Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Lala Anggraini

hidup di divisi difable yang berusaha survive di dunia penuh dengan kesempurnaan #perempuan kalau g tegar selengkapnya

Kenduri Jaman Dahulu dan jaman Sekarang

REP | 23 May 2013 | 05:45 Dibaca: 374   Komentar: 2   0

bagi masyarakat yang tinggal di kawasan jawa, pasti mengenal sebuah adat kenduri.

# untuk wilayah luar jawa, penulis belum tahu, apakah ada adat kenduri atau tidak.

adat ini diadakan oleh suatu keluarga, setiap kali mereka atau salah satu dari mereka mempunyai hajat.

misalnya nich yach, ada hajat sunatan, nikahan, memperingati kematian seseorang (yang meliputi 7 hari, 40 hari, 1 tahun, 1000 hari, dsb), atau syukuran habis bangun rumah, syukuran diterima sebagai pns or even nae pangkat, dll lah.

#walahhhh kesannya ribet buanget ya jadi orang jawa xixixixi

^padahal sie yach, memang ribet gak ribet

lalu apa yang membedakan dengan kenduri jaman dulu dan sekarang?

sebenernya nich, secara umum gak ada yang beda kok.

acara kenduri sendiri biasanya sich dimulai dengan bacaan al fatikhah, puji-pujian trus pembacaan surat ya sin berjamaah (maksudnya jamaah undangan heheheh)

# itu kalau yang punya hajat seorang muslim.

eit jangan salah, non muslim juga punya acara kenduri yang sama lho,..tapi dengan bacaan doa yang berbeda tentunya.

after smua acara pokok itu selesai, nah acara “inti” yang di tunggu-tunggu pun akan segera datanng…

jenk jenk,…. PEMBAGIAN HARTA KENDURI xixixixi

^haishhh jangan mikir nie bentuknya uang yachh

kalau jaman dahulu kala, isi dari harta kenduri ini adalah nasiĀ  dan seperangkat lauk plus cemilan.

nah seiring dengan bertambahnya kesibukan umat manusia di bumi ini yang diikuti dengan perkembangan akal sehat secara signifikan, maka lahirlah harta kenduri dalam bentuk lain.

ada dua versi kenduri di jaman modern ini.

pertama, versi ekonomis heheheh dan tentu saja versi wah.

versi ekonomis ini pun masih ada macamnya lho.

yang pertama versi ekonomis nun very simple.

yang isinya adalah SEMBAKO.

^ kebayang donk betapa ekonomis dan simplenya harta kenduri ini. di bungkus dengan cover berjudul KANTONG PLASTIK KRESEK HITAM.

namanya sembako, ya isinya lengkap,..mulai dari beras, minyak, gula, telur, teh, mie (nie mungkin maksudnya tuk sayurnya yach) plus cemilan biasanya.

beratnya sie rata2 1/4 kg.

nah klo yang tipe ekonomis selanjutnya adalah, model catering.

biasanya berupa nasi+ayam goreng+cemilan.

klo yang tipe tajir, biasanya juga berupa menu catering, tapi di dalemnya berisi macem-macem kue mahal. hehehe

bahkan ada juga yang tak segan-segan ngasih satu loyang kue per kardusnya.

sebenarnya sie, acara kenduri semacam ini gak wajib.

cuma karena sudah menjadi tradisi, so mau g mau ya kudu diikuti.

itung-itung berbagi kebahagiaan dengan berbagi rejeki ke tetangga.

namun, g sedikit juga yang menggunakan moment ini sebagai ajang pamer kemampuan financial.

whatever it it.

innamal a’mallu binniah

yang penting mah, tiap dapat rejeki kenduri jangan lupa mengucapkan alkhamdulillah n keep + thinking.

good morning all :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: