Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Angling Malik

kalian tahu gak salah satu doa ku??? aku berdoa agar dijodohkan dengannya

Cara Menghafal Al-quran dengan Cepat dan Mudah

REP | 23 May 2013 | 11:15 Dibaca: 781   Komentar: 2   0

1. Tekad dan semangat yang SANGAT KUAT dengan dilandasi keikhlasan pada Alloh, dan

2. Waktu luang .

Banyak orang yang tidak mempunyai salah satu atau bahkan keduanya, sehingga mereka pun terluput dari berbagai keutamaan yang akan diperoleh dari menghafal Al-Qur’an.

Kalo kita malas plus ingatannya lemah, apa ya bisa menghafal Al-Qur’an?

Realistis saja, seharusnya kita berpikir, jika aku tidak bisa menghafal keseluruhan Al-Qur’an, setidaknya aku sudah berusaha menghafalnya mulai sekarang sampai maut menjemput, akan kutambah terus hafalanku!

Begitulah seharusnya bukan?

Ya sudah mari kita kupas cara yang paling ‘santai’ tersebut. Coba jawab, cara yang paling santai dalam menghafal Al-Quran apakah membaca langsung, menulis, atau mendengarkan murottal dari qori’?

Yup, betul, mendengarkan murottal dari qori bisa dilakukan dimana saja (kecuali di tempat-tempat kotor seperti WC) dan kapan saja. Tapi ya jangan sampai mengganggu orang lain, kalau di tempat umum ya pake head set. Oleh karena itu, banyakin cara iniSelemah apapun ingatan kita, jika sering mendengarkan murottal, maka akan lebih mudah dalam menghafalnya.

Praktiknya secara rinci dapat menggunakan cara seperti ini.

1. Bagi pemula, mulailah dengan juz 30 terlebih dahulu, kemudian 29, 28, 27 dst. Kenapa? Karena ayat-ayatnya pendek, sehingga lebih mudah dihafalkan. Mulai juga dengan surat-surat yang ada keutamaannya untuk dibaca pada hari tertentu, misalnya Al-Kahfi (utama dibaca pada hari/malam jumat, HR. Hakim dan Baihaqi). Kenapa? Ya karena kita pasti akan muroja’ah setiap waktu tersebut, tanpa harus menyempatkan waktu khusus untuk memurojaahnya.

2. Menghafal juz 30 tidak usah dibahas ya, insyaAlloh menghafalnya lebih mudah karena sering mendengar bacaannya dari imam masjid. Barangkali sudah banyak yang hafal kan? Dimurojaah (diulang) saja biar mutqin (kokoh).

3. Sekarang mari kita berniat menghafal surat al-mulk dan al-qolam, sambil murojaah yang juz 30. Sering-seringlah mendengarkan murottal yang paling disukai untuk kedua surat di atas, misalnya pada saat akan tidur, di jalan, saat ada waktu luang, dsb. Saya sarankan untuk memilih qori’ yangmembaca dengan cepat, seperti Syaikh Sudays dan Syaikh Syuraim. Kenapa? Namanya pemula,nafasnya biasanya gak kuat kalau membacanya dengan panjang. Lagi pula, khusus untuk yang mudah lupa, membaca dengan lambat bisa membuat lupa ayat sesudahnya. Itu yang saya alami sendiri. Setidaknya hal itu ‘diamini’ oleh ustadz saya dulu (lulusan LIPIA).

4. Kalo juz 30 sudah benar-benar hafal, kira-kira 2 minggu lah ya, dan kita sudah biasa mendengarkan surat al-Mulk dan al-Qolam, maka insyaAlloh untuk menghafalnya akan jauh lebih mudah. Kalo belum siap ya coba 1 bulan deh. TAPI, semakin kita mengulurnya ya semakin banyak waktu yang kita buang. Jadi ya perlu serius juga, gak santai terus. Kalau masih pemula gini ya gak apa-apa lah satu bulan.

5. 2 minggu / 1 bulan telah berlalu, coba sekarang hafalkan kedua surat tersebut dengan membaca berulang-ulang, GAMPANG kan? Gue bilang juga apa, kalau sering mendengarkan murottal, menghafalkan al-qur’an tu jadi lebih mudah.

6. Saat kita menghafalkan al-Mulk dan al-Qolam, kita langsung berniat untuk menghafalkan 2 surat sesudahnya, yakni Al-Haaqqoh dan Al-Ma’arij. Dengarkanah sering-sering kedua surat ini dalam waktu 1 bulan.

7. Saya tes dulu, sudah hafal belum surat al-Mulk dan al-Qolam dalam waktu 1 bulan? kalau sudah hafal ya alhamdulillah, kalo belum ya berarti dihafalkan sampai hafal. Berarti mendengarkan surat  Al-Haaqqoh dan Al-Ma’arij pun harus diperpanjang lagi, sembari menghafalkan surat al-Mulk dan al-Qolam. Bisa juga dengan ditambah mendengarkan surat Nuh. Jadi kita mendengarkan 3 surat ya sambil masih menghafalkan al-Mulk dan al-Qolam.

8. Dah 2 bulan, sudah hafal lah ya? kalau masih belum, terpaksa kembali ke no 7. Coba kita teshafalanya, sambil mendengarkan murottal, tirukan secara bersama-sama bacaan qori’. Kalau, bisa, lancar, dan tidak ada salah berarti memang sudah hafal. Kalo belum ya dimurojaah terus sampai hafal.

9. Untuk mengokohkan hafalan kita, bacalah surat-surat yang kita hafal tersebut dalam sholat sunnah, terutama sholat malam, biar tidak lupa, karena (bacaan/hafalan Al-Qur’an) itu lebih cepat lepas/hilangnya daripada unta dari tali pengikat kakinya (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

10. Untuk mengahafal surat lainnya, ulangi terus langkah ke-6 s.d. 9 ya.

11. Murojaah lah setiap hafal 1 juz dan kelipatan 5 juz. Semoga Alloh yang di atas ‘Arsy mudahkan.

Catatan:

1. Dalam menghafal Al-Quran, JANGAN MENGGANTI-GANTI MUSHAF, saran saya gunakanlah mushaf dengan khot utsmani (itu lho standar Departemen Agama yang biasa dibawa sebagai oleh-oleh haji dari pemerntah Saudi Arabia). Ciri-cirinya: ‘ayat pojok’ (di pojok kiri bawah berakhir ayat, tidak terputus ke halaman berikutnya), per halamannya ada 15 baris. Siapapun pencetaknya, maka akan sama tampilannya. Covernya seperti yang di banner blog ini, tampilan isinya seperti gambar di atas.

Kenapa? Karena saat membaca dengan hafalan, selain kita mengingat kalimatnya, pasti kita mengingatletaknya dalam suatu halaman. Hal tersebut akan sangat membantu.  Terus, kalau kita sedang ingin murojaah di suatu tempat, dan sedang tidak bawa Al-Quran yang biasa kita gunakan, tinggal cari saja al-qur’an dengan khot standar tersebut, tampilannya akan sama.

2Bagaimana cara membedakan antara bacaan yang mutasyabih (mirip) dalam al-qur an?

Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin)

3. Sebenarnya semakin kita santai, maka jumlah tambahan hafalan kita akan semakin sedikit, jadi kalau mau lebih serius ya lebih baik. Sebagai tambahan pertimbangan, lihat tabel di bawah ini, seberapa mampu kita

rabbanisnotes.blogspot.com

4. Menghafal Al-qur’an perlu semangat pantang menyerah, niatkan untuk mencari berbagai keutamaan membaca dan menghafal Al-Quran, misalnya hadits di atas, kemudian pahala membaca Al-Quran yang mana satu huruf adalah satu pahala (HR. Tirmidzi), kemudian agar bisa mengajari anak kita menghafal, agar bisa bersama kiromil baroroh (kalo bacaannya lancar) (HR. Bukhori-Muslim), dll

5. Mengamalkan Al-Qur’an, karena mengamalkannya akan mengan-tarkan kepada kokohnya hafalan Al-Qur’an tersebut di dalam dada dan terus mengingatkannya .

6. Akan lebih bagus jika kita rutin “setoran” pada seorang guru yang bagus hafalannya,PASTI lebih termotivasi.

7. Perhatikan juga faktor lain (penting untuk yang pelupa).

a. Menjauhi dosa

Ingat kan kisah Imam Syafii yang pernah mengalami gangguan hafalan ketika belajar, tidak sebagaimana umumnya. Kemudian beliau bertanya kepada gurunya, Imam Waki’. Imam Waki’ pun menyarankan aku untuk meninggalkan maksiat.

b. Banyak mengingat Allah, membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan dzikir lainnya. Karena dzikir bisa menghidupkan hati

c. Tidak banyak makan

Memperhatikan pola makan yang sehat, memilih yang bergizi, tidak terlalu banyak yang menyebabkan kekenyangan, termasuk terapi yang sangat membantu menguatkan hafalan. Karena banyak makan akan menyebabkan banyak tidur dan sulit diajak berfikir. Badan terasa berat, bawaannya pingin istirahat, mudah ngantuk, dst.

d. Sebagian ulama menyebutkan ada beberapa makanan tertentu yang bisa membantu menguatkan hafalan. Di antaranya adalah madu, zabib (kismis), dan Lubban.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Rame-Rame Minum Air Sungai Cisadane …

Gapey Sandy | | 18 September 2014 | 23:42

Lebaynya Guguk-Guguk di Jepang …

Weedy Koshino | | 19 September 2014 | 07:39

Masukan Untuk Petugas Haji Indonesia …

Rumahkayu | | 19 September 2014 | 07:37

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Kita Nikah Yuk Ternyata Plagiat? …

Samandayu | 3 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 4 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 20 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Lari Pagi di Makati di Jalur yang Manusiawi …

Dhanang Dhave | 8 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Kita Nikah Yuk Ternyata Plagiat? …

Samandayu | 10 jam lalu

Lebaynya Guguk-Guguk di Jepang …

Weedy Koshino | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: