Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Apa Itu Kebudayaan?

REP | 05 May 2013 | 13:04 Dibaca: 400   Komentar: 0   0

“A nation’s culture resides in the hearts and in the soul of its people.”
-Mahatma Gandhi

Kebudayaan ?

Mungkin sebagian besar pembaca mengira kebudayaan itu adalah sesuatu yang seperti adat istiadar, pakaian tradisional, atau seni tradisional. Itu memang tidak sepenuh nya salah. Namun semua yang kita lakukan atau yang berada di sekitar kita sekarang itu sudah termasuk Kebudayaan.

Banyak definisi Kebudayaan yang di ungkap oleh para tokoh, layak nya Melville j. Herkovits dan Bronislow Malinowski mengemukakan “cultural determinism” yang artinya segala sesuatu yang terdapat didalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu, contoh: masyarakat di pedesaan adalah masyarakat agraris karena kebanyakan pekerjaannya bertani

Atau EB Tylor, Mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut: Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian,moral, hokum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh menusia sebagai anggota masyarakat.

Jadi apa itu Kebudayaan ?

Bila di kaji dari asal kata nya. Dalam bahasa sanskerta, Budhayah berarti budi/akal, sedangkan bahasa inggris nya ‘culture’ di latinkan ‘colere’ berarti mengolah tanah/bertani. Secara praktis, kebudayaan merupakan system nilai dan gagasan utama : yang mengarahkan tingkah laku, memberi seperangkat model untuk bertingkah laku dalam masyarakat. Yang terwujud dalam 3 sistem nilai yaitu system ideology, system social, dan system teknologi

Unsure kebudayaan yang di kemukakan oleh C.Kluckhon ada 7

1. Sistem Religius

Dimana Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur selalu bertanggapan di atas Manusia terdapat kekuatan lain yang maha besar, maka dengan itu Manusia menjadi takut dan menyembah nya. Sehingga terlahir nya kepercayaan yang sekarang di sebut agama.

2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan

Manusia sadar bahwa tubuh nya lemah namun memiliki akal, maka Manusia saling berkumpul dan membantu satu-sama lain untuk mengerjakan sesuatu yang tidak bisa di kerjakan sendirian

3. Sistem Pengetahuan

Pengetahuan dapat di peroleh dari pemikiran sendiri maupun dari orang lain

4. Sistem Mata pencaharian hidup dan system ekonomi

Menyadari tingkat kehidupan manusia akan terus meningkat seiring waktu

5. Sistem peralatan hidup dan teknologi

Dengan pemikiran cerdas Manusia menyadari bahwa suatu benda/alat dapat mempermudah hidup mereka

6. System bahasa

7. Sistem Kesenian

Wujud Kebudayaan

Wujud-wujud kebudayaan ternyata terdapat di sekitar mereka, dalam bentuk abstrak, aktifitas, maupun benda.

1. Kompleks gagasan, Konsep dan Pikiran Manusia

Sifat nya abstrak, tak dapat dilihat dan berpusat di kepala manusia

Seperti peraturan di sebuah wilayah masyarakat atau cita-cita seseorang

2. Kompleks aktifitas

Sifat nya Konkrit, berupa aktifitas manusia yang saling berinteraksi

3. Benda

Sifat nya Konkrit, berwujud kebendaan.

Fungsi Kebudayaan

Fungsi kebudayaan sangat lah banyak. Bahkan ketergantungan pada teknologi untuk membantu atau melindungi diri kepada alam.

Sadarkah kalian saat orang tua mengajari untuk bersifat sopan di masyarakat juga merupakan salah satu Kebudayaan ?

Norma-norma yang berada di masyarakat itu sendiri pun juga sudah termasuk kebudayaan.

Macam-macam norma :

a. Cara

Contoh : cara makan yang baik

b. Kebiasaan

Contoh : Kebiasaan menghormat yang lebih tua

c. Tata kelakuan

Yaitu ada nya hubungan dengan tata susila/moral

d. Adat istiadat

Adat pertunangan menjelang pernikahan.

Setiap Norma di seluruh Daerah di Indonesia sudah pasti berbeda satu sama lain.

Perubahan Kebudayaan

Perubahan kebudayaan terjadi dengan seiring waktu berjalan, tidak ada Kebudayaan yang selalu statis. Perubahaan kebudayaan bisa terjadi karena masyarakat sendiri dan perubahan lingkungan.

Namun tetap ada Masalah saat terjadi nya perubahaan kebudayaan, seperti Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang bisa di terima atau sulit di terima, individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru, dan terkadang terjadi ketegangan yang timbul akibat akulturasi tsb.

Unsur kebudayaan asing yang mudah di terima itu sudah pasti kebudayaan yang memberi lebih banyak nilai positif di banding negatif dan dapat di sesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur kebudayaan tersebut.

Sedangkan yang sulit di terima itu apabila sudah menyangkut system kepercayaan masyarakat, atau unsur kebudayaan itu menimpa kebudayaan yang sudah ada yang tidak dapat di hilangkan. (contoh : Orang Indonesia selalu beranggap makan nasi akan membuat perut kenyang, jadi bila di suruh layak nya orang Eropa yang selalu makan roti. Orang Indonesia tidak akan puas)

Individu yang dapat cepat menerima unsur baru.

Mungkin memang banyak yang setuju bahwa Golongan Muda lebih gampang menerima unsur kebudayaan baru dan Golongan Tua agak susah mengikuti unsur-unsur baru tersebut.

Namun di sisi negative nya Golongan Muda semakin lama akan lupa terhadap Kebudayaan original tempat nya sendiri, bila di teruskan seperti ini maka Kebudayaan original itu akan ‘menghilang’ bersama dengan Golongan Tua

Opini Penulis

Layak nya ucapan Mahatma Gandhi yang mengatakan “A nation’s culture resides in the hearts and in the soul of its people.”. Kita harus mengingat dan membudayakan Kebudayaan asli Negara kita. Golongan Tua harus tetap mengingatkan Golongan Muda apa itu Kebudayaan asli Negara Indonesia.

Kita boleh menerapkan unsur-unsur Kebudayaan asing dikarenakan lebih untung atau praktis, namun kita juga harus menjaga kebudayaan asli Negara, entah itu dalam bentuk benda, social ataupun adat.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 5 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 7 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Daffa (2thn) Atlit Cilik Taekwondo …

Muhammad Samin | 7 jam lalu

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | 8 jam lalu

Anak Muda Haruskah Dipaksa? …

Majawati Oen | 8 jam lalu

Gigi berlubang Pada Balita …

Max Andrew Ohandi | 8 jam lalu

Sosialisasi Khas Warung Kopi …

Ade Novit | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: