Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Ayfal Nisfa

Menuang Sebatas Angan... baru sebatas kereta

Mempertanyakan Transparansi Reservasi Tiket Kereta Api

OPINI | 25 April 2013 | 19:47 Dibaca: 2842   Komentar: 2   0

1366889627931964031

ketersediaan tiket kereta yang dijual utk perjalan 90 hari kedepan (Rabu,24/07/2013) yang mulai dibuka pemesanannya hari ini (25/04/2013) versi web agen mitra PT KAI www.tiketkai.com

Jika membaca tampilan ketersediaan tiket kereta api secara online di website www.tiketkai.com yang dikelola oleh  PT Bimasakti Multiwealth  Sidoarjo sebagai agen mitra resmi PT KAI, pada hari ini (posisi data per 25 April 2013 jam 17:50 WIB) untuk perjalanan 90 hari kedepan (tanggal 24 Juli 2013)  relasi Gambir-Madiun  tersisa kursi : BIMA  (98 kursi); BANGUNKARTA (168 kursi); dan Gajayana (165 kursi).

Jika dalam satu rangkaian kereta rata-rata terdiri 6 gerbong dan setiap gerbong kelas eksekutif berpenumpang 50 orang, maka kapasitas optimal untuk ketiga kereta kelas eksekutif tersebut masing-masing adalah sebanyak 300 penumpang/kursi/tiket. Sementara tiket yang disediakan baru berjumlah kisaran 100-175 kursi saja.  saya estimasikan tiket yang sudah terjual pada hari ini untuk perjalanan tanggal Rabu 24 Juli 2013 dari ketiga kereta tersebut tidak lebih dari 20 kursi.

Jika kapasitas maksimal tiap kereta katakanlah sebanyak 300 kursi, berarti sebenarnya masih ada hampir separo yang mungkin belum terjual dan masih menjadi misteri kita semua, kapan akan dijual.
Tentunya itu semua bagian dari strategi marketing, minimal bisa memberi kesan seolah-olah tiket yang tersedia tinggal sedikit, karenanya ada semacam pesan untuk para calon penumpang “ayo.. segeralah memesan tiket dari sekarang, sebelum kebahisan.”

Berbeda halnya dengan  ketersediaan tiket di web resminya PT KAI http://tiket.kereta-api.co.id, yang tersedia hanya tarif  tiket batas atas saja, dengan sisa kursi yang kurang lebih sama dengan reservasi di agen mitra www.tiketkai.com

1366890079383647053

ketersediaan tiket kereta yang dijual utk perjalan 90 hari kedepan (Rabu,24/07/2013) yang mulai dibuka pemesanannya hari ini (25/04/2013) versi web resmi PT Kereta Api Indonesia

Keyakinan bahwa jumlah tiket yang dijual baru sebagian saja, tergambar dari dari data ketersediaan kursi sejak awal bulan Juli 2013, tidak ada ketersediaan kursi yang mendekati angka 300.

Setelah adanya reservasi tiket kereta secara online ini,  barulah saya  menemukan jawabannya, kenapa dulu setiap kali ngantri pesan tiket di depan loket ekonomi di stasiun Pasar Senen kadang tidak lebih dari 15 menit sudah ada pengumuman dari petugas bahwa tiket beberapa kereta favorit seperti KA BENGAWAN, KA PROGO, KA KERTAJAYA, KA GAYABARU MALAM, KA MATARMAJA selalu paling duluan dinyatakan HABIS terjual.  Pada waktu itu saya masih terheran-heran setengah tidak percaya begitu saja, apa mungkin kereta ekonomi yang kapasitasnya sekitar 636 penumpang (jika dibatasi hanya 6 gerbong x 106 kursi) bisa cepet habis hanya dalam hitungan 15 menit saja.  Yang membuat saya kagum, betapa cepatnya pelayanan dan canggihnya printer yang dipunya KAI, tak sampai 15 menit bisa mencetak sekitar 3000-an lembar tiket (636 x 5 kereta).

Tetapi sekarang, setalah disediakan reservasi secara online, ibaratnya digenggaman tangan pun kita bisa melakukan pemesanan tiket KA setiap saat selama 24 jam, rasa-rasanya belum pernah mendegar cerita .. 15 menit sejak dibuka tiket sudah ludes terjual, sekalipun untuk tiket edisi long-weekend.

Ya… pantas saja kalau dulu cuma hitungan menit, tiket beberapa kereta ekonomi sudah dinyatakan habis terjual, jika tiket yang disediakan untuk diperjualbelikan memang ada pembatasan. Lha wong yang reservasi secara online saja, terlihat juga ada pembatasan jumlah awal tiket yang bisa diperjualbelikan.
Lalu …. sisa kursi yang belum terjual, kira-kira dijualnya melalui  mekanisme apa ya?
Wallahu ‘alam, tentunya hanya pihak yang bekepentingan di internal PT KAI saja yang bisa menjawabnya. Bisa jadi petugas loket di setiap stasiun pun tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa sisa kursi yang sebenarnya masih tersedia dan bisa dipesan oleh masyarakat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 13 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 14 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 15 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 8 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Marah, Makian, Latah. Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: