Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Free Idea

Suka membaca dan lalu menulis. Berpikiran terbuka, tanpa sekat. Bebas berpikir, tetapi tidak menjadi liar selengkapnya

Menilai Pro dan Kontra PKS di Kompasiana

OPINI | 04 May 2013 | 00:59 Dibaca: 162   Komentar: 7   2

Akhir-akhir ini topik yang tengah hangat ditulis dan dikomentari di Kompasiana adalah tentang Partai Keadilan Sosial (PKS). Sepertinya muncul sekelompok penulis yang “kritis” dan “vokal” kepada PKS. Tulisan kelompok ini “condong” bernada negatif mengenai PKS. Disisi lain ada pula sekelompok penulis yang mencoba mengklarifikasi tulisan-tulisan tersebut. Mereka kebanyakan adalah kader atau simpatisan PKS.

Dalam suatu persoalan – adanya pendapat pro dan kontra adalah hal yang alami dan wajar-wajar saja. Apalagi Indonesia adalah negara demokrasi, dimana hak untuk menyatakan pendapat adalah hak asasi warga negaranya. Awalnya, sempat ada harapan bahwa pro kontra seputar PKS akan menjadi ajang diskusi yang menyegarkan dan mencerahkan bagi warga Kompasiana dan para pembaca lainnya. Terjadi perdebatan dan adu argumentasi yang cerdas dan berdasarkan fakta-fakta. Sebenarnya bibitnya sudah ada, tulisan dibalas dengan tulisan. Opini dibalas dengan opini.

Namun dalam kenyataannya – kelompok yang “kritis” dan “vokal” terhadap PKS terlihat seperti sekelompok orang “pembenci” PKS. Terus menerus memproduksi tulisan-tulisan yang “menyerang” PKS. Sayangnya saat ada klarifikasi soal tulisan yang dibuatnya, tidak ada usaha untuk mempertahankan isi tulisannya itu. Yang ada hanya membuat tulisan baru dengan topik yang baru. Saat ada yang melakukan klarifikasi, lagi-lagi tidak ada tanggapan balik. Kesannya seperti hit and run. Habis melontarkan pukulan langsung kabur – seperti pengecut.

Tapi ya sudahlah . . . apa yang dianggap ideal kan bersifat relatif. Pada akhirnya biarlah para warga dan pembaca Kompasiana yang menilai.

Sekian dan terima kasih

Tags: pro kontra pks

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membatik di Atas Kue Bolu bersama Chef Helen …

Eariyanti | | 02 October 2014 | 21:38

Ka’bah dan Haji Itu Arafah …

Lidia Putri | | 02 October 2014 | 18:06

Nasib PNPM Mandiri di Pemerintahan Jokowi …

Ali Yasin | | 02 October 2014 | 10:05

Teror Annabelle, Tak Sehoror The Conjuring …

Sahroha Lumbanraja | | 02 October 2014 | 16:18

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Emak-emak Indonesia yang Salah Kaprah! …

Seneng Utami | 8 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 10 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Dahsyatnya Ceu Popong! …

Aqila Muhammad | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Gara-gara Incest di Jerman, Nginap di Hotel …

Gaganawati | 7 jam lalu

Usul Gw kepada Anggota Dewan …

Bhre | 7 jam lalu

PKC # 3: Kekasih Baru …

Ervipi | 7 jam lalu

Ini Baru #Shame On You# Jika PSC Off Ticket …

Aprindah Jh | 8 jam lalu

Negeriku Tercabik …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: