Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Buku dan Internet, Mana yang Kamu Suka?

REP | 15 June 2013 | 07:05 Dibaca: 287   Komentar: 13   7

1371254075662840787

Banyak orang mengatakan, buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku maka anda akan melihat dunia. Itu dulu waktu belum ada internet. Sekarang ini, internet bisa jadi jendela dunia. Bahkan lebih dari itu. Dengan melalui internet anda akan melihat dunia yang sebenarnya, dan lebih cepat dari membaca buku. Hanya saja masalahnya, tak semua penulis mau memberikan gratis tulisannya di internet dalam bentuk buku digital. Mau berbagi ilmunya secara gratis. Kalau sudah begitu buku menjadi temanku dan internet adalah sahabat informasiku. Pilih Mana, Buku atau Internet?

Orang pasti akan memiliki banyak alasan. Biar internet telah merambah dunia dan keberadaannya diperlukan orang, buku tak akan hilang dimakan jaman. Sebab tak semua informasi dapat diperoleh dengan mudah di internet. Tak semua isi buku ada informasinya di internet. Mungkin kita bisa menemukan beberapa buku dalam dunia internet secara online, tetapi kebanyakan buku yang kita suka justru berada dalam dunia nyata. Kita harus mencari informasinya secara offline. Berusaha membelinya di toko buku dan membacanya sambil menunggu rasa kantuk menyerang tubuh. kata orang, bila anda sulit tidur, maka bacalah buku! Pasti anda akan tertidur setelah membaca beberapa lembar, hehehe.

Internet adalah sahabat informasiku

Ada seorang teman kuliah di pasca yang sedang mengerjakan penyelesaian thesis dan desertasi malas beli buku, malas baca buku, dan malas pula pergi ke toko buku. Baginya cukup mencari informasi saja di internet. Alhasil, dia tak mendapatkan teori secara utuh, sebab tak semua informasi ada dalam dunia maya. Kalau pun ada, hanya sepotong-sepotong dan kita harus kerja bakti merajutnya menjadi informasi yang kita perlukan. saya yakin, bila pembimbingnya jeli, maka karya tulis ilmiah itu tak akan lolos dalam sidang.

Bagi negara yang sudah maju, buku-buku bagus diberikan cuma-cuma di internet. Para pembaca bisa membacanya secara online. Bahkan kita bisa mengunduhnya secara gratis. Tetapi buat buku-buku di negara kita, rasanya amat sangat jarang diberikan secara cuma-cuma di internet. Termasuk juga buku-buku dari kementrian pendidikan nasional, yang katanya memberikan buku gratis secara online. Tapi kenyataannya, masih jauh panggang dari api. Mengunduhnya saja bisa sambil makan tiga piring dengan akses internet yang lemot. Ups…mohon maaf jadi mengkritik nih!

Seperti misalnya kita memerlukan isi dari  kamus besar bahasa Indonesia dari Pusat Bahasa edisi keempat. Tak semua kata dalam kamus itu ada di dunia maya, oleh karenanya saya selalu mencarinya melalui jalur offline. Membaca kamus itu dan mencarinya secara teliti arti kata-kata yang saya butuhkan. Kebetulan saya punya dan itu saya dapatkan dari pusat perbukuan sebagai hadiah pemenang pertama sayembara penulisan naskah buku pengayaan 2009. Tahun 2013, ada lagi loh lombanya. Infonya ada di http://wijayalabs.com/2013/06/14/sayembara-penulisan-naskah-buku-pengayaan-tahun-2013/.

Sebenarnya, ingin juga rasanya saya memberikan secara gratis buku yang saya susun di internet. Mempersilahkan banyak orang mengunduhnya atau membaca langsung secara online. Tapi apa daya, saya terikat perjanjian bahwa buku yang menang lomba menjadi hak pusat perbukuan.

Akhirnya, saya hanya bisa menuliskan buku adalah temanku dan internet adalah sahabat informasiku. Biasakan membaca buku setiap hari. Dengan membaca buku ada vitamin tambahan untuk menulis. Dari membaca itulah anda akan mendapatkan informasi yang bisa disebarkan ke seluruh dunia melalui internet. Kita pun pada akhirnya dapat saling berbagi informasi.Informasi yang berupa pengetahuan, dan informasi berupa pengalaman.

Mari kampanyekan gerakan membaca buku dan jadikan internet sebagai sahabat yang dapat digunakan untuk saling berkomunikasi dan memberikan informasi. Mungkin kita bisa memulainya dari rumah sehat kompasiana, atau ikutan acara digital labs aja di sekolah omjay, hehehe.

salam Blogger persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung Perjanjian Linggarjati: Saksi …

Topik Irawan | | 26 July 2014 | 16:11

Kompasianer Dalam Kunjungan Khusus ke Light …

Tjiptadinata Effend... | | 26 July 2014 | 18:13

Susah Move On dari Liburan? Ini Tipsnya..! …

Sahroha Lumbanraja | | 26 July 2014 | 18:08

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Saya Juga Ingin Menggugat Kecurangan Bahasa …

Gustaaf Kusno | | 26 July 2014 | 17:05


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 2 jam lalu

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 5 jam lalu

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 5 jam lalu

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 10 jam lalu

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: