Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Iloeng Sitorus

Hidup itu seperti hubungan suam istri. Kadang diatas, kadang dibawah. :D

Sia-sia Membayar Kredit Sepeda Motor Tepat Waktu

REP | 27 April 2013 | 17:56 Dibaca: 2689   Komentar: 5   0

Selama ini aku membayar kredit sepeda motor tepat waktu. Mungkin karena enggan di Cap buruk dan ada unsur ekonomisnya disitu(ada dendanya cuy, Rp.3300), maka tepat waktu adalah solusi utama membayar kredit sepeda motor Honda Supra X 123 di FIF. Sia-sia..? ya menurutku sia-sia Selama 32 bulan membayar angsuran setiap bulannya selama 33 bulan, sepekan sebelum lunas sepeda motor ku lenyap digondol maling. Hingga berharap pada pencairan Asuransi kredit dari pihak Leasingan, mudah2an lekas cair dan bisa buat beli yang 2nd aja deh. Sia-sia dikarenakan setelah saya tanyakan ke pihak Leasing bahwa denda dari angsuran terakhir akan dikenakan hingga pencairan Asuransi tiba. Bagaimana tidak sia-sia, masa pencairan pun tidak jelas berapa lama. Jika dilunasi kredit yang tinggal 1 kali itu, besar kemungkinan klaim Asuransi engga’ bakal cair.  Tepat hari ini sudah 24 hari melewati tanggal jatuh tempo pembayaran angsuran, memang sedikit, Cuma Rp. 3300, tapi dikalikan 24 hari aja sudah Rp. 79.200 .

Jika kemungkinan 2 bulan belum cair juga, bisa jadi aku cari gara2 nih ama pihak Leasingan yang khusus sepeda motor Honda tersebut, ambil DP terendah, ga’ usah dibayar2 selama 3 bulan, habis itu buat berita acara kehilangan. Dan sepeda motor juga sudah dicincang habis. Sepertinya pihak Asuransi tetap untung menanggulangi kredit saya yang macet dan ternyata hilang. Gimana mau rugi, pencairan klaim asuransi seperti saya yang tinggal sekali bayar lunas saja prosesnya lama sekali, bahkan pernah teman yang mengalami hal serupa, tapi tak sama. Tak sama karena 1 tahun lagi lunasnya. Beliau(teman saya itu) diberitahukan oleh pihak Leasing untuk membayar kredit selama 3 bulan setelah sepeda motor nya hilang supaya uang pencairannya lumayan banyak, jika tidak akan dikenakan denda telat bayar. Dan cair Asuransi juga di bulan kelima.

Sepertinya ada pembodohan publik terhadap proses pencairan oleh pihak terkait, seperti pertama kali kita ajukan permohonan kredit sepeda motor. Engga’ pernah tuh marketing menyuruh kita membaca surat-surat yang ditanda tangani, bahkan terkesan buru-buru. Yang ada malah terlalu dipersulit, minta inilah, itulah. Giliran surat-srat yang ditanda tangani aja diem-diem. #tapi biasanya tergantung marketing, engga’ semua memang yang seperti itu(urusan yang tidak dipersulit). Ada yang Cuma hitungan pekan saja sudah cair, ada yang hitungan 1 bulan udah cair, ada juga yang 5 bulan baru cair. Hmmm,, kira-kira aku masuk kategori yang mana ya.? Kita tunggu saja lah panggilan pihak terkait, dan jika terlalu lama saya akan gugat tuh pihak terkait jika membebankan denda.(ini serius).

Selamat berakhir pekan dan bermalam minggu deh semuanya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Peran Kita untuk Menghindari Jebakan Negara …

Apung Sumengkar | | 01 August 2014 | 15:26

Tunjangan Profesi Membunuh Hati Nurani …

Luluk Ismawati | | 01 August 2014 | 14:01

Empat Cincin Jantungnya Masuk Lewat Pembuluh …

Posma Siahaan | | 01 August 2014 | 13:46

B29: Medan Ekstrim Intip Keindahan Bromo …

Teguh Hariawan | | 01 August 2014 | 08:09

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 7 jam lalu

ANTV Segeralah Ganti Nama Menjadi TV India …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Kader PKS, Mari Belajar Bersama.. …

Sigit Kamseno | 13 jam lalu

Kalah Tanpo Wirang, Menang Tanpo Ngasorake …

Putra Rifandi | 14 jam lalu

Macet di Jakarta Gubernur Disalahkan, …

Amirsyah | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: