Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Pephit Berchmmans

Born to WRITE... I am a writer... Without writing I am not a (hu)man..

Mengalahkan Ego

OPINI | 18 June 2013 | 00:29 Dibaca: 269   Komentar: 0   0

MENGALAHKAN EGO

Pertama: Apa itu Ego?
waktu kelas 2 SMP saya dapat pelajaran Bahasa Latin.
itu, kali pertama saya melafalkan kata “ego” dengan sesadar-sadarnya.
“Ego”, semacam pintu masuk ke dalam bahasa yang terbilang cukup rumit dipahami.
“Ego” punya sederet saudara sepupu: mei, mihi, me, me.
tentu berdasarkan kasus yang dibutuhkan.
cukup rumit memang, makanya kubilang bahasa yang satu ini cukup rumit dipahami…
“Ego” memiliki arti yang sederhana, yaitu “AKU”.

saya bertemu lagi dengan “Ego” saat sudah duduk di bangku kuliah.
tapi bukan dari pelajaran Latin, tapi Psikologi.
Setiap orang yang belajar psikologi, pasti mengenal “Ego”.
saya sungguh ingat,
psikolog dari aliran psikoanalisis-lah (tepatnya Sigmund Freud) yang memakai kata ini.
Kalo disilsilahkan, Ego itu kakaknya “ID” dan adiknya “Super Ego”.
jika tak salah ingat, “Ego”-nya Opa Freud itu menunjukkan ke diri juga.
Mungkin “self”.

Akhirnya, saya sepakat meski sepihak:

Ego adalah diri kita sendiri….

Kedua: mengapa ego harus dikalahkan?

Pergulatan terbesar pribadi yang sadar eksistensi adalah bagaimana mengalahkan diri sendiri.

Pribadi disebut otentik hanya seandainya ia memahami esensi kemudian eksistensinya.
Pribadi jenis ini tahu betul cara beradanya di dunia.
tidak terlalu gegabah jika kupetik lagi pepatah kuno
dalam tulisan sebelumnya “24: Dua Puluh Empat
Bunyinya begini: “No man is an Island“.

Pribadi, menjadi otentik hanya dan jika hanya berada bersama pribadi yang lain.
Ia berada secara sosial (homo socius).
Pribadi disebut manusia jika ia bersanding bersama pribadi yang lain,
dan hanya melalui itu ia menemukan makna atau arti keberadaannya.
singkatnya, pribadi bukanlah manusia jika ia hidup seorang diri.

Cara berada manusia yang mutlak membutuhkan pribadi yang lain,
memaksa manusia untuk selalu berhubungan dengan yang lain.
Pribadi memiliki karakter dan kemauannya sendiri. Inilah alasan mengapa pribadi dicap UNIK.
Kawan pasti tahu, keunikan tiap pribadi tidak dapat disamakan begitu saja.
Keunikan hanya dapat diakui dan dikolaborasikan.
hasilnya menjadi harmonis. Indah bukan?

Ketiga: Karena Manusia mutlak hidup bersama pribadi yang lain !!!
Dalam menggapai HARMONIS, tentu “Ego” dipertaruhkan.
Karena “self” itu unik, ia berkarakter kuat.
Kata orang, “self” itu banyak maunya.
kadang terlihat seperti anak kecil. mau yang ini dan mau yang itu…
kemuannya tak terbendung.
mungkin hanya terbendunga dengan jenis kemauan “self” yang lain…
itulah dasar kenapa “Ego” dipertaruhkan di sini….

Satu hal yang pasti untuk menggapai KEHARMONISAN..
Ialah: Mengalahkan EGo.
Ya, mengalahkan kemauan yang ini dan itu..
karena yang ini dan itu selalu bersifat liar..
karena mereka liar, berpotensi untuk menghancurkan…

Pada akhirnya,
mari kita jinakkan kemauan-kemauan liar kita kawan…
dengan ini, kita sungguh menjadi manusia yang ber-socius..
kita pasti telah mengalahkan EGO lalu terbit sebagai pribadi otentik…

Selamat berjuang !!!!

Kontrakan, di penghujung malam……
Senin 17 Juni 2013
(Tulisan ini, telah diposting dalam blog pribadi saya: http://freipephit.blogspot.com/2013/06/mengalahkan-ego.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 9 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 11 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 12 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 13 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 10 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 10 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 10 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 11 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: