Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Rahma Dona

Horeeeeeeeeeeeeeeeee

Teng…teng…Perbudakan Pabrik Panci, ke Mana Aktifis Buruh?

OPINI | 05 May 2013 | 19:46 Dibaca: 622   Komentar: 10   6

Saya membolak - balik  kanal demi kanal   mencari-cari kalo ada  Kompasianer yg sudah membahas masalah ini . Awalnya saya cuma niat komen doang .Lantaran belum ada maka komen saya kali ini agak panjang .

Setelah  hampir 2 minggu suasana kebathinan seluruh stasiun TV di Indonesia raya  sendu merayu menelusuri rekam jejak  Uje ( semoga Allah memuliakan beliau) ada berita yang sengaja di tampilkan Tuhan kepentas di awal bulan Mei ini .

Bulan buruh , bulan solidaritas,bulan yang sesak dengan semangat padi dan kapas . Mungkin para aktifis hak buruh masih capek lantaran aksi  May Day,jadi  belum  kedengaran suaranya. Dua aktifis HAM , saya tonton sudah memeriksa TKP.

Kisah Pelarian dua lelaki , budak pabrik wajan yang membuat saya akan lebih  hati-hati mencuci kuali saya.

Dua lelaki ,mewakili sekian puluh manusia lain yang  tak berbulan - bulan tak berganti baju . Semua  yang kita sebut sebagai hak azazi sebagai manusia sudah dilanggar .  Saya pernah nonton , hewan peliharaan di kebun Pak Sutiyoso diperlakukan lebih baik .

Berbulan - bulan  di perbudak dan di lecehkan  mandor , majikan dan dari cuplikan berita Metro TV sore ini  juga ada intimidasi dari BRIMOB sorry to say tapi itu yang di sebut dengan jelas oleh korban.

Sulitnya mencari  nafkah untuk hidup layak di negri gemah ripah loh jinawi ini,membuat banyak orang rela bekerja hampir “apa saja”. Kita sudah lupa tentang anak-anak yg bekerja di atas Jermal  pembuat Ikan Pindang Asin.Di bulan baik ini kita di ingatkan lagi ,ada pebudakan di home industri wajan .

Ayo dong , para aktifis buruh , aktifis HAM , semua yang pada May Day lalu teriak sampai serak .Kali ini suarakan dan tuntut hak para budak pabrik panci .

Sementara para korban terus di buru para wartawan sampai ke kampung halaman , saya belum melihat ada yang berusaha untuk mencari tahu wajah juragan panci ini.

Ah mungkin kita akan kecewa seperti kasus Cebongan  nama dan wajah para Pahlawan Korsa itu tak pernah kita tahu .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menyelamatkan 500 Generasi Muda dari Dampak …

Thamrin Dahlan | | 19 September 2014 | 20:47

Dangdut Koplo Pengusir Jenuh, Siapa Mau? …

Gunawan Setyono | | 20 September 2014 | 08:45

“Apartemen” untuk Penyandang …

Arman Fauzi | | 19 September 2014 | 14:10

Saya, Istri dan Kompasiana …

Tubagus Encep | | 20 September 2014 | 08:00

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 2 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 3 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 3 jam lalu

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 11 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Agar Tak Lagi Impor LPG …

Agung Wredho | 7 jam lalu

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | 8 jam lalu

Inilah yang Khas di Jalan Juanda Bogor …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Sate Khas Semarang yang ada Di Jakarta …

Kornelius Ginting | 8 jam lalu

Browser Chrome Tidak Cocok Untuk Membuka …

Ruslan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: