Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Sugi Siswiyanti

Ibu dengan seorang putri yang sehari-hari mengajar bahasa Indonesia di sebuah bimbingan belajar. Menyukai dunia selengkapnya

Setiap yang Bernyawa Takkan Luput dari Kematian, Apa Pun, Siapa Pun Dia

OPINI | 26 April 2013 | 13:59 Dibaca: 272   Komentar: 0   0

” Pesan Nabi tentang mati
jangan takut mati karena pasti terjadi
setiap insan pasti mati, hanya soal waktu

Pesan Nabi tentang mati
janganlah minta mati datang kepadamu
dan janganlah kau berbuat menyebabkan mati”

(Bimbo,Hidup dan Pesan Nabi)

Lautan jemaah memenuhi masjid Istiqlal Jakarta sejak pagi tadi. Pemandangan haru yang menyelinapkan harapan di hati setiap orang seandainya kelak kematian mereka pun demikian.

“Uje”, demikian khalayak memanggilnya.  Kepergiannya pukul 02.00 dini hari tadi menghenyakkan masyarakat Indonesia.  Bahkan beberapa televisi swasta menayangkan prosesi penghormatan terakhirnya.  Tak ada yang bisa menakar kapan akan kembali menghadap Pemilik Kehidupan.

Lepas dari sebab kepergiannya, itulah takdir. Ucapan belasungkawa mengalir tak henti-hentinya di jejaring sosial.  Doa-doa dipanjatkan demi kelapangan jalannya.  Status-status tentang kepergian  Uje mewarnai jejaring sosial.  Komentar demi komentar meramaikannya.

Hari ini, Jumat,  26 April 2013, kepergian Uje mengingatkan sebagian besar masyarakat Indonesia tentang kematian. Tentang hidup yang hanya sekali dan sebentar.  Tanpa disadari, renungan kematian mampir sekali-sekali kala ada berita duka datang menghampiri.  Selebihnya?hidup kembali disibukkan rutinitas duniawi.

Tak ada yang bisa mengelak dari kematian.  Apa pun, siapa pun dia.  Masih muda ataukah sudah sangat tua.  Orang baik atau orang jahat.  Setiap orang pasti mati hanya soal waktu. Yang bisa dilakukan di sisa usia kita adalah sekuat tenaga menjaga hati, lidah, dan langkah agar tak menzhalimi orang lain.

Kepergian Uje dan lautan jamaah yang mengantarnya ke peristirahatan terakhir semoga membuka hati, mata, dan telinga kita untuk membenahi diri demi kesiapan kembali kepada Sang Khalik.

Lirik Bimbo ini bisa menjadi renungan bagi kita semua seiring doa-doa mengantar kepergian Uje. Selamat  jalan Ustad  Jefri  al  Bukhori.. Selamat kembali ke rumah-Nya. Selamat beristirahat, semoga lapang  dan  damai  selalu jalanmu  di  sana..Aamiin..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelajaran Akan Filosofi Hidup dari Pendakian …

Erik Febrian | | 18 April 2014 | 10:18

Memahami Penolakan Mahasiswa ITB atas …

Zulfikar Akbar | | 18 April 2014 | 06:43

Kalau Sudah Gini, Baru Mau Koalisi; …

Ali Mustahib Elyas | | 18 April 2014 | 11:32

Untuk Capres-Cawapres …

Adhye Panritalopi | | 18 April 2014 | 16:47

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 9 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 10 jam lalu

Senjakala Operator CDMA? …

Topik Irawan | 11 jam lalu

Tips Dari Bule Untuk Dapat Pacar Bule …

Cdt888 | 12 jam lalu

Seorang Ibu Memaafkan Pembunuh Putranya! …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: