Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Widodo Surya Putra

Anda bisa memanggil saya dengan "Widodo" atau "Kak Ido". Saya tinggal di Delanggu, Klaten dan selengkapnya

Malioboro Menari “Save Indonesia Flashdance”

OPINI | 18 May 2013 | 13:04 Dibaca: 369   Komentar: 0   0

13688496511577327203

Satu hari menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), tepatnya Minggu (19/5) besok, kembali akan ada kehebohan di sekitar Malioboro, Yogyakarta. Tepatnya, kehebohan akan terjadi di sepanjang Jalan Malioboro sampai Titik Nol karena akan diadakan flashdance massal di sepanjang jalan tersebut.

Acara ini digagas oleh Komunitas Save Indonesia bekerja sama dengan Pemprov DIY, Pemkot Yogyakarta, dan harian Kedaulatan Rakyat. Komunitas Save Indonesia sendiri selama beberapa minggu terakhir aktif menyebarkan “virus cinta bangsa” melalui tarian (flashdance) di berbagai tempat, bahkan sampai tersebar ke berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Rekan-rekan Kompasiana dapat melihatnya di www.youtube.com. Ketika saja #SaveIndonesia untuk dapat melihat berbagai flashdance yang diadakan di berbagai tempat, melibatkan seluruh kelompok usia, dan dari berbagai kalangan.

Di Yogyakarta sendiri, beberapa tempat yang sudah “digoyang” oleh tim flashdance Save Indonesia antara lain: daerah Pajeksan, Cokrokusuman, Kali Code, daerah Tutul, sekolah Budi Mulia, titik nol jalan Malioboro, puluhan sekolah mulai dari TK sampai SMA,  beberapa kampus, sampai instansi pemerintahan juga tidak mau ketinggalan.

Apa pesan yang hendak disebarkan melalui flashdance ini? Perhatikan saja lirik lagu yang berkumandang setiap kali flashdance dilakukan:

INDONESIA BARU…INDONESIA MAJU…INDONESIA SATU

INDONESIA BEBAS DARI YANG JAHAT …

INDONESIA TERCINTA … INDONESIA TERMEGAH … INDONESIA TERMASHYUR …

INDONESIA BEBAS DARI PROBLEMA

REFF:

S’LAMATKAN INDONESIA (3X)

INDONESIA DIS’LAMATKAN …

INDONESIA BARU … INDONESIA MAJU … INDONESIA SATU …

INDONESIA BEBAS DARI KORUPSI …

INDONESIA TERCINTA … INDONESIA TERMEGAH … INDONESIA TERMASHYUR …

INDONESIA BEBAS DARI BENCANA

(BACK TO REFF)

Rap:

KITA GENERASI MUDA INDONESIA…JUNJUNG TINGGI MARTABAT BANGSA …

AYO BANGKITKAN SEMANGAT GENERASI KITA. MARI KITA SEMUA MAJU

UNTUK INDONESIA …

INDONESIA HEBAT … INDONESIA MAJU…INDONESIA MAKMUR…INDONESIA BANGKIT…

INDONESIA BISA…

Sebuah harapan yang menjadi harapan kita bersama mengenai bangkitnya INDONESIA dari keterpurukan dan permasalahan yang seabreg alias sangat banyak. Sebuah harapan yang layak dicuatkan kembali, bertepatan dengan momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada 20 Mei 2013. Sebuah kegerakan yang diharapkan dapat menjadi momentum terbaik untuk mengobarkan kembali “virus cinta bangsa” yang perlu ditindaklanjuti dengan aksi nyata.

Mengapa Yogyakarta? Yap, di mana lagi tempat yang paling pas untuk menggelorakan semangat dan cinta bangsa selain dari kota ini. Sebagai “Indonesia Mini”, Yogyakarta masih menempati urutan pertama sebagai tempat favorit untuk memulai kegerakan yang besar untuk negeri ini.

Saya jadi teringat momen reformasi yang digulirkan dari kota ini. Begitu pula semangat kepemudaan yang digelorakan lewat acara Gelora Sumpah Pemuda beberapa waktu yang lalu, juga diadakan di Kota Pelajar ini. Bagaimana dengan tarian (flashdance)? Yogyakarta sebagai kota seni, dengan Didik Nini Thowok sebagai salah satu toko seni yang mendunia, pesan kebangsaan melalui lirik lagu dan tarian flashdance juga sangat pas untuk disebarkan melalui Yogyakarta. Yap, from Yogyakarta to INDONESIA!

Pertanyaannya, apakah “hanya” dengan menari dan menyerukan lirik lagu di atas ada dampak yang terjadi untuk bangsa kita? Ada! Paling tidak ada kobaran semangat dalam diri kita untuk mulai memikirkan kondisi bangsa ini dan melakukan sesuatu dengan apa yang kita dapat lakukan.

Jika kita diberi kemampuan untuk menari, menarilah sambil membawa nama Indonesia sampai ke tingkat dunia. Jika kita jago menggocek bola, goceklah bola selihai mungkin supaya dunia melihat ada potensi besar yang dimiliki putera/i Indonesia. Jika kita seorang rohaniwan, ajarkanlah, ajaklah, dan berilah teladan bagaimana mencintai bangsa Indonesia dengan melakukan aksi nyata.

Apa pun profesi kita, dari suku mana kita dilahirkan, dari daerah mana pun kita berasal, ada kesempatan yang sama untuk membenahi Indonesia menjadi lebih baik, seperti yang didengungkan melalui lirik lagu SAVE INDONESIA di atas.

Ini pekerjaan besar, bukan hanya gawean Komunitas Save Indonesia untuk menjadikan INDONESIA LEBIH BAIK! Pekerjaan besar yang harus diemban oleh siapa pun, termasuk Anda dan saya yang membaca artikel ini. Tidak peduli apakah Anda sebagai:

*Murid sekolah

*Mahasiswa/i perguruan tinggi ternama atau tidak

*Polisi

*Politisi

*Penulis

*Wartawan

*Ketua RT/RW

*Rohaniwan

*dll

Tanggung jawab kita sama besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang bebas dari yang jahat, problema, bencana, korupsi, dan menjadi bangsa yang bermartabat, bermoral tinggi, menjadi bangsa yang terkuat dan terhebat!

Inilah momen yang terbaik untuk mewujudkan semuanya itu ketika seluruh elemen bangsa ini memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Mari jadikan momen ini sebagai momen terbaik untuk kebangkitan secara nasional (dalam hal-hal yang positif) untuk membangun bangsa.

MARI SELAMATKAN INDONESIA BERSAMA-SAMA… MARI RAMAIKAN FLASHDANCE SAVE INDONESIA BESOK PAGI (19/5) DI JALAN MALIOBORO MULAI PUKUL 05.30 PAGI…SAMPAI BERTEMU DI LOKASI. LET’S SAVE INDONESIA … MERDEKAAA…!!!

Salam kebangsaan,

Widodo Surya Putra

Bagian dari Komunitas Save Indonesia


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 20 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 21 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 23 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: