Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Agus Pribadi

Mencoba menghayati kehidupan dan menuliskannya dalam cerita-cerita sederhana. Kunjungi juga tulisan saya di http://aguspribadi1978.blogspot.com selengkapnya

Puisi Cerpen

OPINI | 06 May 2013 | 19:04    Dibaca: 394   Komentar: 11   0

Ketika membaca puisi “Derita Seorang Penyiar Radio” karya Doni Bastian, saya seperti sedang membaca sebuah cerpen. Kata-katanya mengalir. Seperti sedang bercerita. Bercerita dengan runtut dan sangat efektif.

Cerita tentang seorang penyiar radio yang bertemu dengan seorang pria yang mengaguminya. Namun setelah bertemu, sang pria meninggalkannya.

Saya bukan seorang yang tahu banyak tentang puisi, namun menurut saya puisi tersebut layak disebut sebagai puisi. Di sisi lain, saya juga menganggap puisi sepanjang 2525 itu sebagai sebuah cerita pendek (cerpen). Cerpen tidak harus panjang. Meski relatif pendek, tapi saya bisa menangkap cerita yang dibangun pada puisi itu. Cerita tentang penyiar radio yang berakhir sedih itu mampu menyentuh hati saya hingga ada nuansa kesedihan di hati saya. Bagi saya ini adalah ruh sebuah cerpen. Bukan panjang pendeknya, namun sejauh mana sebuah cerita mampu sampai pada pembacanya. Pembaca mendapatkan sesuatu dari cerita yang dibacanya. Dan puisi di atas menurut saya berhasil menyuguhkan sebuah cerita yang menyentuh pembacanya.

Dalam cerpen-cerpen yang saya buat juga lebih banyak yang relatif pendek. Banyak cerpen yang saya tulis dengan panjang sekitar 5000 karakter. Sesuai dengan namanya, barangkali sebuah cerpen memang lebih cocok untuk cerita-cerita yang to the point. Bukan cerita-cerita yang panjang lebar. Barangkali cerita-cerita yang panjang lebar lebih cocok untuk dijadikan sebuah novel. Ini hanyalah pendapat pribadi saya yang awam sastra.

Kembali ke puisi di atas. Saya mengapresiasinya melalui tulisan ini. Sukses selalu untuk penulisnya. Salam Kompasiana!

Banyumas, 6 Mei 2013

Puisi dimaksud dapat dibaca di :

http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/05/06/derita-seorang-penyiar-radio-553189.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Berita Foto] Duel 7500 Pendekar Silat di …

Hendra Wardhana | | 01 June 2015 | 08:39

Menyemai Jiwa Wirausaha Selagi Muda …

Isson Khairul | | 01 June 2015 | 09:01

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

FIFA Tutup Mata Bola Dikuasai Mafia Politik …

Edo Media | | 01 June 2015 | 04:11

Mengemas Curhat jadi Tulisan Bermanfaat …

Listhia H Rahman | | 31 May 2015 | 23:22


TRENDING ARTICLES

Tidak Ada Ruginya Sanksi FIFA …

Rifki Radifan | 1 June 2015 07:04

Jokowi dan Reformasi Sepak Bola Indonesia …

Suyono Apol | 1 June 2015 06:20

Buwas Dipecat …

Axtea 99 | 1 June 2015 03:05

Bella Shofie, Resmi Dinikahi dengan Dokumen …

Seneng Utami | 1 June 2015 00:42

Perang Opini Pemerintah vs PSSI Menyangkut …

Erwin Alwazir | 1 June 2015 00:35


Subscribe and Follow Kompasiana: