Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Taopik Hidayat

www.taohidsonline.com

Aku Berlindung Kepada Allah dari Godaan Setan yang Terkutuk

OPINI | 03 June 2013 | 00:15 Dibaca: 983   Komentar: 0   0

Allah ta’alaberfirman, yang artinya:

“Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (An-Nahl: 9)

“A’udzu billahis samii-il a’liimi, minasy syaiythaanirrajiim.”

Yang artinya, “Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk.” (Riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi dengan sanad hasan)

A’udzu billahi minasy syaiythaanirrajiim, min hamazihi, wa nafkhihi, wa naftsihi.”

Yang artinys, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, dari semburannya (yang menyebabkan gila), dari kesombongannya, dan dari hembusannya (yang menyebabkan kerusakan akhlaq).” (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, Ad-Daraquthni, Hakim dan disahkan olehnya serta oleh ibban dan Adz-Dzahabi)

Dari tiga dalil di atas yang saya kutip, menunjukan bahwa begitu pentingnya melindungkan diri kepada Allah dari godaan setan, sebelum kita melakukan sesuatu.

Namun saya menulis ini bukan untuk membahas hal tersebut..

Sudah lumrah, sudah pada tahu, bahkan anak SD pun tau arti dari A’udzubillahiiminassaytoniraziim.

yang berarti: ” aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk “.

Dari satu ayat Qur’an di atas, banyak sekali timbul pertanyaan yang timbul dalam benak saya.

1. Siapa yang harus berlindung?

2. Kepada siapa kita berlindung?

3. Kenapa kita harus berlindung?

4. Pada apa-Nya kita berlindung?

5. Kenapa setan di kutuk?

6. Kapan setan di kutuk?

7. Apa sekarang masih di kutuk?

8. Dari apanya setan kita harus berlindung?

9. Kenapa setan tidak di musnahkan saja?

Menurut saya, bila mangkaji dan mencari jawaban dari satu ayat ini saja, ketebalan buku 300 halaman, mungkin tak akan cukup.

Maka bila anda sudah tahu semua jawaban dari semua pertanyaan diatas, silahkan abaikan tulisan ini.

Namun bila anda belum tahu, mari kita mengaji bersama-sama.

Terima kasih.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 5 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 8 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 8 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: