Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Kelahiran dan Kematian

REP | 26 April 2013 | 11:01 Dibaca: 614   Komentar: 6   1

Kelahiran adalah salah satu hal yang sangat ditunggu banyak orang terutama oleh pasangan yang tengah menantikan hadirnya anak dalam rumah tangga yang telah mereka bina. Kelahiran, akan banyak suka cita menyambut hadirnya, tangispun serupa senyum mengembang penuh pengharapan pada si jabang bayi yang kelak diharapkan menjadi manusia terbaik dalam kehidupannya.

Saya copas satu puisi penantian seorang ayah yang tengah berdebar namun penuh kebahagiaan menanti sang putra lahir ke dunia ini.

Kepada ruh

Yang atas seijin Allah, masuk dalam rahim istriku

Yang sedang di baiat atas janji lelaku dunia

Yang tengah tertidur nyaman dalam buaian kasih dan sayang

Yang tengah dijaga atas perlindunganNya

Aku menantimu

Telah kupersiapkan adzan tuk menyambut tangismu

Puisi yang ditulis oleh sahabat Elang Langit ini menunjukkan betapa kelahiran putrannya adalah sesuatu yang sangat diharapkan., perasaan yang sama dengan banyak pasangan yang menantikan kelahiran sang putra.

Kegembiraan menyambut kelahiran sangat kontras dengan kesedihan menghadapi kematian. Seberapa ingin manusia menghindarinya, lambat laun dengan waktu yang merupakan misteriNya,kematian akan menjemput kita, suka atau tidak, bersedia atau enggan. Dan air mata kesedihan mengiringi setiap langkah menuju peristirahatan terakhir yaitu pemakaman. Seperti berita yang baru kita dengar saat ini. Kematian ustadz Jefri Al Buchori atau yang lebih kita kenal ustad Uje. Banyak doa dan uraian air mata mengalir buat beliau. Ustad yang masih sangat muda dan dakwahnya menjadi panutan banyak remaja itu telah pulang pada sisi Allah. Berita kematian yang mungkin sangat mengagetkan bagi sebagian orang terutama bagi istri, anak dan keluarganya itu harus kita terima sebagai satu takdir. Sebagaimana kita menerima takdir kelahiran.

Kita hanyalah makhluk ciptaanNya, dengan kelahiran dan kematian kita senantiasa diingatkan bahwa kehidupan kita ada Dzat Yang Maha Mengatur, jadi sepantasnya kita selalu ingat dan mengingat padaNya.

Akhir kata Selamat menanti kelahiran sang putra buat mas Elang Langit dan buat ustadz Uje, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga mendapat kekuatan dan ketabahan. Aamiin Yaa Rabbal Alamin

*****

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selayang Pandang Tentang Demonstrasi …

Fera Nuraini | | 01 October 2014 | 20:57

Siswa Korea Tertarik “Sambal” Indonesia …

Ony Jamhari | | 02 October 2014 | 09:39

Belajar Mandiri dari Pola Didik Orangtua di …

Weedy Koshino | | 02 October 2014 | 09:53

Obat Galau Jurusan Kuliah …

Bening Tirta Muhamm... | | 02 October 2014 | 09:54

Nangkring “Special” bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:44


TRENDING ARTICLES

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 6 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 8 jam lalu

MK Harus Bertanggung Jawab Atas Kericuhan …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Sepedaku Dicolong Maling Bule …

Ardi Dan Bunda Susy | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengajak Anak Indonesia Untuk Tumbuh Sehat …

Ibuketjil | 7 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 7 jam lalu

Korte Verklaring; Konsesus Uleebalang dengan …

M Imam Fakhrurri | 7 jam lalu

Djohar Arifin: Jika Lolos ke PD U-20, Timnas …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Wangi Kopi NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: