Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Firman Pratama

Seorang pakar pikiran dan praktisi pendidikan yang membuat dua buah metode dahsyat yaitu Alpha Telepati selengkapnya

Kunci Utama untuk Mengubah Hidup Kita

REP | 05 July 2013 | 13:41 Dibaca: 169   Komentar: 0   0

Sebagian besar orang yang saya temui di kelas AMC memiliki tujuan untuk mengubah kualitas hidup mereka. Dari kualitas hidup yang menurut mereka kurang nyaman, kurang bahagia menjadi lebih baik. Bahkan ada seorang yang dirinya sudah memiliki sebuah bisnis tapi merasa tidak dapat menimati hidupnya sebab selalu dikejar-kejar dengan urusan bisnis. Saya selalu melihat apa motivasi masing-masing peserta dalam kelas saya agar saya bisa mendrive materi yang sesuai dengan tujuan mereka.

Mengubah kualitas hidup, memang inilah yang diinginkan orang bahkan mencari berbagai cara termasuk cara yang “aneh” dan “mistis” seperti bertapa di tempat sepi, melakuan ritual pesugihan mistis, puasa dan berbagai hal yang aneh lainnya. Semua itu dilakukan untuk mengubah kualitas hidup alias mengubah nasib, benar kan? Mungkin sebagian dari anda juga pernah melakukan “lelaku” itu dengan tujuan mengubah nasib dengan menggantungkan nasib ke orang pinter, ketika mereka mengatakan bahwa nasib anda dapat berubah jika mencari ayam berwarna hitam dan menyembelihnya.

Jika anda memahami, bahwa hidup anda sekarang adalah dampak dari diri anda sendiri dari keinginan anda maka pasti anda tidak mengeluh. Itulah kenapa Tuhan menyampaikan firmannya dalam sebuah ayat “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu berusaha mengubahnya sendiri”. Dari ayat ini jelas bahwa, untuk mengubah kualitas hidup kita harus dimulai dari diri kita dulu, diri kita yang mana yang harus diperbaiki? Data anda, memori anda yang terdapat dalam pikiran anda.

Isi dari pikiran anda sama halnya dengan data yang ada dalam harrdisk komputer, jika data itu banyak yang terkena virus maka tentu performansi kerja dari perangkat komputer kita menjadi jelek bahkan bisa rusak, benar kan? Coba anda mengingat-ingat lagi, data-data jelek yang ada dalam pikiran anda, yang tersimpan di memori anda. Tanpa anda sadari data-data itulah yang menghambat kemajuan hidup anda. Misalnya anda selalu mengingat data tentang kegagalan dimasalalu, kegagalan saat menawarkan produk ke orag lain, saat ditolak klien maka jika data-data ini saja yang selalu anda ingat, tentu sama saja anda membuka file-file yang buruk maka diri anda juga menjadi buruk.

Namun..efek sebaliknya sangat berbeda jika yang selalu kita ingat adalah file-file yang indah-indah saja,data-data yang baik dalam diri kita, saya yakin setiap manusia pasti pernah memiliki sebuah data yang baik, hanya terkadang kita saja yang lebih senang membesarkan data yang jelek, kita yang lebih sering mengeluh atas kegagalan yang sebenarnya kecil, kita yang sering mendramatisir suasana hati kita sendiri untuk meyakinkan diri bahwa diri kita pernah gagal dan susah untuk maju. Hal yang kecil dan jelek, selalu menjadi prioritas pikiran kita, akibatnya data itu seolah-olah menjadi penuh di pikiran anda akibatnya seluruh hidup anda menjadi jelek juga.

Kunci utama dalam mengubah kualitas hidup adalah dengan mengubah prioritas dalam pikiran anda, mulailah untuk mengingat-ingat hal-hal baik dalam hidup anda, walaupun kecil, perbesarlah dan buatlah lebih dramatis dalam diri anda sehingga dalam keseharian hanyalah hal baik yang terlintas dibenak anda sehingga diri anda akan selalu bersyukur kepada Tuhan. Nah..disaat bersyukur itulah maka kebaikan pada diri kita pasti dilipatgandakan. Tujuan dari program AMC untuk mengubah persepsi anda menjadi baik, indah dan mengindahkan sehingga dalam 1hari hidup anda akan berubah total, sebab untuk mengubah hidup sebenarnya bisa dilakukan secepat membalikka telapak tangan. Dalam sekejap hidup anda bisa berubah penuh warna kebahagiaan. Seperti salah satu ungkapan peserta AMC di jakarta tanggal 29Juni 2013 kemarin:

“Saya benar-benar bahagia sekarang, kalau kemarin hidup saya penuh dengan duka, saat ini bahkan sebelum selesai kelas AMC, hidup saya sudah terasa beda pak firman jadi penuh dengan kebahagiaan dan lepas semua beban saya, ringan ternyata begitu mudah mengubah hidup ini jika sudah paham kuncinya”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membatik di Atas Kue Bolu bersama Chef Helen …

Eariyanti | | 02 October 2014 | 21:38

Ka’bah dan Haji Itu Arafah …

Lidia Putri | | 02 October 2014 | 18:06

Kemacetan di Kota Batam …

Cucum Suminar | | 02 October 2014 | 17:06

Nasib PNPM Mandiri di Pemerintahan Jokowi …

Ali Yasin | | 02 October 2014 | 10:05

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Emak-emak Indonesia yang Salah Kaprah! …

Seneng Utami | 8 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 10 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Dahsyatnya Ceu Popong! …

Aqila Muhammad | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kopi Gayo, Kini Jadi Daya Tarik Wisata …

Syukri Muhammad Syu... | 7 jam lalu

Gara-gara Incest di Jerman, Nginap di Hotel …

Gaganawati | 7 jam lalu

Usul Gw kepada Anggota Dewan …

Bhre | 7 jam lalu

PKC # 3: Kekasih Baru …

Ervipi | 7 jam lalu

Ini Baru #Shame On You# Jika PSC Off Ticket …

Aprindah Jh | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: