Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Danial Darwis

saya adalah seseorang yang ingin memperoleh kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta senantiasa selengkapnya

Muhasabah Diri atas Ajal yang Pasti Datang “Refleksi atas Kematian Ust. Jefri al-Buchori”

OPINI | 26 April 2013 | 17:38 Dibaca: 2612   Komentar: 0   0

Kematian merupakan suatu perkara yang pasti bagi setiap makhluk yang bernyawa, hanya persoalan waktu saja yang membedakannya antara yang satu dengan yang lain. Namun yang jelas kematian itu senantiasa mengintai kita dan menjadi rahasia yang tidak akan kita tahu kapan datangnya. Untuk itu menjadi sebuah keharusan untuk kita senantiasa berhati-hati atas yang namanya kematian, kehati-hatian yang penulis maksud disini bukan takut akan kematian itu, tetapi apakah bekal hidup yang kita kumpulkan untuk menyongsong kematian itu telah cukup. Kita juga hars berhati-hati terhadap kemaksiatan karena ajal tidak kita ketahui kapan datangnya. Jangan sampai ketika kita bermaksiat itulah kematian itu datang menjemput kita.

Setelah membaca berita dibeberapa harian online, maka salah satu berita yang cukup mendapatkan perhatian dari seluruh elemen masyarakat Indonesia, utamanya yang beragama Islam adalah tentang kematian ustad Jefri al-Buchori. Beliau meninggal dalam sebuah kecelakaan diakibatkan karena terlalu cepat mengemudikan kendaraan roda duanya di waktu lewat dari tengah malam menjelang dini hari. Meninggalnya “Uje” sapaan akrab sang ustad, memperoleh tempat dalam banyak pemberitaan nasional. Berbagai macam media meliput proses pelaksanaan sholat jenazah dari “Uje”, yang dilakukan di masjid Istiqlal Jakarta setelah sholat Jum’at. “Uje” meninggal pada hari Jum’at bertepatan dengan tanggal 26 April 2013, dini hari menjelang subuh akibat kecelakaan, sang ustad menabrak sebuah pohon palem di Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pada saat itu “Uje” sedang mengendarai motor gede-nya dengan merek Kawasaki Ninja ER6n, kemungkinan kecelakaan tersebut terjadi karena kecepatan motor yang terlalu tinggi.

Kejadian yang menimpa ustad Jefri al-Buchori sebenarnya merupakan sebuah kejadian yang semakin mengingatkan kita bahwa ajal itu sangat dekat dan tersembunyi kejadiannya. Perkara ajal memang merupakan rahasia dari Allah SWT untuk kita renungkan dalam kehidupan ini agar dapat lebih bermaksimal diri dalam menjalankan ibadah, karena pada hakekatnya Allah SWT memang menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah disini harus kita maknai sebagi sebuah aktivitas yang senantiasa kita sesuaikan dengan perintah dan larangan Allah SWT. Misi kehidupan untuk ibadah ini harus kita pahami secara jelas, tentu agar kita dapat mengarungi kehidupan ini secara benar. Peristiwa kematian ustad “Uje” ini semoga bisa menjadi bahan muhasabah untuk diri kita, untuk senantiasa mengingat ajal yang pasti akan datang, serta semoga semakin meningkatkan rasa muraqabatullah (senantiasa diawasi oleh Allah SWT). Karena kehidupan ini hanya sebentar, maka mari kita maksimalkan dalam rangka ketaatan terhadap Allah SWT. Kemudian, kita doakan semoga Ustad Jefri al-Buchori memperoleh tempat yang layak di sisi Allah SWT kelak, sehingga kita dapat berkumpul di Jannah-Nya kelak secara bersama-sama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Generasi ‘Selfie’: Bisakah Diandalkan? …

Fandi Sido | | 17 April 2014 | 11:02

Final BWF World Junior Championship 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 17 April 2014 | 22:38

Di Saat Tidak Ada Lagi yang Peduli dengan …

Thomson Cyrus | | 17 April 2014 | 17:39

Jalur Linggarjati Gunung Ciremai Nan Aduhai …

Agung Sw | | 18 April 2014 | 01:24

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Manuver Amien Rais Menjegal Jokowi? …

Pecel Tempe | 7 jam lalu

Jokowi di Demo di ITB, Wajarkah? …

Gunawan | 15 jam lalu

Pernyataan Pedas Jokowi Selama Nyapres …

Mustafa Kamal | 16 jam lalu

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 17 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 17 April 2014 06:59

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: