Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Malika Sativa

I'm a happy mother, with wonderful kids and amazing husband:))

Olimpiade Sains Nasional 2013

REP | 14 May 2013 | 12:47 Dibaca: 56   Komentar: 0   1

Orang tua mana yang tidak bangga ketika anaknya lolos olimpiade sains? Wah rasanya seneng banget, apalagi bidang matematika. Itu kan pelajaran susah dan disegani anak-anak.

Dimulai dari seleksi di sekolah, seleksi di Kecamatan lalu Kabupaten. Awalnya sih gak yakin si kecil bakal lolos, maklum saingannya dari sekolah-sekolah ternama. Dan ternyata… Alhamdulillah, lolos juga dengan peringkat pertama. Hebat juga, anak siapa dulu dong hehe… *bangga banget.

Tapi perjuangan masih panjang. Seleksi di provinsi masih ada 3 tahapan lagi, yang pertama 40 besar, yang kedua 15 besar dan terakhir 3 besar untuk nasional. Duh tiba-tiba jadi aku yang paling deg-degan. Bisa gak ya?

Berangkat dari kampung halaman mewakili kota tercinta bersama 2 teman dari Kecamatan berbeda, Zahra, anakku terlihat senang sekali. Sepertinya ia bangga karena OSN menjadi petualangan pertamanya bertemu banyak teman. Tes pertama di kota Solo, tepatnya di asrama haji Donohudan. Berangkat Jumat, Sabtu pagi tes, malamnya langsung pengumuman. Pesertanya sekitar 300 anak, terbagi dalam 2 bidang, matematika dan ipa. Yang pasti suasana Donohudan jadi ramai dan seru, karena dipenuhi anak-anak dari berbagai daerah se Jawa Tengah.

Suasana lomba pun terasa santai dan bersahabat, anak-anak berlarian kesana sini, para guru pembimbing saling berkenalan, keluarga pengantar pun sibuk menikmati liburan di kota Solo.

Akhirnya, tiba waktu pengumuman. Satu persatu anak dipanggil, tapi anakku belum juga disebut. Sebagai orang tua tentu saja aku tidak boleh terlalu memaksa, apalagi ‘soal matematikanya susah banget,’ begitu kata si kecil. Tapi jauh di dalam hati, pengen menang juga sih J

Meski peringkat 28, anakku masuk juga 40 besar. Senangnya….

Minggu sampai dirumah, Kamis harus berangkat lagi. Tes 2 OSN kali ini diadakan di kota Semarang, bertempat di LPMP. Duh capek banget. Lama-lama gak tega juga liat si kecil, apalagi anakku mudah terserang asma kalau terlalu capek.

Berangkat ke Semarang saja sudah tidak seceria dulu. Tiba di Semarang jam 2 siang, jam 3 sore langsung masuk kelas, belajar.

Suasana di LPMP pun tidak seramah di Solo. Suasana tegang mulai tercium, aroma kompetisi pun mulai bertebaran. Tidak ada lagi anak-anak yang bermain berlarian. Semua sibuk mengisi waktu dengan belajar.

‘Base Camp’

Itulah istilahnya. Jam 7 pagi sampe jam 12 belajar, istirahat 15 menit, jam 1 siang sampe jam 5 sore, istirahat 15menit juga, dilanjutkan jam 7 malam sampe jam 9 malam.

Kamis mulai belajar, Jumat, Sabtu, Minggu pun belajar. Tiap 5 session diakhiri dengan tes.. Bayangkan, anak-anak sekecil itu non stop belajar, sedangkan diklat untuk ayahnya saja hanya sebatas pagi sampe sore, jadi malam bisa full istirahat.

OMG…ada penyesalan juga. Kasian si kecil, air mukanya sudah berubah. Kelelahan mulai menggayuti tubuhnya. Tapi genderang perang sudah ditabuh…show must go on…

Senin pagi ujian akhir, jam 1 siang pengumuman.. Kali ini aku tidak berharap banyak, bahkan tidak ingin berharap menang. Dan.. memang tidak menang. Anakku ada diperingkat 21.

Kecewa?Tentu saja tidak. Aku tetap bangga. Peringkat 21 provinsi. Di usianya 10 tahun, ia sudah punya banyak kemenangan. Aku melihat wajahnya yang pucat. Melihat ia tersenyum saja sudah menjadi kemenangan bagiku.

4 mi little angel, aifu…..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 1 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 3 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 10 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kesaksian Terakhir …

Arimbi Bimoseno | 8 jam lalu

Topik 121 : Persalinan Pervaginam Pd Bekas …

Budiman Japar | 8 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Transjakarta: Busnya Karatan, Mental …

Gunawan Eswe | 8 jam lalu

Kematian Tanpa Permisi …

Anita Desi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: