Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Yuliana Aghata

Pokoknya menulis!, salah hurup, titik, koma dan kata biarlah. yang penting replexy jiwa dan otak. selengkapnya

Perbandingan Harga Bahan Pokok Belanda, Indonesia

HL | 26 June 2013 | 22:26 Dibaca: 2049   Komentar: 64   15

13722747961254148884

Ilustrasi/Admin (Kompas.com)

Di sini saya tegerak untuk membuka mata kepada para penguasa di tanah air di mana saya membandingkan penhasilan dan harga-harga yang beredar di pasaran yang paling penting adalah Sembako maka kita akan menjadi tercengang di buatnya karena di Tanah air orang berpenghasilan minus tapi harga-harga yang mendasar bisa di atas harga di Belanda yang penghasilannya bisa saya uraikan di bawah ini.

Di Belanda orang yang berpenghasilan dengan pekerjaan serabutan seperti tukang bersih-bersih atau cuman tukang kuli bangunan kalau mereka mau bekerja keduanya antara suami istri dan mau bekerja sehari penuh dari jam 8 pagi sampai jam 5 pagi dan seminggu penuh dari senin sampai jumat, maka mereka bisa mendapatkan penhasilan atau gaji RP 25 juta malah kadang lebih tapi kebanyakan kalau istri bekerja di sini tidak full karena mereka harus mengurus rumah dan anak dan sebagianya dan ibu-ibu di sini kalau bekerja hanya tiga hari per minggu atau tiap hari tapi hanya sampai jam setengah dua siang saja mengingat harus menjamput anak-anak dari sekolah jam tiga.

Kemudian yang jadi menarik adalah mereka mendapatkan gaji kalau istri bekerja part time atau tidak seminggu penuh tapi suami bekerja sehari penuh dalam seminggu penuh senin sampai jumat. mereka berdua bisa mendapatkan Rp 15 sampai Rp 20 juta lebih dengan jaminan mereka berdua sudah mempunyai dana pensun dan tidak di pusingkan oleh biaya pendidikan anak-anak karena sekolah gratis juga asuransi dan tunjangan dana rumah tinggal masih di bantu mengingat gajinya termasuk di bawah standar atau rendah.

Melihat perbandingan gaji dengan kedua kasus yang sangat mencolok tersebut  yakni yang satu daerah dengan upah minimun Rp 2,2 juta atau kurang dan tanpa ada dan pensiun ini itu juga pendidikan yang belum jelas mungkin ada yang gratis atau tidak dan menghadapi harga-harga di pasaran yang saya comot beberapa yang mencolok di sini yakni harg

Upah minimum rata-rata di Belanda Full time Rp 11-15  netto juta belum di tambah cicilan  pensiun tunjangan rumah, tunjangan sekolah anak dan dana bantuan asuransi

upah minimum di Jakarta dan sekitarnya ump Rp 2,2 juta netto

Harga-harag bahan pokok di keduan negara

harga ayam di supermarket Herro Rp 49,900/kg dan di Belanda di supermarekt 2,99 euro= Rp 36.17

Udang macan                    Rp 172,990/kg      di Belanda  harga normal  Rp120,000/kg  kebanyakan harga                  yang kita beli harga diskon yang sering terjadi yakni Rp 90,000

Daging bief stuk                Rp 199,990           di Belanda bief stuk kwalitas terbaik   Rp 120,000

Daging tetelan/murah Indonesia Rp 60,000 ribu               ”’    Dging murah berlemak   Rp 45,ooo

dan harga yang sangat murah di sini adalah bawang bombai dan kentang yang sangat di luar kemungkinan untuk di dapat di tanah air saat ini, yakni per lima kilo harganya  Rp 30.000 rupiah saja.

Dari harga-harag perbandingan di atas, di Belanda sudah mengalami kenaikan karena crisis, sebelumnya lebih murah lagi.

Melihat beberapa harga yang saya bandingkan tersebut di atas tadi kesimpulannya  akan sangat sulit di tanah air untuk memenuhi kebutuhan empat sehat lima sempurna kalau melihat harga yang ada si supermarket di tanah air tidak bisa di jangkau oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. mungkin saja jawabannya, ya tak perlu ke supermarkat di pasar tradisional tempat masyarakat kelas menegah ke bawah bisa menemukan harga murah yang terjangkau oleh mereka.

Kalau pasar yang murah  di sini Belanda juga ada, dan lebih murah dari supermarket yang bukanya dua kali dalam seminggu yakni setiap hari sabtu dan selasa untuk daerah Rotterdam dan tiap propinsi beda harinya. di sini ada pasar tadisionl dan  harga-harga di pasar tradisional  lebih murah tentunya dari supermarket malah  banyak lagi ragamnya tiap minggu jenis yang di jual bisa berbeda dari sayuran dan buah yang di datangkan dari berbagai negara. kadang kalau kami belanja di pasar tersebut keraf mendapatkan harga diskon yang sangat murah yang hampir tak dapat di perolah di tanah air menurut pengalaman kalau kami belanja di pasar tanah air dulu.

Kebanyakan memang memasuki keadaan crisis sperti ini masyarkat menengah ke bawah bebelanja di pasar tradisional tapi bukan berarti mereka tak mampu berbelanja di supermarket dan tak bisa memenuhi asupan empat sehat lima sempurna, mereka  tetap bisa dan sudah menjadi keharusan kalau susu dan daging serta buah menjadi menu keluarga sehari hari juga mereka lebih perhitungan karena mereka menginginkan biaya ektsra selain membeli bahan pangan di supermarket , yakni mereka ingin berlibur bersama keluraga wlaupun mereka mendapatkan uang atau gaji ekstra untuk berlibur tapi itu hanya bisa di gunakan oleh dirinya si pekerja tersebut.selebihnya anak-anak mereka harus menyisihkan sendiri dari pendapatan perbulan.

Juga kalaupun alasan masyarakat menengah belanjalah di pasar untuk kebutuhan pangannya, apakah mereka di tanah air juga mampu membeli kebutuhan empat sehat lima sempurna meskipun belanja di pasar?, saya pikir tidak kalau melihat berapa mereka mendapatkan gaji per bulan dan berapa harga-hara bahan pokok yang bisa di katakan sehat dan memenuhi syarat vitamin dan kaslium. karena harga di pasaranpun belum bisa mereka membeli dan makan daging meskipun daging ayam pabrik atau builer dalam rutinitas setiap hari atau minimalnya setiap minggu. belum susu dan lainnya.

Melihat betapa kontrasnya harga-harga yang di terapkan di tanah air dan melihat penghasilan rata-rata msayarakat di tanah air maka kesimpulannya masih lebih dari 50% dari penduduk di tanah air akan sulit memenuhi kebutuhan makanan sehatnya mengingat pendapatana tak sesuai dengan harga-harga di pasaran. kalaupun jawabannya masih banyak ko masyarakat yang mampu berbelanja dan memenuhi kebutuhan empat sehat lima sempurnanya meskipun harus berbelanja di supermarket  sekalipun, ya itu perlu di kaji ulang berapa jumlah penghasilannya per bulan dan kalau jumlahnya tak mungkin dan tak ada usaha sampingan lainnya maka bisa di pastikan kalau ada yang perlu di pertanyakan dari mana masyarakat yang mamapu berbelanja mahal tersebut mendapatkan uangnya dan terjadi jurang si kaya dan miskin menjadi piramida gunug es atau bola salju yang bregulir dari zaman dulu sampai sekarang.

Bukankah peningkatan perekonimian suatau negar di imbangi dengan kemakmuran rakyatnya?, kenpa kejadiannya malah tak berubah ketika saya kecil dulu kalau makan daging adalah suatu yang istimewa.

Semoga pihak yang bersangkutan  meninjau kembali harga-harga yang di luar jangkawan rakyat dan golongan menengah untuk mensejahterakan dan menyehatkan masyarkatnya.

bukankah dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat?

ini saya lampirkan perbandingan daftar harga-harga yang bisa di lihat perbedaanya tinggal di kalikan dengan nilai euro saat ini.

supermarket Belandahttp://bas-van-der-heijden.folderz.nl

supermarket hero indonesiahttps://www.hero.co.id/hero/data/user/promotion/doc/en/Hero-ThailandFair.pdf

Catatan, Belanda adalah salah satu negara termahal di Eropa

semoga bermamfaat

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 8 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 11 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 14 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 14 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | 8 jam lalu

Surga Kecil di Sukabumi Utara …

Hari Akbar Muharam ... | 8 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Sono Cook | 8 jam lalu

Si Jangkung Tokyo Sky Tree …

Firanza Fadilla | 9 jam lalu

Pompadour …

Yulian Muhammad | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: