Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Gaganawati

Wanita Indonesia di Jerman, ibu rumah tangga, 3 anak; menanam kebaikan saja tidak cukup, teruslah selengkapnya

Tips Kamar Anak Selalu Bersih dan Rapi

OPINI | 29 June 2013 | 13:33 Dibaca: 1446   Komentar: 13   8

Memiliki tiga anak, membuat kami harus tegas dan memiliki banyak peraturan di rumah. Sebab di Jerman, semua pekerjaan harus ditangani oleh kami sendiri tanpa bantuan pembantu seperti halnya yang menjamur di tanah air. Harus mandiri. Sekali minta bantuan baby sitter, tukang bersih-bersih atau tukang membetulkan ini-itu, tariffnya mahal. Paling tidak 10€ per jam. Bayangkan kalau harus melakukannya setiap hari atau setiap minggu. Setahun sudah berapa?

OK. Salah satu peraturan dari sekian banyak yang kami buat dirumah, yakni mengunci pintu kamar tidur anak. Tips ini menjadi bermanfaat bagi saya dan manjur. Meringankan beban membersihkan dan merapikan kamar anak yang jumlahnya tiga buah. Yuhuu!

13725059431505554396

Dikunci, kamar jadi rapi dan bersih

***

Kamar anak selalu berantakan

Kamar anak di rumah kami ada tiga buah. Satu kamar untuk mbak Nowa selantai dengan kamar tidur kami, dilantai dua. Kamar mbak Nen dan mas Kepin di lantai tiga.

Anak kami sudah tergolong besar 13, 7 dan 4 tahun. Tapi tetap saja, masih suka memporak-porandakan rumah dengan mainannya, buku, jaket, sepatu dan sebagainya berserakan dimana-mana. Kreatif.

Lima menit saya baru selesai membersihkan lantai satu, mereka sudah ngawut-awut kamar mbak Nen di lantai tiga. Mereka membuat Germany’s next top model. Bergaya bak model Jerman dengan selendang, selimut, topi, baju dan masih banyak lagi. Sudah disuruh merapikannya dan selesai, mereka pindah ke kamar adik ragil dilantai dua, bermain ibu dan anak. Buat omah-omahan, membangun rumah-rumahan dengan bantal, guling, selimut, kursi ….

Sudah berkali-kali diperingatkan masih juga bandel. Padahal mereka tahu betul, ibunya kerja keras membersihkan tiga lantai sendirian. Belum kebun, memasak, menyetrika dan masih banyak kerjaan mengantri lainnya. Ayah hanya membantu kalau pekerjaannya sudah selesai atau saat liburan.

Membersihkan dan merapikan kamar tidur bersama

Sesudah kami merapikannya, mereka pindah ke kamar kakak sulung. Mereka bermain akrobat. Bantal, selimut ditata sedemikian rupa agar tidak cidera saat koprol atau gerakan lain. Laaaa … saya persilahkan akrobat di kebun saja atau nanti kalau hari senam telah tiba di aula kampung. Bersih-bersih dan rapi-rapi lagiiiiii … Huuuuh. Boyoke, rek, pinggangnya capek.

Memang anak-anak bisa membantu, yahh … namanya anak-anak belum sempurna jadi harus dilakukan dua kali oleh saya.

Sebenarnya bisa memberi mereka pengertian bahwa kamar tidur hanya untuk tidur, namun, namanya anak-anak, kalau mamanya pergi sebentar … masuk, deh. Mumpung tidak ada mama!

Arggggh … yang paling mengerikan memang kamar tidur. Mereka bisa membuatnya seperti kapal pecah hanya dalam waktu barang lima menitan. Sudah dibersihkan dan dirapikan lalu ketiganya bermain bersama, berpindah dari satu kamar ke kamar lainnya … walhasil … bom meledak. Ya ampuuuuun … tobat!

“Ayo bersih-bersih dan rapiin, lagi … Nak.”

1372506260750458311

Rapikan sandal+sepatu depan kamar tidur

Tips: kunci pintu kamar anak

Ya, sudah. Saya berdiskusi dengan suami untuk meminta pendapat apakah boleh saya mengunci kamar anak-anak usai bangun pagi dan membukanya pada malam hari sebelum tidur untuk menghindari pekerjaan tambahan membersihkan kamar? Belahan jiwa saya mengangguk. Horeeeeeeee ….

Begitulah, setelah memberi pengumuman kepada anak-anak bahwa kamar tidur akan dikunci dan hanya dibuka pada malam hari atau ketika butuh ingin mengambil sesuatu dikamarnya, peraturan itu berlaku.

Mulai saat itu, saya tidak perlu repot membersihkan dan merapikan kamar. Merapikan selimut saja cukup, tutup pintu lalu kunci rapat-rapat. Kunci ada ditangan mama. Dan mereka menurut karena melihat faedahnya berkhasiat bagi semua. Kami hanya banyak merapikan ruang bermain dan ruangan lain. Kamar tidur, tidak. Hehe.

1372506013638386024

Kunci pintu dirumah ada duapuluhan

Bagaimana jika mereka ingin belajar atau bermain?

Saat belajar, di meja dekat ruang tamu. Selain saya bisa mengawasi, kalau ada pertanyaan bisa saya bantu. Jadi, anak-anak belum belajar di kamarnya sendiri. Kalau disana, biasanya tidak dikerjakan karena bermain atau lupa, terlena dengan aktivitas lain di kamar.

Untuk bermain, toh kami memiliki ruang kamar khusus bermain lengkap dengan permainan dilantai tiga. Belum lagi kebun yang luas dengan segala permainan mulai dari ayunan, trampolin, rumah-rumahan, prosotan sampai bak pasir. Ada lagi tuh, hutan buat jalan-jalan sama kawan-kawan, asyik tuh. Naik sepeda, bobby car, otoped … atau berkunjung ke rumah teman/tetangga juga bagus untuk sosialisasi ….

***

Entah apakah ini bisa diberlakukan di rumah kompasianer yang memiliki anak-anak banyak dan masih kecil-kecil. Apalagi ada pembantu ya? Yang patah tulang bisa pembantunya saja, bukan pemilik rumah. Alias tidak repot, tahu bersihnya. Lain dengan kami di negeri rantau yang harus mengantisipasi dan mengaturnya sendiri.(G76)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 8 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 9 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 10 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: