Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Abu Basyir

"..menulis dan menulis.." itu saja

10 Amaliyah Dalam Mengisi Bulan Suci Ramadhan

REP | 06 July 2013 | 15:31 Dibaca: 637   Komentar: 0   1

1373107295582323176

Bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan datang. Sebagai seorang Muslim sudah sepantasnya lah kita berbahagia dan berdoa semoga di sampaikan ke bulan Ramadhan itu dimana bulan itu ditutuplah pintu neraka dan dibukakan pintu syurga.

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab & Sya’ban serta pertemukanlah kami dgn Ramadhan.” (HR. Ahmad & Ath-Thabrani)

“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian utk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka….” (HR. Ahmad)

Setiap kita pasti menginginka ibadah puasa di bulan Ramadhan nanti adalah ibadah penghapus semua dosa-dosa kita sehingga kita saat meninggalkan bulan Ramadhan nanti tidak memiliki dosa lagi seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya (Kembali fitri)

“Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan puasa Ramadhan dan aku telah mensunnahkan menegakkan shalatnya (tarawih) , maka barangsiapa berpusa dan menegakkannya mengharapkan ridho Allah SWT keluar dari dosa-dosanya seperti hari ibunya melahirkannya. (HR. Imam Ahmad/1572, Nasai /2180, Ibnu Majh/ 1318).

Untuk mencapai tujuan tersebut diatas, apa saja amaliyah yang harus kita lakukan dalam mengisi bulan suci Ramadhan agar kita dapat kembali fitri seperti bayi yang baru dilahirkan?

Pada tulisan ini, penulis akan sedikit menjabarkan 10 Amaliyah selama bulan Ramadhan. Disertai dengan dalil shohih yang menjadi acuan amaliyah ini. Rasulullah SAW menyuruh kita untuk mengamalkan amaliyah ini. Semoga dapat kita amalkan dan share kepada pembaca lain, semoga bermanfaat.

1. Berpuasa Di Bulan Ramadhan

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu. Agar kamu bertakwa” (Al -Baqarah:183)

Dari Anas bin Malik, ia berkata: “Bersabda Rasulullah : ‘Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar” (HR Bukhari - Muslim)

2. Sholat Tarawih / Qiyamul Lail / Sholat Witir Di Bulan Ramadhan

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (sholat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)

3. Tilawah / Membaca Alquran Di Bulan Ramadhan

“Orang yang lancar membaca Alquran akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)

4. Bersedekah Di Bulan Ramadhan

“Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4).

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu infakkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” (QS. Al-Baqarah: 215).

5. Memberi Makan Orang Yang Berpuasa (Tajil)

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

6. Ber-Umrah Di Bulan Ramadhan

“Sesungguhnya umrah di Bulan Ramadhan sama dengan haji atau haji bersamaku.” (HR. Al-Bukhari)

7. I’tikaf Di 10 Hari Terakhir Di Bulan Ramadhan

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Sesungguhnya Nabi SAW i’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan (HR. Imam Bukhari).

8. Mengintip Lailatul Qadar Di Malam Ganjil 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) keselamatan hingga terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5)

“Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil, malam 21 23 25 27 29) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari Muslim)

“Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dgn penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah maka diampuni dosa-dosa yg telah lalu.” (HR. Bukhari (4/217) dan Muslim (759)

Tanda Malam Lailatul Qadar :

“Pagi hari malam Lailatul Qadar matahari terbit tak menyilaukan seperti bejana hingga meninggi.” (Muslim (762)

Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma ia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “(Malam) Lailatul Qadar adl malam yg indah cerah tak panas dan tak juga dingin (dan) keesokan hari cahaya sinar matahari melemah kemerah- merahan.”(Thayalisi (394) Ibnu Khuzaimah (3/231) Bazzar (1/486) sanad hasan)

9. Membayar Zakat Fitrah (Sebelum Sholat I’ed) Di Akhir Bulan Ramadhan

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan buruk, dan sebagai makanan untuk orang-orang miskin.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah)

10. Berjihad Di Jalan Allah SWT

Menurut Ibnu Taimiyah (wafat tahun 728H) mendefinisikan jihad dengan pernyataan, “Jihad artinya mengerahkan seluruh kemampuan yaitu kemampuan mendapatkan yang dicintai Allah dan menolak yang dibenci Allah” (Majmu’ Al Fatawa, 10/192-193)

Sedangkan Ibnu Rusyd (wafat tahun 595 H) menyatakan, “Jihad dengan pedang adalah memerangi kaum musyrikin atas agama, sehingga semua orang yang menyusahkan dirinya untuk dzat Allah maka ia telah berjihad di jalan Allah. Namun kata jihad fi sabilillah bila disebut begitu saja maka tidak dipahami selain untuk makna memerangi orang kafir dengan pedang sampai masuk islam atau memberikan upeti dalam keadaan rendah dan hina” (Muqaddimah Ibnu Rusyd 1/369, kami nukil dari kitab Mauqif Al Muslim Minal Qitaal Fil Fitan, Utsman Mu’allim Mahmud cetakan pertama tahun 1416 H, Dar Al Fath 41 dan majalah Al Asholah edisi 21/IV/ 15 rabi’ul awal 1420 H hal. 43)

Demikian 10 Amaliyah selama bulan Ramadhan. Semoga kita kembali fitri seperti bayi yang dilahirkan oleh ibunya. Aamiin Ya Robbal ‘alamin…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 22 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 23 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: