Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Yustinus Sapto Hardjanto

Pekerja akar rumput, gemar menulis dan mendokumentasikan berbagai peristiwa dengan kamera video. Pembelajar di Universitas selengkapnya

Vitalia Shesa, Why are You So Sexy?

OPINI | 08 May 2013 | 12:04 Dibaca: 978   Komentar: 4   1

Pada bulan Februari 2013, foto-foto sexy Vitalia Shesa muncul di halaman Majalah Popular dalam artikel lengkap yang diberi judul Vitalia Shesa, Why Are You So Sexy? Vitalia menjadi terkenal bukan karena pose-pose seksinya dimana salah satunya dia beraksi di atas kasur, melainkan karena mobil Honda Jazz berplat nomor B 15 VTA disita oleh KPK. Mobil itu diduga dibeli dari uang pemberian dari Ahmad Fathanah, tersangka dalam kasus gratifikasi import daging sapi.

Kemunculan sosok Vitalia Shesa, model majalah dewasa menambah daftar wanita-wanita sexy yang terkait dengan Fathanah. Karena sebelumnya Ayu Azhary juga mengembalikan sejumlah uang yang diberikan oleh Fathanah untuk mengisi acara di PKS namun acara tidak pernah ada. Dan jauh sebelum itu dalam tindakan tangkap tangan KPK atas Fathanah turut serta diamankan seorang gadis cantik yang kemudian diketahui bernama Maharani Suciono, mahasiswi dari perguruan tinggi ternama di Jakarta. Kepada penyidik Rani mengakui bahwa uang 10 juta itu adalah tanda perkenalan dengan Fathanah.

Selain ketiga nama itu, konon juga ada wanita lain bernama Tri Kurnia Puspita yang konon adalah penyanyi mengembalikan barang yang dibeli dengan uang pemberian dari Fathanah. Deretan wanita di sekitar Fathanah menjadi lebih panjang dengan keempat istri yang ada di rumahnya.

Meski wanita-wanita disekitar Fathanah amat menarik perhatian tapi saya tak akan membahasnya. Yang menarik buat saya justru nama Ahmad Fathanah, sebuah nama yang saya yakin diberikan oleh orang tuanya sebagai sebuah doa bagi dirinya. Apalah arti sebuah nama, begitu kata Shakepeare, tentu saja nama selalu punya arti dan makna. Sesedikitpun maknanya tetap saja orang tua tak akan sembarang dalam memberikan nama kepada buah hatinya. Di balik sebuah nama selalu ada harapan, keinginan yang dititipkan atau brand yang hendak dibangun.

Saya yakin orang tua Ahmad Fathanah memaksudkan nama Ahmad sebagai nama lain dari Muhammad, nabi besar junjungannya. Ahmad adalah transliterasi dari bahasa Arab yang berarti sangat terpuji. Kata Ahmad berakar dari trikonsonantal H-M-D yang berarti puji, maka dengan memberi nama Ahmad, orang tuanya berharap agar sang anak menjadi seseorang yang selalu berterima kasih kepada Allah.

Doa dari orang tuanya barangkali terbukti, Ahmad Fathanah barangkali mewakili sosok orang yang selalu berterima kasih kepada Allah. Tandanya adalah dia amat mudah memberi kelebihannya kepada orang lain, membagi-bagi rejeki yang tentu dipercayainya datang atas pemberian Yang Maha Kuasa. Saking pemurahnya bahkan Ahmad Fathanah sampai memberikan wanita cantik kepada orang lain sebagai hadiah untuk dinikmati sekejap.

Sementara nama Fathanah pasti dipilih orang tuanya berdasarkan pengetahuan akan sifat-sifat Nabi Muhammad. Sebagai sosok yang berahlak dan sifat-sifat mulia, Nabi Muhammad diyakini mempunyai 4 sifat utama yaitu Shiddiq, Amanah, Fathanah dan Tablig. Shiddiq artinya benar, bahwa yang diucapkan dan dilakukannya adalah benar. Perbuatan sejalan dengan ucapannya, atau dalam bahasa yang populer sekarang ini adalah berintegritas tinggi.

Amanah berarti bisa dipercaya. artinya kalau ada sesuatu yang diserahkan atau ditugaskan kepadanya pasti akan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Seorang yang amanah sama artinya dengan seorang yang terpecaya, transparan dan akuntabel.

Fathanah berarti cerdas, mampu menggunakan akal pikir secara berimbang. Cerdas karena Nabi mampu mengatur bangsa Arab yang terpecah-pecah, berperang satu dengan yang lainnya hingga bersekutu, menjadi satu bangsa besar dan berbudaya.

Tabliq artinya menyampaikan. Apa saja yang diperoleh atau difirmankan oleh Allah kepada Nabi semuanya disampaikan kepada umat, rang yang percaya kepadanya tidak ditambah dan tidak dikurangi meski ada beberapa hal yang mungkin menyinggung Nabi. Tabliq juga bisa berarti teguh menyampaikan semua kebenaran yang telah diberikan atau difirmankan oleh Allah.

Nama Fathanah diambil oleh orang tua Ahmad Fathanah karena ingin anaknya bertumbuh dan berkembang menjadi orang cerdas, orang yang mampu mendayagunakan akal budi dan pikirannya secara maksimal. Mengatur segala sesuatu dengan baik hingga menghasilkan hal yang berguna termasuk rejeki yang berlimpah.

Maka paduan nama Ahmad Fathanah berarti seorang yang cerdas dan selalu berterimakasih kepada Allah. Doa dan harapan orang tua pada Ahmad Fathanah sebenarnya mulai terbukti. Ahmad Fathanah tumbuh menjadi sosok yang pintar dan cerdas serta berterimakasih kepada Allah. Kalau tak cerdas tak mungkin akan dipercaya mengatur segala sesuatu yang bisa menghasilkan pendapatan yang berlimpah. Kalau tidak pintar berterimakasih kepada Allah tak mungkin akan dikaruniai empat orang istri yang ridha dan rilo mengabdi pada suami yang sama. Hidup yang dipenuhi dengan rasa syukur dibuktikan oleh Ahmad Fathanah dengan rajin memberi, memberi banyak untuk orang lain

Namun disaat orang tuanya mulai bangga dan bersyukur karena doa serta harapannya terkabul mereka harus terpukul ternyata kecerdasan yang diharapkan untuk mendatangkan kebaikan justru harus berakhir di tangan para penegak hukum. Ahmad Fathanah ternyata cerdas mengatur-atur proyek, memainkan harga dan juga kuota sehingga mendatangkan keuntungan yang tidak wajar pada orang-orang tertentu, keuntungan yang tidak sah dan melebihi apa yang seharusnya didapat. Kecerdasannya bukan mendatangkan kebaikan melainkan keburukan karena menimbulkan kerugian baik bagi masyarakat maupun negara. Kecerdasannya misalnya mendatangkan akibat bagi masyarakat luas membayar harga daging sapi import lebih tinggi dari seharusnya.

Bersyukur atas pemberian dan rejeki dari Allah yang dibuktikan dengan sikap tidak kikir, sikap yang pemberi ternyata juga berlebihan. Berlebihan baik dalam jumlah maupun motif yang tersembunyi di baliknya. Berlebihan karena sampai memberikan tubuh wanita cantik kepada orang lain, yang membuat orang lain jatuh dalam perbuatan nista, berhubungan dengan wanita yang bukan muhrimnya, berhubungan hanya untuk memenuhi nafsu seksualnya belaka.

Atas segala perilakukanya Ahmad Fathanah yang mulai membanggakan bagi kedua orang tua juga keluarganya berbalik menjadi pisau tajam yang mengiris hati kedua orang tuanya. Doa itu berbalik menjadi sebuah kutuk yang nista. Menyakiti hati dan menghianati kepercayaan yang diberikan oleh orang tua adalah dosa dan kesalahan terbesar dalam hidup seseorang. Luka bangsa yang ditimbulkan oleh Ahmad Fathanah mungkin bisa disembuhkan ketika dirinya membayar kesalahan dengan hukuman yang ditimpakan kepadanya. Namun itu pasti tak cukup untuk menutupi luka dan kesedihan yang teramat dalam dari orang tuanya yang berharap dan berdoa agar anaknya selalu menjadi seorang yang cerdas dan selalu berterimakasih kepada Allah.

Pondok Wiraguna, 8 Mei 2013

@yustinus_esha

Tags: macet freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Serangan Teror Penembakan di Gedung Parlemen …

Prayitno Ramelan | | 24 October 2014 | 06:00

Petualangan 13 Hari Menjelajahi Daratan …

Harris Maulana | | 24 October 2014 | 11:53

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Proses Kreatif Desainer Kover Buku The Fault …

Benny Rhamdani | | 24 October 2014 | 14:11

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 5 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 5 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Jokowi Marahin Wartawan …

Ifani | 9 jam lalu

Pelacur Berisi, Berintuisi di Dalam Selimut …

Seneng | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: