Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Taufiq Rilhardin

Taufiq Rilhardin lahir di jakarta tanggal 29 april 1978 dan sekarang tinggal di meruya selatan, selengkapnya

Pagi yang Indah di Hari Selasa

OPINI | 28 May 2013 | 08:20 Dibaca: 167   Komentar: 0   0

Seperti biasa setiap pagi jam enam (6) atau jam tujuh (7) pagi saya melakukan aktifitas sehari hari sebagai pengangguran dengan menggunakan sepeda saya dengan menjangkau warung internet (warnet) untuk mencari lowongan pekerjaan di internet. dan rutinitas tersebut saya berusaha biasakan setiap hari agar diri saya tidak malas mencari pekerjaan karena menurut saya pekerjaan di jakarta, indonesia banyak sekali tetapi yang sesuai dengan keinginan sangat tidak mudah.

Dan saya menyadari susahnya saya mencari kerja yang saya inginkan karena ketika sekolah saya malas dalam belajar dan dampaknya saya bisa rasakan sekarang dan enak sekali bagi orang yang rajin belajar karena dengan rajinnya mereka belajar maka dampaknya dirasakan sekarang seperti menjadi dokter, arsitek, pilot, ahli matematika, ahli fisika, ahli kimia, dan ahli bahasa asing.

Tetapi hal tersebut sudah terlewat dalam kehidupan saya sekarang yang saya lakukan menyongsong hari depan yang ada dihadapan saya sebenarnya mungkin ada keberuntungan dari diri saya seperti ketika keluar kerja dan  perusahaan tempat kerja sebelumnya rata rata perusahaan besar jadi saya dapat beruntung dapat belajar mengenai berbagai hal.

Kenyataan yang saya hadapi sekarang dalam hati saya ternyata hidup adalah perjuangan seperti mencari kerja yang saya inginkan dibutuhkan perjuangan, mencari pasangan hidup yang saya inginkan dibutuhkan perjuangan karena menurut saya semakin pengetahuan agama islamnya bagus, berpendidikan tinggi dan wajah wanita tersebut cantik maka dibutuhkan perjuangan untuk mendapatkannya.

Pada hari selasa di pagi yang indah ini saya merasakan bagaimanapun hidup harus dinikmati apakah keadaan saya sedang menganggur atau ketika mendapatkan pekerjaan dan menurut saya enaknya menganggur adalah hidup terasa bebas seperti ingin tidur setiap waktu dapat dilakukan tanpa ada yang melarang. tetapi ketika sudah mulai bekerja yang dirasakan adalah kadang kadang beban pikirin seperti target penjualan atau harus menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Sambil menulis cerita yang saya buat sambil memikirkan diri saya ketika semasa sekolah hingga masa kuliah saya tidak bisa bahasa inggris sama sekali akhirnya ketika hampir lulus dan setelah lulus kuliah saya mengikuti kursus bahasa inggris. ketika mengikuti test untuk penempatan tingkatan hasil yang saya dapat untuk diri saya sangat jelek yaitu saya dapat tingkatan dibawah dasar untuk mempelajari bahasa inggris yaitu “pre basic”.

Dengan mendapat hasil yang sangat jelek atau “pre basic” saya tidak patah semangat karena saya terus berusaha mempelajari bahasa inggris dan seiring perjalanan waktu dalam saya lulus ketingkatan berikutnya yaitu tingkat dasar (basic level). tetapi ketika menuju tingkatan setelah basic yaitu intermediate ada saja halangan seperti saya tidak lulus ataupun dikeluarkan dari kursus bahasa inggris (drop out).

Tetapi hal tersebut tidak membuat saya patah semangat akhirnya setelah beberapa tahun saya mengikuti kursus bahasa inggris akhirnya saya lulus pada tingkatan “advance” (advance level) dan dalam hati saya mengatakan ternyata belajar itu susah sekali karena dibutuhkan perjuangan, keinginan yang kuat serta konsentrasi dalam belajar.

Dan dampak dari mengikuti kursus bahasa inggris amat teramat berguna selain ijasahnya dari tempat kursus bahasa inggris dapat dipergunakan untuk melamar pekerjaan dan setelah lulus dari kursus bahasa inggris kemampuan dalam bahasa inggris harus terus diasah. karena menurut saya bahasa inggris harus terus dipelajari setiap hari agar kemampuan berbahasa inggris saya semakin lebih baik dan ketika berkomunikasi dengan warga negara asing maka banyak kata kata dalam bahasa inggris yang dapat saya keluarkan dalam pikiran saya yang akhirnya kemampuan bahasa inggris akan terus terasah dengan baik.

Dalam keadaan menganggur pada pagi yang indah dihari selasa saya ingin menikmati masa pengangguran saya dengan mencari pekerjaan di internet dilanjutkan pulang dengan menonton infotainment kemudian dilanjutkan dengan mandi dan tidur. mungkin kalau ada waktu di sore hari atau setelah maghrib saya ingin sekali melanjutkan bermain internet untuk mencari kerjaan dan itupun kalau badan saya tidak lelah / cape kalau badan saya lelah / cape terpaksa saya harus tidur dirumah sambil menonton televisi.

Kegiatan rutin setiap pagi yang saya lakukan adalah mengecek e-mail yang masuk dinternet karena setiap hari selama menganggur saya mengirim lamaran kerja keberbagai perusahaan dan menunggu e-mail yang masuk untuk melakukan pekerjaan karena sebelumnya saya sudah melakukan proses interview pada perusahaan yang dimana saya akan bergabung untuk bekerja pada perusahaan tersebut. dan sekarang saatnya menunggu e-mail dari perusahaan tempat saya akan bekerja mengenai intruksi apa yang saya lakukan seperti sebagai contoh mendical check up, kapan mulai bekerja dan harapan saya bekerja secepat mungkin karena saya butuh uang saat ini dan lain lain.

Dan setelah saya mengecek e-mail pada hari ini belum ada e-mail yang masuk untuk diterima kerja dan melakukan pekerjaan tetapi apapun yang terjadi setiap hari e-mail harus saya check agar akhirnya mendapatkan kabar yang baik dari perusahaan yang saya lamar.

Selama menganggur saya suka sekali menulis di kompasiana dan hal tersebut saya lakukan agar terus mengasah kemampuan saya menulis dan menulis mengenai kejadian apa saja yang telah terjadi atau berlangsung pada diri saya. dan akhir kata mohon maaf apabila ada kata kata yang tidak berkenan dihati karena pada dasarnya saya hanya manusia biasa yang takluput dari kesalahan dan dosa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Nonton Pengumpulan Susu Sapi di Kampung …

Merza Gamal | | 24 April 2014 | 08:30

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 4 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 5 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 5 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 9 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: