Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Diajeng

Sarjana Sains (S,Si), Mahasiswi program pasca sarjana magister teknik industri, Formulator for home care & selengkapnya

“Apakah Istri Boleh Berdusta pada Suami ? Jawabannya: Boleh” :)

OPINI | 27 April 2013 | 23:11 Dibaca: 630   Komentar: 30   9

Bismillah….:)

Please jangan menghujat saya dulu sebelum membaca keseluruhan isinya. yuk mari duduk di tikar saya dan mencoba menelaah sedikit apa yang saya baca tadi mengenai judul yg tadi saya tulis.

“Diajeng, berdusta kan artinya berbohong, dan berbohong itu kan dosa, kenapa boleh?” :)

Yup….ini yang tadi-nya saya pertanyakan juga sebelum akhirnya saya memahami buku yg saya baca. dalam syariat islam, membolehkan berdusta dalam 3 hal yaitu, berdusta untuk mendamaikan dua orang yg sedang bertikai, dusta suami terhadap istri  dengan tujuan untuk menyenangkannya dan dusta kepada musuh dalam suatu peperangan.

Tetapi, sekali lagi kita harus benar-benar faham dan cermat, hal dusta apa yng di perbolehkan, karena bagaimanapun juga dusta bisa memotong iman dan bisa mengarahkan kita pada sifat yang munafik.

“Lho yg 3 point tadi disebutkan hanya membolehkan suami berdusta pada istri untuk menyenangkannya, diajeng….memang istri boleh juga berdusta?”  (*ini pertanyaan teman saya juga tadi siang)

jawabannya “boleh” karena sepasang suami istri itu saling berinteraksi yg juga di sebutkan dalam firman Allah SWT :

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang baik. akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan dari pada istrinya. dan Allah maha perkasa lagi maha bijaksana” ( al-baqarah (2) : 228)

Dalam ayat ini mengandung arti bahwa tingkatan istri dalam hal ketaatan pada suami itu wajib dipenuhi  karena suami adalah penanggung jawab dan pemimpin rumah tangga.

Dusta seorang suami kepada istri ataupun sebaliknya  sebatas perkara mubah dan tidak boleh menyebabkan hati pasangannya bergejolak.

Suami atau istri tidak boleh berdusta untuk hal-hal yg di haramkan dan  tidak sampai menyentuh batasan makruh.

Jadi, contohnya bagaimana ?

contohnya seperti ini , seorang suami yang memuji lembut istrinya” sayang, hari ini kamu cantik sekali” (*walopun kenyataan-nya istrinya biasa saja) :D

atau sang istri yang berkata ” suamiku, engkau  adalah laki-laki terhebat yang pernah ku kenal” (*walopun mungkin kenyataannya ada yg lebih hebat  yaitu ayahnya sendiri)

nah, dusta-dusta untuk menyenangkan hati pasangan tersebut di perbolehkan. justru hal semacam itu adalah humus (pupuk) yang bisa menyuburkan rumah tangga mereka.

Dan tatkala rumah tangga menjadi harmonis, tanpa pertengkaran, pertikaian, selalu sayang - menyayangi, selalu penuh cinta…..itu adalah ladang ibadah yang sangat besar untuk sama-sama menuju Syurga-nya Allah SWT.

Insya Alloh… :D

selamat malam semua….sugeng ndalu lan sugeng sare :)


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Trik Licik Money Changer Abal-abal di Bali! …

Weedy Koshino | | 20 August 2014 | 23:31

Seleksi CPNS 2014 Dibuka dan Diselingi …

Pebriano Bagindo | | 21 August 2014 | 05:00

Menanti Keputusan MK …

Wisnu Aj | | 21 August 2014 | 02:20

Senja Kala Pesepeda di Yogyakarta …

Yusticia Arif | | 21 August 2014 | 09:02

[Proyek Buku] Catatan Warga Indonesia di 10 …

Kompasiana | | 12 August 2014 | 23:19


TRENDING ARTICLES

Hebat, Indonesia Paling Menjanjikan Sedunia! …

Firdaus Hidayat | 3 jam lalu

Dapur Umum di Benak Saya …

Itno Itoyo | 14 jam lalu

Bonsai MK dan KPU, Berharap Rakyat Cueki …

Sa3oaji | 15 jam lalu

Menunggu Aksi Kenegarawanan Hatta Rajasa …

Giens | 16 jam lalu

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: