Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Rifki Feriandi

Aku menulis maka aku bahagia ...

Ganteng itu Mutlak! Berkaca dari Gantengnya Deportee Saudi

OPINI | 01 May 2013 | 21:09 Dibaca: 594   Komentar: 4   0

13702219781413385733‘Maaf Pak, saya terlambat. Tadi di jalan saya terkena razia. Razia orang ganteng’.

Itulah lelucon khas karyawan yang terlambat datang ke kantor. Saya berpikir itu hanya lelucon yang tidak mungkin terjadi secara nyata. Namun saya perkenalkan Omar Borkan al Gala. Dialah salah satu pria - akunya atau katanya - yang dideportasi dan terkena ‘razia’ di Arab Saudi karena ‘terlalu ganteng’. Anda pembaca, pria atau wanita, silakan memandang, menatap, menelisik apakah benar dia ganteng.

Banyak yang berkata bahwa ‘ganteng itu relatif’, karena tergantung siapa yang melihatnya. Sebagian perempuan memekik ‘Oh..NO. Ganteng banget’ , sebagian bergumam ‘Nah….not my style, terlalu cantik untuk ukuran cowok’ dan sebagian yang lain berujar ‘Ganteng sih, cuman gimana ya, kayaknya gantengan suamiku deh’. Bahkan di sudut sana siapa tahu ada sekelompok pemuda juga histeris ‘Ya ampyun Cyiin, iiih ganteng ya Bo’.

Saya cowok, tapi saya boleh berujar bahwa cowok di foto di atas memang ganteng. Dan dari foto ini saya berpendapat bahwa ‘ganteng itu mutlak’. Why? Ya iyalah. Jika dilihat dari sumber berita di mana foto itu muncul, saya paham bahwa dia adalah seorang model. Sebagai model, seyogyanya dia terbiasa berpenampilan baik dan enak dipandang. Apalagi dilengkapi dengan kupasan di youtube bahwa dia ’sadar tampil’ termasuk bagaimana dia berpose di foto, dandanan sedap dilihat dan tidak lupa segaris eyeliner pemanis. Kalau sudah usaha begitu, lalu tidak terlihat ganteng, ya TERLALU.

Namun kawan, baik ganteng itu mutlak atau relatif, saya bagikan sebuah resep supaya menjadi ganteng atau bahkan ‘ridicolously handsome’.

Menurut Jeremy Nicholson, M.S.W., Ph.D. dalam artikelnya berjudul ‘Being Beautiful or Handsome is Easier Than You Think!’ yang diunggah di laman psychologytoday.com tanggal 2 November 2011, ‘penampilan fisik bukanlah satu-satunya faktor yang membuat diri menarik’. Penampilan fisik di sini menyangkut wajah tirus, mata jernih, rahang kuat, hidung mancung, kulit putih atau perut six pack dan sejenisnya. ‘Kepribadian seseorang - mobil pribadi, rumah pribadi…ups - pen, juga akan mempengaruhi bagaimana orang lain melihat kita. Tambahan pula, kepedean kita dan kebergaulan / social skill kita akan lebih memercikkan pesona, kemenarikan kita’.

Singkatnya inilah resep menjadi ganteng dan lebih menarik menurut hasil penelitian:

1) Berdandanlah (grooming). Maksud dandan di sini bukan lantas menjadi pesolek, tetapi ‘take some time to care for yourself’. Rajin mandi, merapikan rambut, bercukurlah jika dibutuhkan. Tampilkan diri yang bersih, rapi dan harum (maksudnya tidak bau, tidak lantas menumpahkan parfum setengah botol dan qangi tercium dari jarak seratus meter).

2) Pakailah baju yang pantas, rapi, bersih, terawat dan cocok (well fitting). Pakaian sedikit lebih formal dan sedikit berkelas - meski tidak terlalu mahal - akan membantu menambah ganteng.

3) Tegakkan postur tubuh. Tegakkan juga kepala. ‘Good posture is sexy’ katanya.

4) Bersikaplah yang baik. Senyumlah. Perlihatkan wajah gembira. Tampilkan diri sebagai orang yang menyenangkan, berpikir positif dan bersahabat.Tingkah laku yang baik. Bahkan kepribadian yang baik akan menenggelamkan kekurangan fisik yang mungkin dipunyai

5) Fitness atau bugarlah. Dalam hal ini kata fitness bukan merujuk kepada fisik yang bagus, dada bidang, pundak kokok, biceps kekar atau perut six pack kotak-kotak yang sering disebut “washboard abs”, tapi lebih kepada menjaga kesehatan yang cukup, tidak super obesutas, perut bolehlah gendut tapi tidak terlalu buncit. Tidak perlulah terlalu terobsesi untuk berjuang keras mendapatkan fisik yang bagus, tapi lakukan yang terbaik untuk makan teratur, selalu bergerak dan jaga kesehatan.

6) Cobalah untuk terlihat sedikit lebih maskulin, lebih cowok. Terkadang sejumput jenggot kambing (sering disebut goatee), kumis tipis atau jenggot penuh akan menambah kesan maskulin.

Jika dilihat cukup seksama, itulah yang muncul dari penampilan Omar sang deportee. Wajahnya bersih, janggutnya rapih, badannya tegak tidak ringkih. Senyumnya mengembang, parasnya riang. Ganteng mutlak pun datang.

Mari kita berkaca dari gantengnya deportee Saudi dengan mencoba menerapkan enam langkah di atas, meski akan lebih bagus jika ditambah dua langkah lagi:

7) Jangan berlebihan. Grooming berlebihan dengan memakai bedak atau makeup atau eyeliner buat cowok terkadang mengurangi kegantengan dan maskulinitas, malah memberi kesan TERLALU. Jangankan mengenai dandan, bahkan terlalu banyak cinta saja bisa membunuh anda (hmmm….too much love will kill you)

8) Jika langkah di atas sudah berhasil, dan ganteng sudah menjadi mutlak, maka jangan merasa ganteng. Karena merasa ganteng justru akan menurunkan kegantengannya.

Selamat mencoba kawan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelajaran Akan Filosofi Hidup dari Pendakian …

Erik Febrian | | 18 April 2014 | 10:18

Memahami Penolakan Mahasiswa ITB atas …

Zulfikar Akbar | | 18 April 2014 | 06:43

Kalau Sudah Gini, Baru Mau Koalisi; …

Ali Mustahib Elyas | | 18 April 2014 | 11:32

Mulai Terkuak: Penulis Soal UN “Jokowi” …

Khoeri Abdul Muid | | 18 April 2014 | 11:32

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 6 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 8 jam lalu

Senjakala Operator CDMA? …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Tips Dari Bule Untuk Dapat Pacar Bule …

Cdt888 | 10 jam lalu

Seorang Ibu Memaafkan Pembunuh Putranya! …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: