Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Kelahiran dan Kematian

REP | 26 April 2013 | 11:01 Dibaca: 620   Komentar: 6   1

Kelahiran adalah salah satu hal yang sangat ditunggu banyak orang terutama oleh pasangan yang tengah menantikan hadirnya anak dalam rumah tangga yang telah mereka bina. Kelahiran, akan banyak suka cita menyambut hadirnya, tangispun serupa senyum mengembang penuh pengharapan pada si jabang bayi yang kelak diharapkan menjadi manusia terbaik dalam kehidupannya.

Saya copas satu puisi penantian seorang ayah yang tengah berdebar namun penuh kebahagiaan menanti sang putra lahir ke dunia ini.

Kepada ruh

Yang atas seijin Allah, masuk dalam rahim istriku

Yang sedang di baiat atas janji lelaku dunia

Yang tengah tertidur nyaman dalam buaian kasih dan sayang

Yang tengah dijaga atas perlindunganNya

Aku menantimu

Telah kupersiapkan adzan tuk menyambut tangismu

Puisi yang ditulis oleh sahabat Elang Langit ini menunjukkan betapa kelahiran putrannya adalah sesuatu yang sangat diharapkan., perasaan yang sama dengan banyak pasangan yang menantikan kelahiran sang putra.

Kegembiraan menyambut kelahiran sangat kontras dengan kesedihan menghadapi kematian. Seberapa ingin manusia menghindarinya, lambat laun dengan waktu yang merupakan misteriNya,kematian akan menjemput kita, suka atau tidak, bersedia atau enggan. Dan air mata kesedihan mengiringi setiap langkah menuju peristirahatan terakhir yaitu pemakaman. Seperti berita yang baru kita dengar saat ini. Kematian ustadz Jefri Al Buchori atau yang lebih kita kenal ustad Uje. Banyak doa dan uraian air mata mengalir buat beliau. Ustad yang masih sangat muda dan dakwahnya menjadi panutan banyak remaja itu telah pulang pada sisi Allah. Berita kematian yang mungkin sangat mengagetkan bagi sebagian orang terutama bagi istri, anak dan keluarganya itu harus kita terima sebagai satu takdir. Sebagaimana kita menerima takdir kelahiran.

Kita hanyalah makhluk ciptaanNya, dengan kelahiran dan kematian kita senantiasa diingatkan bahwa kehidupan kita ada Dzat Yang Maha Mengatur, jadi sepantasnya kita selalu ingat dan mengingat padaNya.

Akhir kata Selamat menanti kelahiran sang putra buat mas Elang Langit dan buat ustadz Uje, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga mendapat kekuatan dan ketabahan. Aamiin Yaa Rabbal Alamin

*****

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Ketika Rintik Hujan Itu Turun di Kampung …

Asep Rizal | | 21 October 2014 | 22:56

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Dari Body Mulus, Sampai Bibir Sexy …

Seneng | 7 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 14 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 14 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Berlari itu Menginspirasi …

Hanni | 8 jam lalu

Diari Santri: #15 Perak Laju …

Syrosmien | 8 jam lalu

Misteri Kartu di Mandala …

Aksa Hariri | 8 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 8 jam lalu

Ledakan Permintaan Jasa Rumah Sakit …

Petra Sembilan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: