Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Rhomy Haryadi

Simple | 05 September..

Memories OSIS

REP | 29 April 2013 | 14:12 Dibaca: 205   Komentar: 0   0

Masih terekam jelas beberapa tahun lalu saat mereka menunjukku untuk mencalonkan diri menjadi calon Wakil Ketua OSIS disekolah SMK-ku. Berawal dari ketertarikan ku untuk ikut serta aktif dalam berorganisasi, ku memberanikan diri untuk ikut pemilihan anggota OSIS periode 2010-2011. Jadwal kegiatan sedikit demi sedikit mulai terasa padat, padahal baru tahap pemilihan anggota OSIS (Tahap pertama).

Pada saat itu kami (calon OSIS) diajarkan dan dibimbing untuk menjadi seseorang yang lebih dewasa, mandiri, kreatif, serta aktif. Berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh kaka-kaka kelas yang menjadi panitia dalam kegiatan ini mulai kami ikuti dengan penuh semangat, hingga hari pengumuman yang lolos menjadi anggota OSIS pun diumumkan. Ada sekitar 35 orang yang lolos dalam tahap ini dan ternyata nama ku masuk dalam 35 nama yang lolos ketahap selanjutnya dimana kami akan semakin disibukan oleh kegiatan serta tugas-tugas yang diberikan pada kami.

Singkat cerita, setelah kami mengikuti berbagai macam kegiatan yang sudah terjadwal kami pun sampai pada saat pemilihan calon Ketua serta Wakil ketua Osis. Entah, memang sudah diatur atau tidak yang jelas ketika namaku disebutkan untuk menjadi calon Wakil Ketua Osis kali ini membuat wajah ku pucat seketika, keringat yang entah dari mana asalnya mulai membasahi seragam yang ku kenakan. Wajar saja karena ini kali pertama saya mengikuti organisasi tertinggi disetiap sekolah SMA/SMK dan aku pun langsung ditunjuk untuk menjadi Calon Wakil Ketua Osis periode 2010 - 2011.

Tahap ini semakin mempersingkat waktuku untuk bermain bahkan istirahat. Karena ku harus mempersiapkan mental untuk berbicara didepan seluruh siswa/i kelas 10, 11, maupun 12 layaknya calon presiden, bupati, ataupun calon ketua RW yang sedang berkampanye didepan umum.

Calon Ketua Osis yang akan bekerja sama dengan ku nanti ketika ku menang dalam pemilihan ini bernama Ega Fajar.  dia adalah kaka kelasku sendiri yang banyak orang bilang wajah kami itu mirip. Padahal faktanya menurut ku itu jauh sangat berbeda.

yah, setelah aku perbicara dan menyampaikan visi serta misi yang akan kami terapkan nanti serta pemilihan yang dilaksanakan dengan cara mencoblos seperti pemilihan Presiden tiba lah saat2 penghitungan suara. Pada saat itu perasaanku sedikit lega karena akhirnya aku dan calon ketua osis yg berpasangan dengan ku kalah 5 point oleh kandidat lain.

setelah itu, hari-hari ku disekolah mulai berwarna dengan kegiatan-kegiatan ku yang sudah dirapatkan bersama secara terperinci dan terjadwal dengan baik tak seperti saat ku masih duduk di bangku MTs/SMP dulu yang hanya datang kesekolah, duduk, mendengarkan guru mengajar, pergi kekantin lalu pulang. (sangat membosankan)

Perlahan namun pasti sifatku yang pendiam serta penampilanku yang terlihat sangat culun dimata teman-temanku mulai berubah secara signifikan. Namun, disisi lain orang-orang disekitarku seperti keluarga, sahabat bahkan pacarku mulai resah dan protes karena kesibukanku yang semakin hari semakin jarang dirmh serta jarang berkumpul dengan mereka. Tapi, biar bagaimana pun mereka selalu mendukungku untuk menjadi lebih baik lagi. Thanks all

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59



Subscribe and Follow Kompasiana: