Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Rumahkayu

Ketika daunilalang dan sukangeblog berkolaborasi, inilah catatannya ~ catatan inspiratif tentang keluarga, persahabatan dan cinta...

Virus Mirip SARS di Arab Saudi, Cream Anti Aging dan Rencana Umroh Itu…

OPINI | 16 May 2013 | 19:08 Dibaca: 262   Komentar: 14   1

Kasus Mirip SARS Meningkat, Warga Saudi Panik.

AKU membaca baris demi baris tulisan di koran Kompas yang diberikan suamiku. Ada virus mirip SARS yang bernama Novel Coronavirus (NCoV) merebak. Dan jumlah yang terinfeksi terus meningkat.

Gejala penularan virus NCoV adalah batuk, demam, dan pneumonia. Virus ini berasal dari keluarga yang sama dengan virus yang menyebabkan wabah sindrom pernapasan akut parah (SARS). Wabah SARS muncul di Asia Timur, menular ke manusia dari binatang, dan akhirnya menewaskan 775 orang di seluruh dunia pada tahun 2003. ( Kompas, 15 Mei 2013 ).

Oh.

Aku prihatin, tentu saja.

Kupahami mengapa suamiku sengaja menyodorkan koran tersebut untuk kubaca.

Rencana umroh itu. Harapan si bungsu yang akan segera terpenuhi, mengajak mbak S, asisten rumah tangga kami yang mengasuhnya sejak kecil untuk berangkat umroh, mungkin akan terpengaruh jadwalnya dengan adanya virus ini.

***

Terbitnya harapan bagi kami sekeluarga untuk umroh kembali dengan mengajak para asisten rumah tangga, sungguh menebarkan rasa bahagia pada seluruh keluarga kami.

Ada beberapa hal yang sedang kami urus untuk itu. Terutama passport untuk para asisten rumahtangga. Mereka tak memiliki Akte Kelahiran, dan karenanya pembuatan passport sempat terhambat. Tapi lalu ada informasi bahwa kelurahan di daerah asal mereka, dimana mereka dilahirkan bisa mengeluarkan Surat Kenal Lahir.

Dan ternyata tak terlalu sulit, kelurahan sangat membantu.

Walau.. aha ha ha ha ha ha..

Sejujurnya, aku agak geli.

Salah satu asisten rumah tangga kami menunjukkan KTP- KTP lama-nya, yang.. ya ampuunnn.. tanggal dan tahun lahir dalam KTP itu demikian beragamnya. Entah mana yang benar. Lalu lagi, tanggal itu beda pula dengan tanggal dan tahun yang ada di surat keterangan bepergian miliknya. Jadi saat akan meminta Surat Kenal Lahir, kami harus memutuskan dulu, tanggal dan tahun mana yang akan digunakan. Ha ha.

Ya sudah, kami ambil saja tanggal dari surat keterangan bepergian, sebab surat itulah surat resmi terbaru yang ada. Si mbak yang ini agak kurang tertib. Dulu dia bersikeras tak mau membuat KTP di lokasi kami tinggal, hanya mau membuatnya di daerah asalnya. Tapi itupun tak dia perhatikan. Akibatnya, KTP-nya kadaluarsa.

Dan ini membuatnya panik sekarang, sebab dia khawatir, takut ketinggalan.

Dua asisten rumah tangga lain tak memiliki masalah dengan KTP. Yang satu ber-KTP alamat rumah kami, satu lagi beralamat rumah orang tuaku. Jadi begitu Surat Kenal Lahir tersedia, yang dua orang sudah bisa diurus passportnya. Sementara dia masih bermasalah dengan urusan KTP, dan ini membuat dia khawatir tak bisa ikut umroh karenanya.

***

1368705926792011988

Gambar: verastic.com

Mengurus Surat Kenal Lahir para asisten ini, juga banyak kehebohannya. Ha ha.

” Mbak, ” kataku suatu hari pada si mbak, ” Nanti aku telpon keluarga mbak disana, minta urus surat- surat ya.. “

Lalu setelah bicara begitu, kulakukan dulu beberapa hal penting. Akhir minggu ketika itu. Jadi toh kelurahan tidak buka hari itu jadi telepon bisa ditunda

Tapi dia tak sabar. Diteleponnya anaknya, dan… berita menjadi kacau balau. Yang dibutuhkan apa, yang disampaikan lain lagi. Keluarganya disana jadi bingung.

Akhirnya setelah kejadian tersebut, kuminta mereka untuk tidak meminta apapun langsung pada keluarganya daripada salah sambung lagi.

” Tunggu aku atau mas yang bicara, ” kataku. ” Mas ” adalah panggilan mereka pada suamiku. Sehari- hari, mereka memanggilku mbak. Pada kedua orangtuaku mereka memanggil Ibu dan Bapak. Sebab dulu memang mulanya mereka bekerja pada orang tuaku.

Begitulah.

Ibuku juga menelepon. Menceritakan bahwa lurah di tempat kelahiran mereka salah menghitung umur, sebab Surat Kenal Lahir si mbak yang tinggal di rumah ibu mencantumkan jumlah umur yang nggak nyambung dengan tanggal lahir yang ditulis. Ha ha ha.

***

Ah, masih juga begitu gegap gempita urusan tanggal lahir ini, ternyata.

Aku jadi teringat almarhum Bapak yang dulu sempat mempertanyakan pada petugas kelurahan di tempat kami tinggal saat para petugas itu mengatakan bahwa kolom tanggal lahir tidak boleh dikosongkan. Dulu, saat para asisten ini baru mulai bekerja dan hendak dibuatkan KTP.

Bapak mempertanyakan di kelurahan, apa yang harus diisikan jika bahkan para asisten ini tak pernah tahu kapan mereka dilahirkan.

” Apa saja, tulis saja tanggal berapa saja, ” kata petugas kelurahan itu.

Maka Bapak, setengah kesal setengah bergurau, menuliskan tanggal 29 Februari. Yang tak disetujui oleh petugas kelurahan itu.

” Nanti repot, karena 29 Februari kan hanya ada empat tahun sekali, ” kata petugasnya.

Maka akhirnya Bapak meminta petugas kelurahan itu saja yang mengarang tanggal lahir itu. Jadi, tanpa ada selametan bubur merah bubur putih, terciptalah tanggal lahir baru. Yang bagi beberapa dari mereka, di kemudian hari, berubah lagi, entah hanya tahunnya atau juga tahun dan tanggalnya.

Pssttttt.. eh, ha ha ha.. aku mengamati, perubahan tahun lahir di KTP itu selalu berubah ke arah sesuatu yang membuat umur mereka lebih muda, lho.

Salah satu asisten itu saat ini memegang surat- surat yang tahun lahirnya berbeda sembilan tahun dengan KTP paling lama yang dipegangnya. Jadi pada suatu saat, tahun lahirnya di KTP berubah, menjadi 4 tahun lebih muda. Lalu berubah lagi, 5 tahun lebih muda. Total, sembilan tahun selisihnya.

Ha ha ha. Lucu juga. Mereka tidak memilih krim anti aging yang muahallll sekali seperti para selebritis, tapi memakai cara lain untuk bisa merasa awet muda.. ha ha ha..

***

Kembali ke soal virus.

Aku prihatin. Dan was was.

Akankah keberangkatan kami terhambat karenanya?

Juga terpikir juga olehku tentang musim haji akan segera datang. Jutaan orang akan tumplek blek di Arab Saudi. Bagaimana ya?

Namun dibalik rasa kekhawatiran itu, aku percaya, pemerintah Arab Saudi tak akan tinggal diam. Kuyakin akan ada langkah- langkah pencegahan penyebaran virus, yang semoga berhasil. Sebab jika tidak, akan banyak orang yang terpengaruh sebab negara itu menjadi pusat kegiatan ibadah kaum muslim sedunia.

Dan…

Khusus mengenai jadwal umroh kami, kupasrahkan semua pada Sang Pemberi Hidup.

Dia yang memberi rejeki, kesempatan, kesehatan pada manusia. Aku selalu percaya, jika Dia menghendaki, apapun bisa terjadi. Dan semoga kebaikan dan kelancaranlah yang dikehendakiNya bagi kami. Semoga dibukakanNya jalan agar apa yang telah kami niatkan dapat terwujud…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 4 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 6 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 6 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 10 jam lalu

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Stress,,Siapa Takut??? …

Ummu Zahrotun Nadzi... | 7 jam lalu

Luar Biasa, Budaya Minahasa Sukses Pentas di …

Veldy Umbas | 7 jam lalu

Empat Sinyal Bahaya kubu KMP …

Axtea 99 | 8 jam lalu

Cerita Dibalik Sekeping Emas Cabang Wushu …

Choirul Huda | 8 jam lalu

Jas Bekas Adian Napitupulu …

Umar Zidans | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: