azab Istri Penggunjing, Azab Tukang Bakso Tikus, dan azab-azab yang lain.

3. Para penyanyi (baik solo maupun band) yang tiba-tiba (sementara) pindah aliran musik. Mereka berlomba-lomba membuat musik dan lagu religi. Ada yang bikin satu album penuh lengkap dengan video klipnya, ada yang cuma mengeluarkan single saja. Yang patut ditunggu untuk Ramadhan tahun ini adalah album religi dari Sm*ash, Coboy Junior, Cherrybelle, dan JKT48. Nyanyi lagu religi sambil jingkrak-jingkrak.

4. Makin banyaknya ustadz-ustadz yang muncul di televisi, terutama yang mengaku “ustadz gaul”. Mereka muncul dengan ciri khas masing-masing yang (sebagian besar) mengarah pada ciri khas humornya. Ada yang ciri khasnya nyeletuk “jama’aaaaaaah” dengan gaya agak melambai, ada yang ciri khasnya berpantun, ada yang ciri khasnya bernyanyi, ada yang ciri khasnya wajah ganteng (tapi masih tetep gantengan saya meskipun saya bukan ustadz), ada yang pakai bahasa-bahasa gaul yang sedang in, dan masih banyak lagi ustadz-ustadz “artis dadakan” dengan ciri khasnya masing-masing.

5. Ditayangkannya acara komedi saat jam sahur. Biasanya dimulai sekitar jam 2 sampai subuh. Isi acaranya ya standar saja : ngelawak dan bikin kuis yang pertanyaannya gak mutu (asalkan lucu dan nyenggol-nyenggol nama produk sponsor). Misalnya : gambar hewan apa yang terdapat dalam kemasan Kucing White Coffee? A. Kucing atau B. Kutu. Ya itu mah nenek-nenek yang lagi latihan kungfu juga tau kalau jawabannya pasti B. Kutu.

6. Perbaikan jalan, terutama jalan yang sering dijadikan jalur mudik saat lebaran nanti. Pertanyaannya : kenapa harus nunggu menjelang puasa atau lebaran? Memangnya orang kalau bepergian hanya saat puasa / menjelang lebaran saja? Kalau kata Mbah Sujiwo Tejo, Presiden Republik #Jancukers : IQ?

7. Makin menjamurnya (panu???) spanduk-spanduk ucapan selamat menunaikan ibadah puasa. (Terutama) dari para pejabat, politisi, anggota DPR, caleg, apalagi menjelang 2014 pasti makin banyak caleg dan politisi yang memanfaatkan Ramadhan untuk mencuri simpati masyarakat dan mendulang perolehan suara saat Pemilu nanti. Namanya juga politisi, apapun bisa dimanfaatkan untuk mempertahankan atau merebut posisi,termasuk agama. Ya gak, jama’aaaaaahhh??

8. Kembali menggeliatnya usaha kecil dan menengah terutama sekali yang memproduksi petasan dengan segala jenisnya. Mulai petasan yang kecil sampai yang besar, petasan cabe sampai petasan terasi (ini petasan apa sambel sih???), yang dibakar, yang dibanting, yang diledakkan di bawah, yang diluncurkan ke atas, yang keluar apinya sampai yang keluar asap berwarnanya, yang dinikmati sendiri sampai yang dilempar ke gerombolan cewek-cewek buat godain mereka (eeaaaa…modus). Jangan-jangan ada yang memanfaatkan BLSM untuk modal bikin petasan ya? Jiwa bisnisnya jalan tuh berarti. 5 jempol deh buat yang berpikiran seperti itu (pinjam jempolnya satuuuuu aja..punya saya kurang)

9. Makin boomingnya obrolan tentang THR (Tunjangan Hari Rabu..eh, Tunjangan Hari Raya maksudnya) dan cuti bersama. Masalah cuti bersama ini cuma ada di Indonesia apa di negara lain juga ada ya? Kalau cuti hari kejepit saya yakin cuma di Indonesia, kan begitu orang Indonesia, sukanya dijepit-jepit gitu. Senam aja aba-abanya : ayo ibu-ibu…jepiiiithhh…lepaaasshhh…jepiiitthhh…lepaaaassshh…jepiiitthh…eh keenakan dijepit gak mau dilepas. (mumpung belum puasa, nyenggol-nyenggol yang beginian gak bikin batal).

10. Nah, ini saya yakin cuma ada di Indonesia, khas Indonesia banget. Menjelang bulan Ramadhan, Islam di Indonesia tiba-tiba (sementara) terbagi jadi dua yaitu Islam Muhammadiyah dan Islam Pemerintah. Bukan lagi Syiah dan Wahabiah. Bukan lagi Imam Hambali dan Maliki. Bahkan bukan lagi Islam NU dan Islam Muhammadiyah. Tapi hanya ada dua : Islam Muhammadiyah dan Islam Pemerintah. Islam Pemerintah? Saya yakin 100% hanya ada di Indonesia. Dualisme ini biasanya berhubungan dengan penentuan awal puasa dan awal Lebaran. Selain itu juga mulai heboh lagi masalah melihat bulan dan menghitung hari (lagunya Krisdayanto bukan yak?). Belum lagi nanti pas tengah-tengah Ramadhan heboh sholat tarawih 8 rakaat atau 23 rakaat. Ya selama gak ada yang shalat tarawihnya 2 rakaat sih menurut saya it’s okay. Soalnya kalau dua rakaat itu namanya sholat subuh.

Nah, itu tadi 10 tanda datangnya bulan Ramadhan (di Indonesia). Unik kan? Memang unik dan aneh itu bedanya sangat tipis, sedangkan aneh dan gila bedanya juga sangat tipis, setipis yang merek Suter*thiiiiiiit. Untuk tulisan tentang tanda-tanda akan berakhirnya bulan Ramadhan tunggu 25 hari lagi ya (kalau ada yang lebih dulu nulis tentang itu, berarti nyuri ide dari saya, heuheuheu..).

Jadi, jama’aaaaaaaaaaah……!!!!!! Selamat menunaikan ibadah haji…semoga amal ibadah almarhum diterima di sisinya.(ustadz ora waras)

Solo_06072013

Puasa itu menahan nafsu. Semoga di bulan puasa gak ada yang bernafsu maki-makian lagi di Kompasiana.

Tags: ceritapuasa

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Makan Ikan Petrus dari Laut Galilea …

Andre Jayaprana | | 23 August 2014 | 00:20

Pihak Jokowi-JK Sudah Tepat Bila Mengadopsi …

Abdul Muis Syam | | 23 August 2014 | 03:40

Mana Gaya Manajemen Konflik Anda? …

Pical Gadi | | 23 August 2014 | 07:51

Goa Kalak Pertapaan Prabu Brawijaya …

Nanang Diyanto | | 23 August 2014 | 02:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Dapatkah MK Dipercaya? (2) …

Pecel Tempe | 11 jam lalu

Mulianya Hamdan Zoelva, Hinanya Akil Mochtar …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Ada Foto ‘Menegangkan’ Ibu Ani …

Posma Siahaan | 14 jam lalu

Mempertanyakan Keikhlasan Relawan Jokowi-JK …

Muhammad | 15 jam lalu

Pesta Perkawinan Mewah, Apa Ngaruh dalam …

Ifani | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: