Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Wahyu Hidayanto

Wong Ndeso, Wong Cilik, Rakyat Jelata yang Rindu Terwujudnya Keadilan dan Kemakmuran

Apa Saja Kepanjangan dari Singkatan BLSM?

OPINI | 30 June 2013 | 17:05 Dibaca: 2799   Komentar: 15   2

Walaupun isunya sudah agak lama, membahas BLSM menurut saya tetap saja seru. Namanya juga Bantuan Langsung Senang Menulis. Banyak sudah yang menulis tentang BLSM, ada yang pro ada juga yang kontra. Ada yang memandang pembagian BLSM itu positif, tapi tidak sedikit yang memandang itu negatif. Di sini saya akan mencoba mencari-cari kepanjangan dari singkatan BLSM. Agak ngawor, otak-atik gatuk. Kira-kira apa saja kepanjangan dari BLSM itu?

Pertama, BLSM : Bantuan Langsung Sementara Masyarakat, ini program dari pemerintah sebagai upaya untuk mengurangi kekagetan masyarakat miskin, karena adanya kenaikkan harga BBM, begitu kata pemerintah. Kalau para oposisi menganggap itu hanya akal-akalan partai penguasa untuk mendongkrak suara dipemilu 2014 nanti. Dengan membagikan uang untuk modal pencitraan, lumayan money politic yang tidak harus mengeluarkan uang dari kantong partai maupun kantong para kader partai.

Kedua, BLSM : Bantuan Langsung Senyum Merekah, sebagian rakyat miskin yang menerima bantuan tersebut langsung tersenyum merekah. Tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba-tiba diberi uang kagetan Rp 150ribu, lumayan bisa untuk tambahan uang saku. Bisa untuk bayar hutang, bisa juga untuk jalan-jalan ke pasar malam. Pokoknya tidak ada alasan untuk tidak tersenyum merekah bagi yang menerima BLSM.

Ketiga, BLSM : Bantuan Langsung Sangat Menolak, ada sebagian pihak yang sangat menolak untuk diberi BLSM, meraka lebih memilih BBM tidak naik. Tidak dapat BLSM tidak apa-apa, yang penting harga BBM tidak naik.

Keempat, BLSM : Bantuan Langsung Sebagian Meri, disebabkan tidak menerima BLSM sebagian rakyat miskin iri (meri). Sampai ada yang sampai unjuk rasa, seperti terjadi di Solo. Seorang ibu sampai menangis, dia merasa layak menerima BLSM, tapi malah tidak menerima.

Kelima, BLSM : Bantuan Langsung Sabar Mengantri. Dengan adanya program BLSM yang harus mengambil dana tersebut di kantor POS, rakyat diajarkan untuk sabar mengantri dengan tertib. Dengan sabar mengantri maka tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya diinjak-injak seperti ketika pembagian sembako atau daging gratis beberapa tahun yang lalu. Pokoknya tertib dan sabar mengantri adalah hikmah dari adanya program BLSM tersebut.

Keenam, BLSM : Bantuan Langsung Senang Menunggu. Kabarnya pembagian dan BLSM kemarin langsung Rp 300ribu untuk dua bulan. Jadi, rakyat harus menunggu dana tersebut cair lagi dua bulan mendatang. Tetap saja senang menunggu dana itu, lha wong cuma-cuma. Biasanya menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan, tapi kalau menunggu BLSM dirasa tidak masalah, tetap saja senang untuk menunggu.

Ketujuh, BLSM : Bantuan Langsung Suka Miskin. Program BLSM itu diperuntukkan untuk rakyat miskin. Biar tidak kaget dengan lonjakkan harga akibat dari kanaikkan harga BBM. Karena dana itu cuma-cuma, takutnya banyak orang yang mengaku miskin biar menerima dana tersebut. Ini juga bisa menambah angka kemiskinan. Kalaupun tidak menerima mereka pura-pura miskin dan protes kepada pemerintah. Kemarin pak menteri ESDM, Jero Wacik sampai kaget karena ada yang mengantri BLSM sambil BBM-an.

Kedelapan, BLSM: Bantuan Langsung Segera Menikah. Inilah yang paling diharapkan oleh para jomblowan dan jomblowati. Harusnya program tersebut harus juga dirasakan oleh para jomblowan dan jomblowati yang pengin segera menikah dan tidak memiliki biaya. Banyak yang bilang takut kalau biaya menikah juga naik. Berarti menikah juga harus disubsidi, tapi sayangnya belum ada.

Kesembilan, BLSM : Bantuan Langsung Sangat Mendidik. Program tersebut sangat mendidik, salah satunya mendidik untuk sabar mengantri. Pendidikan yang lain adalah pendidikan untuk menjadi peminta-minta. Soalnya enak bisa dapat uang cuma-cuma tanpa harus bekerja membanting tulang berhari-hari. Mendidik malas juga, soalnya tidak bekerja sudah bisa dapat uang. Semoga saya salah. Tetap yang paling berharga adalah mendidik sabar dan tertib dalam mengantri.

Kesepuluh, BLSM : Bantuan Langsung Semokrat Menang. Program ini mungkin salah satunya untuk pencitraan partai semokrat. Pemilu 2009 lalu juga pakai BLT, itu juga mendongkrak Partai Semokrat menang pemilu 2009. Kebetulan Partai Semokrat menjadi partai penguasa. Mungkin dengan program BLSM, mereka berharap Semokrat menang lagi dipemilu 2014 mendatang. Semoga saya tidak benar.

Demikian sedikit kepanjangan dari singkatan BLSM, utak-atik gatuk, yang bisa menjadi tulisan. Atau ada yang mau nambahkan lagi juga tidak masalah. Salam..

Sukoharjo, 30 Juni 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | | 22 October 2014 | 22:20

“Yes, I’m Indonesian” …

Rahmat Hadi | | 22 October 2014 | 10:24

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Presiden Jokowi Melanggar Hukum? …

Hendra Budiman | | 22 October 2014 | 17:46

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 10 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 10 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 10 jam lalu

MH370 Hampir Pasti akan Ditemukan …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Waspada Scammer di Linkedin, Temanku Salah …

Fey Down | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: