Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Penipuan via Telepon Berkedok Kecelakaan

REP | 02 May 2013 | 05:34 Dibaca: 408   Komentar: 2   0

Kalau biasanya mendapat SMS atau telepon penipuan tentang undian berhadiah, maka kali ini berkedok ada anggota keluarga yang mengalami kecelakaan. Bukan modus baru, tapi tetap perlu berhati-hati.

Ceritanya sebagai berikut:

Kemarin, saya terbangun pukul 4 subuh karena rencana akan berangkat ke daerah Indragiri Hulu di Riau. Tak lama ada telepon dari nomor yang tidak terdaftar. Agak curiga karena ada telpon sebelum subuh, lalu saya angkat.

Awalnya ada suara tidak jelas, lalu ada suara menangis dilatari bunyi sirine polisi. Suara menangis dari seorang laki-laki yang sekilas (karena tidak begitu jelas) mengatakan kalau dia baru kecelakaan dan mengarahkan agar saya bicara dengan polisi yang ada bersamanya.

Selanjutnya seorang yang memperkenalkan diri dari kepolisian bernama AKP Agus Setyanto mengambil alih. Awalnya menanyakan nama saya, kemudian menanyakan apakah saya punya anak atau adik laki-laki. Ketika saya jawab tidak ada, dia masih mengejar apakah saya punya kakak atau mungkin paman, karena kondisinya sudah kritis dan harus dibawa ke rumah sakit. Tetap saya jawab tidak ada, dan bahkan sambil menasehati: “kalau mau nipu, mbok ya mikir-mikir”. Karena kesal akhirnya dia menutup telpon.

Hal yang membuat saya bisa menyikapi dengan tenang adalah: kondisi saat itu saya sudah terbangun dan sadar sepenuhnya, sempat lihat nomornya bukan dari daerah saya dan keluarga besar (085210725562) dan saya tidak punya adik laki-laki dan hanya ada anak laki-laki berumur 5 tahun yang sedang tidur.

Mungkin dengan memanfaatkan momentum kecelakaan yang dialami alm. Uje, menelpon jam 4 subuh dan dilatari dengan bunyi sirine bisa menciptakan rasa kalut karena kesadaran juga belum pulih saat terbangun karena mendengar telpon berbunyi. Untuk itu diharapkan kewaspadaan kita apabila mendapat telepon seperti ini.

Salam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 11 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 18 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 19 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 19 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: