Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Horeee, Dapat Paket dari Sahabat Pena di Amrik

OPINI | 27 April 2013 | 00:11 Dibaca: 663   Komentar: 9   10

Sejak SD, saya senang mencari sahabat pena. Entah itu dari majalah atau koran.

Ketika jaman internet mulai menjajah manusia, saya ketularan, nyemplung berselancar di dumay. Untuk menemukan sahabat pena, lebih dipermudah.

Hingga suatu hari, saya menemukan sahabat perempuan dari Burma yang sudah lama tinggal di Amrik.

Hubungan kami tersambung tak hanya lewat dunia maya, tapi merambah hingga kirim-kiriman surat, kartu dan … paket!

Horeeeeeeeee … hari Kamis, 25 April 2013, dapat paket dari Ann di USA ! Thank you, Ann ! God bless.

***

1366996161547818739

Kaos,mainan,kartu pos dan bahan prakarya dari Ann

Pertama kali bertegur sapa di blog yahoo 360 derajat sekitar tahun 2006. Sayang blog ini sudah bubaran. Selain itu, kami juga mengikat komunikasi lewat multiply. Yang ini juga tak bertahan lama. Akhirnya, kami main email, surat dan paket sajalah. Sampai suatu kali kami masih menyambung tali hubungan pertemanan di facebook. Hari gini mana ada yang ketinggalan sama jejaring sosial FB, yak?

Tulisan tangan perempuan ini amat khas. Tanpa melihat tanda tangannya, saya sudah tahu siapa yang menulis. Ann, that’s you !

Kami berulang tahun di bulan yang sama. Ini memudahkan kami untuk saling mengingat . Tahun lalu, saya mendapatkan sebuah kartu dengan lembaran ikan dari plastik yang bisa bergerak-gerak sendiri saat diletakkan di telapak tangan. Fish-fish in my palm, please tell now my fortune. Lucu.

Wanita karir yang gemar menanam dan membikin prakarya ini berhasil menjadi sahabat pena terlama saya, 7 tahun !!! Kami tak pernah bertemu sekalipun namun perasaan dekat dihatinya teramat kuat. Yang kami perbincangkanpun nyaris tak pernah soal pribadi. Paling banter soal nama anggota keluarga dan asal saja.

Selebihnya, soal opini umum saja. Misalnya ; soal bom Texas tempo hari, babagan film seri The Simpson yang sering kami tonton, tentang tempat wisata di Indonesia-Jerman-Amerika dan masih banyak hal menyenangkan lainnya. Yang indah-indah sajalah.

Saya yakin, dalam hati, kami sepakat untuk menjaga kesucian persahabatan pena ini. Tak mau dinodai. Cari musuh itu mudah, dapat sahabat itu susah. Kalau sudah dapat, ya, dirawat. Terima kasih, Gusti. Semoga ini tetap abadi.

Saya ingin pengalaman ini menjadi acuan dalam menjaga sahabat-sahabat baru di Kompasiana agar awet seperti Ann dan saya. Sesuatu bukan dinilai dari barang yang didapat tapi komunikasi yang terjalin dengan ikhlas dan baik. Salaman.(G76)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelajaran Akan Filosofi Hidup dari Pendakian …

Erik Febrian | | 18 April 2014 | 10:18

Memahami Penolakan Mahasiswa ITB atas …

Zulfikar Akbar | | 18 April 2014 | 06:43

Kalau Sudah Gini, Baru Mau Koalisi; …

Ali Mustahib Elyas | | 18 April 2014 | 11:32

Mulai Terkuak: Penulis Soal UN “Jokowi” …

Khoeri Abdul Muid | | 18 April 2014 | 11:32

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 6 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 8 jam lalu

Senjakala Operator CDMA? …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Tips Dari Bule Untuk Dapat Pacar Bule …

Cdt888 | 10 jam lalu

Seorang Ibu Memaafkan Pembunuh Putranya! …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: