Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Ama Kaka

Mundur dari hiruk-pikuk Kompasiana untuk menenangkan diri.

Mari Bernyanyi Naik Kereta Api

REP | 17 May 2013 | 15:00 Dibaca: 86   Komentar: 0   0

Bernyanyi dan main musik bikin awet muda.

Bukan omong kosong ungkapan ini. Saya baru saja melihat Pak Isfanhari, 67 tahun, yang antusias memimpin paduan suara. Begitu banyak kor di Surabaya yang dilatih mantan dosen Universitas Negeri Surabaya ini. Terakhir, saya lihat Pak Isfanhari melatih Paduan Suara Cheng Hoo, Surabaya.

“Orang pensiunan itu cepat pikun dan cepat mati kalau hanya tenguk-tenguk di rumah. Musik memberi saya daya hidup yang luar biasa,” kata Pak Isfanhari dalam Pertemuan Musik Surabaya (PMS).

Seperti Pak Isfanhari, saya aktif mengikuti PMS setiap awal bulan di Wisma Musik Melodia, Ngagel, Surabaya. PMS diasuh pianis dan komponis besar asal Surabaya, Slamet Abdul Sjukur. Di PMS ini kita berkumpul dengan pianis, guru piano, pengamat musik, dosen musik, ibu rumah tangga, pelajar SMP/SMA, hingga pedagang alat musik.

Asyik sekali ilmu musik yang ditularkan Pak Slamet. Pak Slamet ini usianya sudah mendekati 80 tahun, lebih tapi lebih semangat dengan orang yang baru 30-an tahun.

Saya salut sama Pak Isfanhari karena beliau ini bersedia berbagi ilmu musiknya kapan saja, di mana saja, kepada siapa saja. Dia blusukan ke kampung, rumah orang kaya, hingga sekolah-sekolah. Dia ingin anak-anak muda Surabaya punya wawasan musik yang baik.

Tapi sering kali kerja keras dan pengorbanan Pak Isfanhari kurang diapresiasi. Dia pernah bikin pelatihan untuk pemusik keroncong di Jawa Timur, gratis. Hanya dua tiga pertemuan, pesertanya mundur satu per satu.

“Yah, mau bagaimana lagi? Orang kita kurang punya kemauan untuk menambah ilmu,” katanya.

Saya jadi ingat lagu NAIK KERETA API, nyanyian anak-anak karya Ibu Sud, yang diaransemen Pak Isfanhari. Garapan sederhana, tapi asyik untuk paduan suara pelajar, ibu-ibu, atau komunitas yang baru belajar seni suara. Melihat partitur garapan Pak Isfanhari, saya pun bernanyi sendiri. Ingat gaya beliau saat memimpin paduan suara milik Masjid Cheng Hoo Surabaya.

Kadang-kadang kita terlalu asyik mengikuti perkembangan politik dan lupa bernyanyi. Lupa mengajarkan nyanyian anak-anak kepada putra-putri kita, pelajar, dan siapa saja. Kita jadi konsumen penyanyi-penyanyi industri di televisi.

Nah, ini dia lagu NAIK KERETA API karya Ibu Sud yang sering dianggap jadul itu:
13687773671634728022

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghitung Peluang Jokowi …

Goenawan | | 16 April 2014 | 04:38

Hamil Ikut UN, Boleh? …

Khoeri Abdul Muid | | 15 April 2014 | 21:42

Mengapa Pembunuhan Kennedy Tak Pernah …

Mas Isharyanto | | 16 April 2014 | 06:25

Menilik Macan Putih, Pahlawan Superhero …

Rokhmah Nurhayati S... | | 15 April 2014 | 21:51

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 9 jam lalu

Yess, Jokowi Berani Menantang 10 Partai …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Inikah Pemimpin yang Kalian Inginkan? …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

The Jakarta Post, The Washington Post dan …

Ira Oemar | 18 jam lalu

Nama Jokowi Muncul di Soal UN, Pencitraan? …

Pical Gadi | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: