Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Mila P Utami

penyuka para pembelajar

Di Mata Najwa “Sipir Ketok Pintu Narapidana di LP Sukamiskin”

OPINI | 23 May 2013 | 09:14 Dibaca: 546   Komentar: 3   1

Nonton tayangan mata najwa metro tv ada yang menggelitik sisi humoris saya. Bagaimana tidak, saat ingin masuk ke sel Adrian waworuntu terpidana pembobol BNI, setelah sipir penjara membuka gembok luar pintu sel, sang sipir harus mengetuk pintu sang terpidana, kata sipir “pak Adrian…*tok..tok..*, pak adrian..*tok..tok..*, mohon buka pintunya pak..” *ngakak guling-guling, terus nyengiiirrrr…miriiiisss*. Sepanjang saya nonton film-film action Amerikah, belom pernah menemukan ada adegan yang memperlihatkan sipir mengetuk pintu sel terpidana.

1369274969764919733

Mata Najwa : Penjara Istimewa (22/05/2013)

Nah yang lucu-nya lagi tiba-tiba *jreeenngg..* muncul Deni Indrayana, wamenkumham yang mungkiinn..ceritanya tuh lagi sidak dengan menggandeng program mata najwa. Entah wamenkumham yang ngajak atau program mata najwa-nya yang ngajak, dunno, let skip it. Timbul kembali pertanyaan besar dalam fikiran dan jiwa saya. Apakah yang sudah dilakukan DI ini penting ? lalu mengapa sidak di malam hari pake bawa jurnalis TV *ngikutin KPK.. ^^*? apa maksudnya ? apakah pencitraan ? apakah ini permintaan masyarakat ? teruuss..jika masyarakatnya udah tauuu…apa yang di dapat oleh masyarakat luas ? kepuasan karena keingintahuannya terpenuhi ? saya sebagai masyarakat menjawab “TIDAK tuhh..”.

Masyarakat akan puas jika pemerintah menegakkan hukum secara adil dan tegas. Saya berandai-andai begini “setelah sidak malam tersebut, first step minimal DI akan menyita semua iPad iPod laptop dan barang-barang mewah lainnya yang terlihat saat sidak *kayak guru-guru di sekolahan J*, 2nd step DI lakukan perbaikan terhadap SDM di LP Sukamiskin dengan mempekerjakan para pegawai yang punya integritas dan anti terima riswah (suap) *jika diperlukan rekrut tuh kader-kader PKS, kebanyakan dari mereka itu anti riswah, meskipun fitrahnya juga sama-sama butuh uang, tapi kebanyakkan dari mereka jiwa hedonisnya sudah terpasung dengan kecintaan-nya pada Allah dan Rasulullah, rerata mereka gak akan ikhlas memberi nafkah keluarga-nya dengan harta yang tidak halal J*, 3rd step lakukan pemiskinan fasilitas sel terhadap narapidana tipikor baik di LP Sukamiskin maupun di LP-LP lainnya”. Sekian. Tk.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Demonstrasi KM ITB: Otokritik untuk …

Hendra Wardhana | 5 jam lalu

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 10 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 11 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 12 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: