Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Firman Pratama

Seorang pakar pikiran dan praktisi pendidikan yang membuat dua buah metode dahsyat yaitu Alpha Telepati selengkapnya

Kunci Utama untuk Mengubah Hidup Kita

REP | 05 July 2013 | 13:41 Dibaca: 170   Komentar: 0   0

Sebagian besar orang yang saya temui di kelas AMC memiliki tujuan untuk mengubah kualitas hidup mereka. Dari kualitas hidup yang menurut mereka kurang nyaman, kurang bahagia menjadi lebih baik. Bahkan ada seorang yang dirinya sudah memiliki sebuah bisnis tapi merasa tidak dapat menimati hidupnya sebab selalu dikejar-kejar dengan urusan bisnis. Saya selalu melihat apa motivasi masing-masing peserta dalam kelas saya agar saya bisa mendrive materi yang sesuai dengan tujuan mereka.

Mengubah kualitas hidup, memang inilah yang diinginkan orang bahkan mencari berbagai cara termasuk cara yang “aneh” dan “mistis” seperti bertapa di tempat sepi, melakuan ritual pesugihan mistis, puasa dan berbagai hal yang aneh lainnya. Semua itu dilakukan untuk mengubah kualitas hidup alias mengubah nasib, benar kan? Mungkin sebagian dari anda juga pernah melakukan “lelaku” itu dengan tujuan mengubah nasib dengan menggantungkan nasib ke orang pinter, ketika mereka mengatakan bahwa nasib anda dapat berubah jika mencari ayam berwarna hitam dan menyembelihnya.

Jika anda memahami, bahwa hidup anda sekarang adalah dampak dari diri anda sendiri dari keinginan anda maka pasti anda tidak mengeluh. Itulah kenapa Tuhan menyampaikan firmannya dalam sebuah ayat “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu berusaha mengubahnya sendiri”. Dari ayat ini jelas bahwa, untuk mengubah kualitas hidup kita harus dimulai dari diri kita dulu, diri kita yang mana yang harus diperbaiki? Data anda, memori anda yang terdapat dalam pikiran anda.

Isi dari pikiran anda sama halnya dengan data yang ada dalam harrdisk komputer, jika data itu banyak yang terkena virus maka tentu performansi kerja dari perangkat komputer kita menjadi jelek bahkan bisa rusak, benar kan? Coba anda mengingat-ingat lagi, data-data jelek yang ada dalam pikiran anda, yang tersimpan di memori anda. Tanpa anda sadari data-data itulah yang menghambat kemajuan hidup anda. Misalnya anda selalu mengingat data tentang kegagalan dimasalalu, kegagalan saat menawarkan produk ke orag lain, saat ditolak klien maka jika data-data ini saja yang selalu anda ingat, tentu sama saja anda membuka file-file yang buruk maka diri anda juga menjadi buruk.

Namun..efek sebaliknya sangat berbeda jika yang selalu kita ingat adalah file-file yang indah-indah saja,data-data yang baik dalam diri kita, saya yakin setiap manusia pasti pernah memiliki sebuah data yang baik, hanya terkadang kita saja yang lebih senang membesarkan data yang jelek, kita yang lebih sering mengeluh atas kegagalan yang sebenarnya kecil, kita yang sering mendramatisir suasana hati kita sendiri untuk meyakinkan diri bahwa diri kita pernah gagal dan susah untuk maju. Hal yang kecil dan jelek, selalu menjadi prioritas pikiran kita, akibatnya data itu seolah-olah menjadi penuh di pikiran anda akibatnya seluruh hidup anda menjadi jelek juga.

Kunci utama dalam mengubah kualitas hidup adalah dengan mengubah prioritas dalam pikiran anda, mulailah untuk mengingat-ingat hal-hal baik dalam hidup anda, walaupun kecil, perbesarlah dan buatlah lebih dramatis dalam diri anda sehingga dalam keseharian hanyalah hal baik yang terlintas dibenak anda sehingga diri anda akan selalu bersyukur kepada Tuhan. Nah..disaat bersyukur itulah maka kebaikan pada diri kita pasti dilipatgandakan. Tujuan dari program AMC untuk mengubah persepsi anda menjadi baik, indah dan mengindahkan sehingga dalam 1hari hidup anda akan berubah total, sebab untuk mengubah hidup sebenarnya bisa dilakukan secepat membalikka telapak tangan. Dalam sekejap hidup anda bisa berubah penuh warna kebahagiaan. Seperti salah satu ungkapan peserta AMC di jakarta tanggal 29Juni 2013 kemarin:

“Saya benar-benar bahagia sekarang, kalau kemarin hidup saya penuh dengan duka, saat ini bahkan sebelum selesai kelas AMC, hidup saya sudah terasa beda pak firman jadi penuh dengan kebahagiaan dan lepas semua beban saya, ringan ternyata begitu mudah mengubah hidup ini jika sudah paham kuncinya”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 13 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 17 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 21 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 23 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


HIGHLIGHT

Aku Muak!!! [Lisal] …

Singgih Swasono | 10 jam lalu

Kalau di Tokyo Berada di Stasiun yang Salah …

Andre Jayaprana | 10 jam lalu

High Lifestyle, Low Happiness …

Azzahra Khairunnisa | 10 jam lalu

Is It Date? di Rumah Sakit? …

Irma Sri Nurwati Ut... | 10 jam lalu

Uang Penglaris …

Isti | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: