Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Sigit Priyadi

Padang rumput hijau, sepi, bersih, sapi merumput, segar, windmill, tubuh basah oleh keringat.

Komik ‘Garth’ sebagai Identitas Harian Kompas Tempo Dulu

OPINI | 03 May 2013 | 21:26 Dibaca: 229   Komentar: 3   1

Professor Lumiere dan Garth, dua sahabat yang muncul dalam serial ‘Petualangan Garth’ di harian Kompas, pada masa saya masih anak-anak. Tahun 1976 adalah tahun pertama kali ibu saya berlangganan harian Kompas. Yang saya ingat waktu itu, bila tukang loper koran datang dan menyorongkan koran Kompas yang bau kertasnya sangat khas, ke tangan saya, maka komik Garth adalah santapan pertama yang saya baca. Gambar ilustrasi komik yang terdiri dari tiga frame adegan tersebut, sangat menarik perhatian saya. Seingat saya dalam kisahnya, Garth sangat sering menembus lorong waktu dan terdampar dalam kehidupan para koboi Texas, pada masa awal negara Amerika. Seingat saya Garth selalu berperan jadi tokoh koboi bernama : ‘Tom Barat’. Dalam perjalanan waktu lainnya, Garth pernah terdampar dalam kehidupan masyarakat Indian Maya dan Bangsa Romawi.

Saya menyukai komik Garth, karena gambarnya mempunyai kekhasan. Namun beberapa tahun terakhir, sebelum komik tersebut dihapus oleh redaksi Kompas, terlihat kualitas gambarnya semakin buruk. Saya telah menduga bahwa  penggambar komik Garth pasti orang lain yang tidak jago menggambar. Semakin lama saya semakin malas melihat komik tersebut. Dalam menggambar sosok perempuan (pacar Garth) kelihatannya si penggambar  seperti asal-asalan, sehingga hasilnya sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan gambar komik Garth saat awal kemunculannya. Menurut teman saya  (mas Iksaka Banu) yang mengetahui tentang sejarah komik Garth, sosok Garth memang digambar oleh dua oang yang berbeda. Generasi pertama digambar oleh Frank Bellamy 1971-1976. Kemudian setelah Bellamy meninggal, dilanjutkan oleh Martin Asbury. Bellamy lebih realistis, sementara Asbury lebih surrealis (dan diduga menghilhami komikus Teguh Santosa dalam membuat motif background ‘kruwel-kruwel’ dan blok hitam)

Yang saya suka dari Garth, adalah sosok tubuhnya  tinggi besar. Bangun tubuhnya berotot mirip binaragawan Ade Rai. Sebuah gambaran seorang jagoan yang sangat sempurna. Pada saat berperan selaku Tom Barat dalam kehidupan koboi, Garth tampil dominan. Padahal bila saya lihat sosok Clint Eastwood sebagai koboi  dalam film ‘Pale Rider’ maupun John Wayne yang menjadi ikon film-film ‘Wild West Hollywood’, semua bertubuh biasa saja. Namun karena Garth memang diciptakan sebagai seorang laki-laki berbadan kekar, ber dada bidang, berperut ’six pack’, maka tampilan Garth lebih mirip seorang superhero yang tidak terkalahkan dalam perkelahian. Sedemikian tingginya tubuh Garth, sosok perempuan yang berada di sebelahnya akan terlihat kecil. Tinggi perempuan hanya digambarkan setinggi siku-siku Garth. Maka Garth lebih terlihat sebagai laki-laki raksasa seperti  tokoh superhero bernama: ‘Hulk’, sang raksasa hijau.

Komik Garth telah lama dihapus  di halaman 3, harian Kompas, seingat saya diakibatkan oleh protes sebagian pembaca yang tidak suka terhadap gambar-gambar perempuan pacar Garth (mungkin digambar oleh illustrator: Martin Asbury) yang ditampilkan dengan pakaian berleher rendah sehingga terlihat payudaranya. Padahal beberapa gambar yang terlihat agak porno telah ditutup oleh redaksi dengan sapuan tinta hitam.  Ciri khas Kompas telah berkurang. Namun saya juga setuju bila komik Garth disudahi penanyangannya, karena semakin menurun kualitas gambarnya, disamping aspek pornografi yang disorot oleh para pembaca Kompas.

Pada masa yang sama saya juga melihat komik tentang sosok superhero ‘Spiderman’, yang dimuat di Koran  ’Suara Merdeka’, di Semarang, Jawa Tengah.  Apakah ‘Suara Merdeka’ masih memuat kisah Spiderman tersebut ataukah telah menghapusnya? Saya tidak tahu jawabannya. Namun kisah Spiderman yang jadi ciri khas harian Suara Merdeka justru saat ini telah dipakai oleh harian Kompas edisi hari Sabtu.

Bagi saya Garth tetaplah komik khas milik Kompas yang muncul di lembaran bagian tengah (halaman 3). Entah kapan lagi Kompas menghadirkan sosok superhero yang besarnya persis Bima tersebut (?) Namun tentu saja dengan persyaratan bila komik Garth digambar oleh illustrator sekelas Frank Bellamy.

3 Mei 2013.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 6 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 7 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 9 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Batuk Efektif …

Kaminah Minah | 8 jam lalu

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 8 jam lalu

Komunitas, Wiramuda dan Pemuda Muhammadiyah …

Kang Nanang | 8 jam lalu

Tanya Jawab ala Toni Blank …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Kesan dan Pesan Selama Belajar Sosiologi …

Yolanda 16 | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: