Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Rahma Dona

Horeeeeeeeeeeeeeeeee

Teng…teng…Perbudakan Pabrik Panci, ke Mana Aktifis Buruh?

OPINI | 05 May 2013 | 19:46 Dibaca: 623   Komentar: 10   6

Saya membolak - balik  kanal demi kanal   mencari-cari kalo ada  Kompasianer yg sudah membahas masalah ini . Awalnya saya cuma niat komen doang .Lantaran belum ada maka komen saya kali ini agak panjang .

Setelah  hampir 2 minggu suasana kebathinan seluruh stasiun TV di Indonesia raya  sendu merayu menelusuri rekam jejak  Uje ( semoga Allah memuliakan beliau) ada berita yang sengaja di tampilkan Tuhan kepentas di awal bulan Mei ini .

Bulan buruh , bulan solidaritas,bulan yang sesak dengan semangat padi dan kapas . Mungkin para aktifis hak buruh masih capek lantaran aksi  May Day,jadi  belum  kedengaran suaranya. Dua aktifis HAM , saya tonton sudah memeriksa TKP.

Kisah Pelarian dua lelaki , budak pabrik wajan yang membuat saya akan lebih  hati-hati mencuci kuali saya.

Dua lelaki ,mewakili sekian puluh manusia lain yang  tak berbulan - bulan tak berganti baju . Semua  yang kita sebut sebagai hak azazi sebagai manusia sudah dilanggar .  Saya pernah nonton , hewan peliharaan di kebun Pak Sutiyoso diperlakukan lebih baik .

Berbulan - bulan  di perbudak dan di lecehkan  mandor , majikan dan dari cuplikan berita Metro TV sore ini  juga ada intimidasi dari BRIMOB sorry to say tapi itu yang di sebut dengan jelas oleh korban.

Sulitnya mencari  nafkah untuk hidup layak di negri gemah ripah loh jinawi ini,membuat banyak orang rela bekerja hampir “apa saja”. Kita sudah lupa tentang anak-anak yg bekerja di atas Jermal  pembuat Ikan Pindang Asin.Di bulan baik ini kita di ingatkan lagi ,ada pebudakan di home industri wajan .

Ayo dong , para aktifis buruh , aktifis HAM , semua yang pada May Day lalu teriak sampai serak .Kali ini suarakan dan tuntut hak para budak pabrik panci .

Sementara para korban terus di buru para wartawan sampai ke kampung halaman , saya belum melihat ada yang berusaha untuk mencari tahu wajah juragan panci ini.

Ah mungkin kita akan kecewa seperti kasus Cebongan  nama dan wajah para Pahlawan Korsa itu tak pernah kita tahu .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 11 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 11 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

That is How You Kill Me …

Ryu Kiseki | 9 jam lalu

Tiga Hal yang Ingin Saya Lakukan di …

Hendra Wardhana | 9 jam lalu

Dari Body Mulus, Sampai Bibir Sexy …

Seneng | 10 jam lalu

[Cerminsiana] Candra Buana …

Fadli Hermawan | 11 jam lalu

SBY (Mungkin) Adalah Tipe Orang yang …

De Baron Martha | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: