Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Awaluddin Madjid

yang mencoba terus untuk menulis ..

Kontaminasi

OPINI | 13 May 2013 | 07:49 Dibaca: 979   Komentar: 0   0

Dilihat dari makna katanya KONTAMINASI DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI PENGOTORAN ATAU PENCEMARAN DAN BIASANYA DARI LUAR KEDALAM, SEHINGGA ADA PENCAMPURAN ANTARA UNSUR YANG DILUAR KEDALAM, BIASANYA MENYEBABKAN KETERPENGARUHAN YANG SIFATNYA BURUK.

Sisi pergaulan manusia antara sesama, sering menggunakan bahasa kontaminasi, misalnya saja, ” si Badu terkontaminsasi oleh si Fulan.”, pengertian kalimat ini dapat diasumsikan bahwa Fulan mempengaruhi Badu, yang sering dikonotasikan buruk bahwa Fulan mempengaruhi Badu, dalam kalimat tersebut objeknya adalah Badu. Namun Badu yang terkotaminasi oleh Fulan,artinya bahasa yang digunakan oleh Fulan telah menjadi virus bagi Badu, saat ini keadaaan itulah yang sering terjadi. Seseorang terpola dengan kalimat, baik yang ada di media massa elektronik maupun cetak. Mungkin kita termasuk didalamnya, TERJEBAK !!!.

Bisa dikatakabn bahwa kita sering terjebak dengan bahasa ini,KONTAMINASI. Contoh yang ada saat ini, kita dibingungkan oleh perseteruan antara PKS DAN KPK, bisa juga dituliskan ONE SIDE MANY PERCEPTION. Pengaruh itu selalu ada dalam AKAL PIKIR, sehingga kita sering salah harus bagaimana mengambail putusan, pembahasan dan perseteruan antara PKS DAN KPK tergantung pada persepsi masing-masing, dan monggo saja sampean mau membela yang mana, dan saya tidak akan membahas soal itu, saya hanya mau mengambil sebuah contoh saja.

Kontaminasi yang paling merepotkan adalah kontaminasi yang terjadi dalam diri manusia, ketika AKAL PIKIR MENGKONTAMINASI AKAL HATI, sehingga AKAL HATI YANG SEHARUSNYA SEBAGAI RAJA DIJADIKAN BUDAK OLEH AKAL PIKIR, DAN AKHIRNYA BANYAK KESALAHAN - KESALAHAN DALAM MENGAMBIL SEBUAH PUTUSAN. Akal hati ketika ia berperan sesuai fungsinya mengarahkan akal pikir, akal tutur dan akhirnya membentuk prilaku manusia maka manusia akan menjadi baik dalam kehidupannya. Seperti yang dikatakan dalam sebuah hadits.

Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, apabila dia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila dia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu ialah hati.” (Muttafaqun ‘Alaihi, dari Nu’man bin BasyĆ®r).”

Rupanya persoalan yang paling mendasar adalah internalisasi yang ada dalam diri manusia, ketika manusia mampu Menjadikan akal hatinya sebagai raja dan sekalgus panglima dalam dirinya maka TIDAK AKAN TERJADI KONTAMINASI NEGATIF BAGI DIRINYA DAN AKHIRNYA TIDAK MENYEBARKAN VIRUS NEGATIF NAMUN MENYEBARKAN VIRUS POSITIF.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Dahlan Iskan, Sosok Tepat Menteri Pertanian …

Felix | | 21 August 2014 | 09:47

Penulis Fiksiana Community Persembahkan …

Benny Rhamdani | | 21 August 2014 | 11:53

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pelajaran dari Sengketa di MK …

Jusman Dalle | 7 jam lalu

WC Umum Tak Kalah Penting dengan Dapur Umum …

Prabu Bolodowo | 8 jam lalu

Hebat, Indonesia Paling Menjanjikan Sedunia! …

Firdaus Hidayat | 9 jam lalu

Jangan Sembarangan Pelihara Ayam di Amerika …

Usi Saba Kota | 9 jam lalu

Menanti Komitmen Prabowo …

Adrian Susanto | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: