Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Hakeem Elfaisal

fakultas ekonomi USAHID dan Fak HUKUM Bungkarno,wiraswasta,pengajar dan pembelajar Kalau kamu bukan anak raja dan engkau selengkapnya

Pantaskah Seorang Ustad(Uje) Mati karena Ngebut

REP | 03 May 2013 | 11:31 Dibaca: 772   Komentar: 2   0

Pantas kah Seorang Ustad(Uje) mati karena Ngebut

13675551971554024524merdeka.com

Kresna di tradisi Waisnawa menganggap Kresna merupakan awatara Wisnu, menganggap Kresna sebagai Swayam Bhagawan, n Nimbarka Sampradaya,wujud asli Tuhan, atau Tuhan itu sendiri) yang kematiaannya diawali Kresna memasuki hutan dan duduk di bawah pohon untuk bermeditasi. Mahabharata menyatakan bahwa seorang pemburu bernama Jara mengira sebagian kaki kiri Kresna yang tampak sebagai seekor rusa sehingga ia menembakkan panahnya, menyebabkan Kresna terluka secara fana

Yesus kristus . 6 SM-4 SM29-33 yang mengalami proses kematiaan nya di tiang salib ketika  Gubernur memvonisNya dengan hukuman mati, yakni dengan cara disalibkan. Ini adalah cara umum yang digunakan oleh orang-orang Romawi untuk menghukum mati pemberontak dan penjahat. , Pontius Pilatus, menerima laporan dari pemuka agama yahudi ,karena yesus mengaku sebagai raja dan nabi . dan nabi palsu harus di hukum mati sesuai dengan  kitab Taurat .

Mirza Gulam Ahmad kematiaan beliau yang mengaku sebagai “kedatangan Yesus/Isa yang kedua kalinya”, Mesias yang dijanjikan, Imam Mahdi,untuk menyakin kan beliau adalah utusan dan menyangkal kesesatannya ,beliau ber Mubahalah antara Mirza dan Syekh TsanaullohAku berdoa kepada Allah,

“wahai penolongku Yang Maha Melihat, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Berilmu, Yang mengetahui rahasia qalbu, bila aku ini adalah pendusta dan perusak dalam pandangan-Mu dan aku berdusta atas diri-Mu malam dan siang hari, ya Allah, maka matikan aku di masa hidup Ustadz Tsana`ullah. Bahagiakan jamaahnya dengan kematianku –Amin–. Wahai Allah, jika aku benar dan Tsana`ullah di atas kesalahan serta berdusta dalam tuduhannya terhadapku, maka matikan dia di masa hidupku dengan penyakit-penyakit yang membinasakan seperti tha’un dan kolera atau penyakit-penyakit selainnya….Akhirnya, aku berharap dari Ustadz Tsana`ullah untuk menyebarkan pernyataan ini di majalahnya. Kemudian berilah catatan kaki sekehendaknya. Keputusannya sekarang di tangan Allah.”

(kutipan ini dicatat oleh Ash Shamad al Mau’ud pada Tabligh Risalat juz 10 hal. 120) khirnya Mirza Ghulam Ahmad, sang nabi palsu, mati tanggal 26 Mei 1908 terkena wabah Kolera…….dan mati dalam keadaan di kelilingi najis (kotorannya sendiri  karena mencret mencret)

Sementara Asy-Syaikh Tsana`ullah tetap hidup setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad selama hampir 40 tahun

Ataupun kematiaan para khalifah Umar Bin khatap .Usman bin affan ,Ali bin abi thalib yang mati karena tebunuh . ataupun Kematiaan 12 murid yesus yang sangat mengerikan karena mempetahan kan kenyakinann yang dianggap benar..

Mereka adalah orang yang diyakini orang yang dekat dengan Tuhannya ,mereka adalah orang yang dinyakini orang terpilih ,Santo atau bahkkan Kresna dan Yesus adalah Tuhan sendiri yang harus mengalami proses kematiaan itu sendiri .

Sesunggunya yang benyawa itu pasti mati(alquraan) dan terbukti siapun itu yang hidup pasti mati , dan sayang …..kita memang tidak bisa menentukan proseskelahiran kita (siapa orangtua,bangsa ,agama,jenis kelamin ,dan bahkan nama ditentukan orang tua )

Sungguh kematiaan pun tak dapat kita tentukan (kecuali situ bunuh diri bahkan sebagiaan masih selamat ketika bunuh diri) apakah kita mati dengan menabrak tertabak,tenggelam,terbakar,sakit,dikamar, di RS , hari ini hari itu atau yang lainya ,,,kita hanya dapat memperbesar kemungkinan ,jika anda sering menggunaka jasa pesawat terbang kemungkinan anda mati di pesawat karena pesawat jatuh semakin besar ,jika anda merokok anda mati karena kanker ,serangan jantung juga lebih besar dan ketika anda mengendari motor maka kemungkinan anda mati ditabrak atau menabrak juga semakin besar tetapi kita tidak dapat menentukan hasil yang pasti  ,seperti hal nya  rezeki,kita hanya dapat memperbesar kemungkinan datang nya rezeki tsb  soal kaya atau tidak tentu diluar kemampuaan kita atau dengan istilah lain itu bagiaan Tuhan .

sungguh kita tak bisa menentukan dengan cara apa dan dimana dan kapan proses kematiaaan itu datang . yang pasti adalah kematiaaan itu akan datang menjemput ketika waktunya datang.

Jadi pantaskah Uje mati karena ngebut (mengendarai motor)?????

Akupun tak tahu,,,,,,,,,, bahkan  diriku sendiri aku pun tak tahu >>>>>>>>>>>>Wallahualam

Sumber:http://www.youtube.com/watch?v=PaZ8N7yr6Qo

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: